Wagashi Hanabi Kembali Dijual

Musim panas di Jepang selalu identik dengan festival dan pertunjukan kembang api yang menjadi tradisi tahunan di berbagai daerah. Untuk menyambut momen tersebut, toko wagashi Okamedo di Kota Toyohashi, Prefektur Aichi, kembali menghadirkan manisan tradisional bertema kembang api yang hanya dipasarkan dalam waktu terbatas selama musim panas. Tahun ini menjadi tahun keenam produk tersebut dipasarkan sejak pertama kali diperkenalkan pada masa pandemi COVID-19.

image

Foto wagashi Okamedo Uchiage Hanabi yang kembali dijual (Image by: Okamedo)

Okamedo merupakan pembuat wagashi yang telah beroperasi selama lebih dari 70 tahun. Wagashi bertema kembang api ini pertama kali diciptakan ketika banyak festival hanabi di Jepang dibatalkan akibat pandemi. Melalui produk tersebut, Okamedo ingin menghadirkan nuansa musim panas dalam bentuk manisan tradisional yang dapat dinikmati masyarakat.

Produk tersebut diberi nama Uchiage Hanabi, yang dalam bahasa Jepang merujuk pada kembang api yang ditembakkan ke langit. Desain wagashi ini dibuat untuk menggambarkan langit malam yang dihiasi cahaya kembang api, sehingga tampilannya menyerupai suasana festival hanabi yang menjadi ciri khas musim panas di Jepang.

Bagian luar wagashi dibuat menggunakan perpaduan Domyoji-kan, yaitu gel berbahan beras mochi kukus, dan kingyokukan, yaitu gel berbahan agar-agar serta gula. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan tampilan berwarna biru yang menggambarkan langit malam sebagai latar dari pertunjukan kembang api.

image

Foto wagashi Okamedo Uchiage Hanabi yang kembali dijual (Image by: Okamedo)

image

Foto wagashi Okamedo Uchiage Hanabi yang kembali dijual (Image by: Okamedo)

image

Foto wagashi Okamedo Uchiage Hanabi yang kembali dijual (Image by: Okamedo)

Untuk menggambarkan percikan cahaya kembang api, Okamedo menambahkan daun emas dan daun perak yang dapat dimakan ke dalam wagashi tersebut. Detail tersebut menjadi salah satu elemen visual yang membuat tampilannya semakin menyerupai kembang api yang sedang bermekaran di langit malam.

Selain tampilannya yang khas, Uchiage Hanabi juga menawarkan perpaduan tekstur dari Domyoji-kan dan kingyokukan yang merupakan karakteristik khas wagashi Jepang. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan sensasi kenyal yang menjadi salah satu daya tarik manisan tradisional ini.

image

Foto toko Okamedo yang mengeluarkan wagashi Uchiage Hanabi(Image by: Okamedo)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Uchiage Hanabi hanya dipasarkan selama musim panas dan tersedia dalam jumlah terbatas. Konsep musiman ini sejalan dengan tradisi wagashi di Jepang yang sering dibuat untuk merepresentasikan perubahan musim maupun perayaan tertentu sepanjang tahun.

Kembalinya Uchiage Hanabi pada musim panas tahun ini kembali menghadirkan pilihan wagashi musiman bagi masyarakat Jepang. Dengan desain yang terinspirasi dari festival kembang api, produk ini menjadi salah satu manisan tradisional yang hanya dapat dinikmati selama periode penjualannya berlangsung.