
Kyoto selama ini dikenal sebagai Surga kota wisata dengan kuil-kuil bersejarah, jalan tradisional, serta budaya Jepang klasik yang masih terjaga. Namun di balik citra tersebut, Prefektur Kyoto ternyata juga memiliki sisi lain yang tidak kalah menarik, terutama bagi pecinta perjalanan darat dan wisata kuliner.
Salah satunya melalui keberadaan “michi no eki” atau rest area khas Jepang yang tersebar di berbagai wilayah Kyoto. Berbeda dengan rest area biasa, michi no eki di Jepang berfungsi sebagai pusat wisata lokal yang menghadirkan makanan khas daerah, produk pertanian, hingga tempat rekreasi keluarga.
Seorang penggemar michi no eki yang telah mengunjungi ratusan lokasi di seluruh Jepang baru-baru ini membagikan daftar 10 rest area terbaik di Kyoto untuk wisata kuliner. Daftar tersebut memperlihatkan bahwa Kyoto bukan hanya soal wisata budaya di pusat kota, tetapi juga memiliki banyak destinasi menarik di daerah pegunungan, pedesaan, hingga pesisir laut.

Image by: soranews24.com
Salah satu lokasi yang paling populer adalah Ocha no Kyoto Minami Yamashiro-mura, sebuah michi no eki yang berada di desa Minamiyamashiro, satu-satunya desa resmi di Prefektur Kyoto. Tempat ini terkenal dengan produk teh hijaunya yang berkualitas tinggi. Pengunjung dapat menikmati berbagai menu berbahan dasar matcha seperti soba teh hijau, es krim matcha, hingga puding matcha pekat yang menjadi favorit wisatawan.
Suasana pedesaan yang tenang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati sisi alami Kyoto.Selain itu, ada Miyama Fureai Hiroba yang terkenal dengan produk susu segarnya. Rest area ini berada di kawasan Miyama yang dikenal dengan rumah-rumah tradisional beratap jerami. Produk seperti yogurt, susu segar, dan gelato buatan lokal menjadi incaran wisatawan, terutama saat musim panas.
Banyak pengunjung juga datang untuk menikmati pemandangan pedesaan yang masih asri dan jauh dari keramaian kota.Bagi pencinta seafood, Kyoto bagian utara menawarkan pengalaman berbeda melalui Funaya no Sato Ine dan Maizuruko Toretore Center. Di Ine, pengunjung dapat menikmati ikan bakar dan hasil laut sambil melihat deretan rumah nelayan tradisional yang berdiri di tepi laut.

Image by: soranews24.com
Sementara itu, Maizuruko Toretore Center dikenal sebagai salah satu pasar seafood terbesar di kawasan tersebut. Berbagai hasil laut segar seperti kepiting, tiram, dan ikan yellowtail dijual langsung dari nelayan lokal. Suasana pasar yang ramai membuat tempat ini sering disebut sebagai surga kuliner laut di Kyoto.Beberapa michi no eki bahkan menawarkan fasilitas wisata yang lengkap.
Springs Hiyoshi misalnya, tidak hanya menyediakan restoran dan toko produk lokal, tetapi juga memiliki onsen, sauna, area BBQ, hingga cottage untuk menginap. Tempat ini menjadi tujuan favorit keluarga yang ingin berlibur santai sambil menikmati alam. Ada pula Tango Okoku Shoku no Miyako yang memiliki area luas dengan restoran steak wagyu, pizza oven kayu, taman bermain, hingga kebun binatang mini.

Image by: soranews24.com
Keberadaan michi no eki menunjukkan bahwa Kyoto memiliki daya tarik yang jauh lebih luas daripada sekadar wisata sejarah. Rest area ini menjadi tempat bagi wisatawan untuk mengenal makanan lokal, budaya daerah, serta kehidupan masyarakat setempat secara lebih dekat. Dengan konsep yang memadukan kuliner, wisata, dan produk khas daerah, michi no eki kini menjadi salah satu bagian penting dalam budaya perjalanan di Jepang.