Jepang Resmikan Pusat Sampah Laut

image

Foto tampak dalam Pusat Perancangan Plastik Laut Dunia yang di buka di karatsu, Prefektur Saga (Image by: Kyodonews.net)

SAGA, Jepang - Pemerintah Prefektur Saga di Jepang barat daya membuka sebuah fasilitas interaktif baru yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah plastik laut. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik mengenai pencemaran plastik yang masih menjadi tantangan lingkungan di berbagai negara.

Fasilitas tersebut bernama World Marine Plastic Planning Center atau dikenal dengan sebutan PlaPla. Lokasinya berada di Kota Karatsu, Prefektur Saga, tepat di kawasan pesisir Laut Genkai yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat temuan sampah laut yang tinggi.

image

Foto sampah laut yang ada di Prefektur Saga (Image by: Saga Perfecture | Timeout.com)

Menurut pemerintah setempat, kawasan Laut Genkai kerap menjadi lokasi terdamparnya sampah laut yang berasal dari negara dan wilayah sekitar, termasuk Tiongkok dan Semenanjung Korea. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini penting dalam berbagai upaya penanganan sampah laut.

PlaPla resmi dibuka untuk umum pada Minggu dan dirancang sebagai fasilitas yang memungkinkan pengunjung memahami proses pengelolaan sampah plastik laut secara langsung. Pengunjung dapat mempelajari tahapan mulai dari pengumpulan sampah plastik hingga proses pemilahan dan daur ulang.

image

Foto tampak dalam Pusat Perancangan Plastik Laut Dunia yang di buka di karatsu, Prefektur Saga (Image by: Rodo Izumiyama | Timeout.com)

Dalam acara pra-pembukaan, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Hirotaka Ishihara menyampaikan harapannya agar banyak orang dari Jepang maupun luar negeri mengunjungi fasilitas tersebut. Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh pengunjung dapat mendorong tindakan nyata dalam menghadapi masalah sampah plastik laut.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Prefektur Saga Yoshinori Yamaguchi. Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai dampak pencemaran plastik terhadap lingkungan.

image

Foto edukasi kepada anak anak di dalam  Pusat Perancangan Plastik Laut Dunia  Prefektur Saga (Image by: Semba Corporation | Timeout.com)

Salah satu daya tarik di dalam fasilitas ini adalah monumen berbentuk bola yang menampilkan data pengamatan mengenai persebaran sampah plastik laut di berbagai wilayah dunia. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai keberadaan dan jumlah sampah plastik yang ditemukan di lautan.

Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba proses daur ulang secara langsung, seperti mencuci, menghancurkan, dan membentuk plastik bekas menjadi aksesori maupun perlengkapan rumah tangga. PlaPla juga berfungsi sebagai pusat penelitian mikroplastik yang diketahui dapat berdampak pada ekosistem serta kesehatan manusia. Fasilitas ini dibuka setiap hari kecuali Rabu dan masa libur akhir tahun serta Tahun Baru, dengan akses masuk yang tidak dipungut biaya.

Source: Kyodo