Kantin SMA Jepang Jadi 7-Eleven

image

Ilustrasi para siswa memanfaatkan gerai 7-Eleven pengganti kantin sekolah di Jepang.  (Image by: soranews24.com)

Gerai baru tersebut mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan menempati lokasi bekas kantin sekolah. Toko berukuran sekitar 100 meter persegi itu menyediakan sekitar 1.200 jenis produk, mulai dari makanan siap saji, minuman, alat tulis, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Konsep yang digunakan adalah format “compact store”, yang memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan institusi dengan ruang terbatas dan permintaan yang spesifik.

Keputusan ini diambil setelah pengelola kantin sekolah menyampaikan pada akhir Februari bahwa mereka kesulitan melanjutkan operasional akibat meningkatnya biaya dan kekurangan tenaga kerja. Pihak sekolah sempat berusaha mencari operator pengganti, namun tidak berhasil menemukan pihak yang bersedia mengambil alih pengelolaan kantin tersebut.

Bagi sekolah yang memiliki asrama seperti Kochi Chuo High School, ketersediaan makanan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Sekitar sepertiga dari total 700 siswa yang terdaftar tinggal di asrama dan bergantung pada penyediaan makanan setiap hari. Karena itu, sekolah menilai keberadaan minimarket dapat menjadi solusi yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para siswa.

Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh semua pihak. Sejumlah orang tua mengaku kecewa karena baru mengetahui rencana penutupan kantin setelah anak mereka mendaftar pada tahun ajaran baru. Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai pola makan siswa yang dinilai berpotensi menjadi kurang seimbang jika terlalu bergantung pada makanan dari minimarket.

image

Ilustrasi para siswa memanfaatkan gerai 7-Eleven pengganti kantin sekolah di Jepang.  (Image by: soranews24.com)

Pihak sekolah menjelaskan bahwa perubahan ini juga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah siswa akibat penurunan angka kelahiran di Jepang. Kondisi tersebut membuat sekolah harus melakukan restrukturisasi keuangan, termasuk menaikkan biaya pendidikan dan menerapkan biaya layanan bus sekolah untuk mengurangi defisit operasional. Dalam situasi tersebut, model minimarket dianggap lebih realistis dibanding mempertahankan kantin yang sulit mencari pengelola.

KOCHI — Sebuah sekolah menengah atas di Jepang menjadi sorotan nasional setelah menutup kantin sekolahnya dan menggantinya dengan gerai 7-Eleven yang beroperasi langsung di dalam lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan oleh Kochi Chuo High School di Prefektur Kochi dan menjadi kasus pertama di Jepang di mana jaringan minimarket 7-Eleven membuka cabang di dalam sebuah SMA.

Di sisi lain, banyak siswa justru menyambut positif kehadiran 7-Eleven di sekolah mereka. Gerai tersebut menggunakan sistem pembayaran berbasis kode QR sehingga pembelian dapat dilakukan lebih cepat tanpa antre di kasir konvensional. Khusus siswa yang tinggal di asrama, sekolah juga memberikan poin senilai 30.000 yen yang dapat digunakan untuk berbelanja di toko tersebut.

Untuk menjaga kesehatan siswa, pihak sekolah berencana bekerja sama dengan 7-Eleven dan para pembina kegiatan ekstrakurikuler dalam memberikan panduan gizi serta rekomendasi menu yang lebih seimbang. Sekolah juga sedang mempertimbangkan perluasan fasilitas memasak di asrama agar siswa dapat menyiapkan sebagian makanan mereka sendiri. Dengan langkah ini, sekolah berharap kebutuhan makan siswa tetap terpenuhi meski kantin tradisional telah digantikan oleh minimarket modern.

Source: SoraNews24