Bahasa Jepang bagi Anak Asing

TOKYO — Pemerintah Jepang diperkirakan akan memperkuat dukungan untuk program bahasa Jepang tingkat dasar bagi anak-anak yang baru datang dari luar negeri. Kebijakan ini disiapkan seiring meningkatnya jumlah penduduk asing dan kebutuhan pendidikan bahasa Jepang bagi anak-anak yang harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah di Jepang.

Sebuah laporan dari panel ahli Kementerian Pendidikan Jepang yang disusun pada Juni 2026 merekomendasikan agar pemerintah pusat mengambil peran utama dalam meningkatkan standar pendidikan bagi anak-anak warga negara asing. Salah satu langkah yang diusulkan adalah membuat model program bahasa Jepang sebelum mengikuti pembelajaran reguler, sekaligus menyusun pedoman pengajaran yang dapat digunakan di berbagai daerah.

image

Potret anak-anak mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Yokohama. (Image by: Kyodo)

Jumlah siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas negeri yang membutuhkan pembelajaran bahasa Jepang meningkat hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data hingga Mei 2025, jumlahnya mencapai rekor 84.759 siswa. Sebagian besar siswa tersebut merupakan anak-anak dari keluarga warga negara asing yang membutuhkan dukungan bahasa untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang menyebut berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan, termasuk menyediakan kurikulum khusus bahasa Jepang dan menambah jumlah guru yang menangani siswa asing. Namun, pertumbuhan jumlah siswa asing dinilai berlangsung lebih cepat daripada kemampuan sistem pendidikan dalam menyediakan dukungan yang dibutuhkan.

Program bahasa Jepang tingkat dasar tersebut juga ditujukan untuk membantu anak-anak asing mengenal budaya dan kebiasaan di Jepang sebelum menjalani kehidupan sekolah secara penuh. Salah satu contoh terdapat di Yokohama, yang pada Mei 2025 memiliki sekitar 4.600 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri yang membutuhkan pembelajaran bahasa Jepang.

image

Potret anak-anak membersihkan ruang kelas di Himawari, sebuah lembaga yang menawarkan pelatihan bahasa Jepang untuk anak-anak yang baru datang dari luar negeri, du Yokohama (22 April 2026). (Image by: Kyodo)

Di Distrik Naka, Yokohama, fasilitas Himawari telah menjalankan program bagi anak-anak asing sejak dibuka pada 2017. Program tersebut berlangsung selama 12 hari dan dibagi berdasarkan tiga kelompok usia. Para peserta mengikuti kelas bahasa Jepang tiga kali seminggu selama sekitar satu bulan, dari pagi hingga sekitar tengah hari, sambil tetap bersekolah di sekolah reguler mereka.

Selain belajar bahasa Jepang, peserta juga diperkenalkan dengan kegiatan yang umum dilakukan di sekolah Jepang, seperti membersihkan ruang kelas. Fasilitas Himawari juga menjadi tempat bagi orang tua untuk berkonsultasi ketika mengantar atau menjemput anak. Kepala Himawari, Masumi Kanazawa, mengatakan tujuan program tersebut adalah membantu anak-anak menguasai kemampuan bahasa Jepang minimum yang mereka perlukan sebelum melanjutkan proses pembelajaran di sekolah reguler.

Dalam rekomendasinya, panel ahli juga meminta agar pedoman pengajaran mempertimbangkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan generatif. Guru yang membuat rencana pembelajaran bagi siswa asing juga didorong mempertimbangkan riwayat pendidikan sebelumnya serta tujuan siswa dan orang tua. Pemerintah pusat turut diminta menyediakan informasi multibahasa mengenai pendidikan, peluang melanjutkan studi atau bekerja, serta status izin tinggal agar lebih mudah dipahami oleh siswa asing dan keluarga mereka.