Kehamilan Kembar di Jepang Naik

image

Foto dari seorang bayi jepang. (Image by: Nippon.co)

TOKYO — Jumlah kehamilan ganda yang dihasilkan melalui teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology/ART), termasuk program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF), mencapai rekor tertinggi di Jepang pada 2023. Sekitar 4.354 kasus tercatat sepanjang tahun tersebut, meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut terjadi setahun setelah perawatan kesuburan tertentu mulai ditanggung oleh sistem asuransi kesehatan publik Jepang. Para peneliti menilai kebijakan itu kemungkinan berkontribusi terhadap perubahan pilihan pasien dalam menjalani perawatan kesuburan.

Menurut hasil penelitian, sebagian pasien diduga memilih transfer beberapa embrio sekaligus dengan harapan dapat meningkatkan peluang kehamilan dalam jumlah siklus perawatan yang terbatas dan masih ditanggung oleh asuransi kesehatan.

image

Arsip foto Kyodo yang diambil pada Februari 2025 menunjukkan 2 bayi yang baru lahir di sebuah rumah sakit di Prefektur Aichi. (Image by: KyodoNews)

Dalam prosedur bayi tabung, satu atau lebih embrio dapat ditransfer ke dalam rahim untuk membantu terjadinya kehamilan. Namun, transfer beberapa embrio sekaligus juga meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan ganda, seperti kembar dua atau kembar tiga.

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Jepang pada prinsipnya merekomendasikan transfer satu embrio dalam setiap prosedur. Rekomendasi tersebut diterapkan karena kehamilan ganda diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi bagi ibu maupun bayi dibandingkan kehamilan tunggal.

Saat ini, sistem asuransi kesehatan publik Jepang menanggung biaya transfer embrio hingga enam kali bagi perempuan yang berusia di bawah 40 tahun saat memulai perawatan kesuburan. Sementara itu, perempuan berusia 40 hingga 42 tahun dapat memperoleh cakupan hingga tiga kali transfer embrio.

image

Contoh Assist Reproductive Technology / ART. (Image by: embs.org)

Ayumu Ito, dosen di Universitas Toho yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa sistem asuransi perlu ditinjau dengan mempertimbangkan potensi beban yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan berisiko tinggi terhadap layanan perawatan perinatal.

Analisis terhadap data nasional menunjukkan tingkat kehamilan ganda dari ART meningkat menjadi 3,8 persen pada 2023, setelah sebelumnya bertahan di sekitar 3 persen sejak 2014. Sebagian besar kasus merupakan kehamilan kembar dua, sementara penelitian juga mencatat 69 kasus kembar tiga dan enam kasus kembar empat. Selain itu, peningkatan transfer dua embrio atau lebih terutama ditemukan pada pasien berusia 41 tahun ke atas.