Turis Asing Dijebak di Tokyo

Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap seorang pria berusia 53 tahun berkewarganegaraan Nigeria yang diduga melakukan praktik ajakan pelanggan secara ilegal di kawasan hiburan Kabukicho, Shinjuku. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menilai pria tersebut melanggar peraturan anti-gangguan (anti-nuisance ordinance) yang berlaku di Tokyo.

image

(image by: Pakutaso)

Menurut keterangan kepolisian, insiden tersebut terjadi pada dini hari 9 Juli 2026 di area Kabukicho 1-chome. Tersangka diduga menghampiri pejalan kaki, termasuk wisatawan asing, sambil menawarkan untuk mengunjungi tempat makan dan minum atau tempat hiburan. Dalam beberapa kesempatan, ia disebut menggunakan kalimat seperti, "Don't be scared. I love you," untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Polisi menyebut tindakan tersebut merupakan bagian dari praktik "touting", yaitu aktivitas menawarkan atau mengarahkan orang di jalan menuju suatu tempat usaha. Di Jepang, praktik seperti ini dibatasi oleh peraturan daerah karena kerap dikaitkan dengan berbagai keluhan dari pengunjung, terutama di kawasan hiburan malam seperti Kabukicho.

Kasus ini menjadi perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir terdapat peningkatan laporan dari wisatawan asing yang mengaku diarahkan oleh calo jalanan menuju bar atau tempat hiburan tertentu. Sejumlah korban kemudian melaporkan dikenai tagihan yang sangat tinggi atau mengalami masalah lainnya setelah mengikuti ajakan tersebut.

Pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo diketahui sedang memperketat pengawasan terhadap praktik ajakan pelanggan di Kabukicho. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, terutama di tengah meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang.

image

(image by: Pakutaso)

Kabukicho sendiri merupakan salah satu kawasan hiburan terbesar di Tokyo yang dipenuhi restoran, bar, klub, serta berbagai tempat hiburan malam. Meski menjadi destinasi populer bagi wisatawan, kawasan ini juga telah lama menjadi fokus pengawasan aparat karena adanya praktik calo jalanan dan berbagai bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan tempat hiburan.

Otoritas Jepang maupun sejumlah pemerintah asing sebelumnya juga telah mengingatkan wisatawan agar tidak mengikuti ajakan orang yang menawarkan tempat hiburan di jalan. Wisatawan disarankan memilih restoran atau bar yang telah diketahui reputasinya serta menghindari lokasi yang direkomendasikan oleh calo jalanan.

Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung. Kepolisian belum mengumumkan adanya dakwaan tambahan selain dugaan pelanggaran terhadap peraturan anti-gangguan Tokyo, sementara penyidik terus mendalami aktivitas tersangka dan kemungkinan keterkaitannya dengan praktik serupa di kawasan Kabukicho.

Source: Sora News 24, Tokyo Metropolitan Police