
(Image by: Pakutaso)
Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 20 tahun meninggal dunia setelah mengalami penusukan di apartemen tempat tinggalnya di Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang, pada Senin (7/7). Kepolisian Prefektur Shizuoka saat ini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan seorang pria yang tewas tertabrak kereta tidak lama setelah kejadian.
Korban diketahui bernama Keiko Altaira Hanafi. Berdasarkan keterangan kepolisian, ia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah apartemen di Hamamatsu. Seorang petugas polisi menemukan korban sekitar pukul 11.40 waktu setempat dalam kondisi kritis akibat mengalami beberapa luka tusuk. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah seorang tetangga menghubungi layanan darurat. Dalam laporannya, saksi mengaku mendengar teriakan seorang perempuan dari apartemen di sebelah tempat tinggalnya. Selain itu, saksi juga melaporkan melihat seorang pria berpakaian serba hitam meninggalkan area apartemen sesaat setelah teriakan tersebut terdengar.
Tidak lama setelah laporan penusukan diterima, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta di Jalur JR Tokaido. Polisi kini menyelidiki apakah terdapat hubungan antara kematian pria tersebut dengan kasus penusukan yang menewaskan perempuan asal Indonesia itu. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pria yang tewas maupun hubungan keduanya.

(Image by: Pakutaso)
Keterangan juga diperoleh dari masinis kereta yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurut penyidik, masinis melihat seseorang berpakaian hitam melompati pagar pembatas sebelum memasuki jalur rel sesaat sebelum kereta melintas. Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Lokasi penusukan berada di kawasan permukiman yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah barat Stasiun JR Maisaka, Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara di area apartemen serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk membantu mengungkap kronologi peristiwa.
Salah seorang saksi yang berusia sekitar 70 tahun mengatakan bahwa ia melihat jejak darah membentang dari pintu masuk apartemen hingga area parkir di luar bangunan. Informasi tersebut turut dicatat oleh penyidik sebagai bagian dari pemeriksaan di lokasi kejadian, bersamaan dengan pengumpulan barang bukti lainnya.
Hingga berita ini ditulis, Kepolisian Prefektur Shizuoka masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan apakah terdapat hubungan antara pria yang tewas tertabrak kereta dengan kasus penusukan tersebut. Polisi juga belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.
Sumber: Kyodo News, Mainichi Japan