Kuil Kongobuji di Gunung Koya, Prefektur Wakayama, mulai mengimbau wisatawan untuk mengenakan pakaian yang lebih sopan saat mengunjungi kawasan suci menjelang musim panas. Imbauan ini muncul karena meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dengan pakaian terbuka seperti celana pendek, rok pendek, dan atasan yang memperlihatkan bahu atau punggung.

(Image by: www.tripadvisor.co.uk)
Untuk menyampaikan aturan tersebut, pihak kuil memasang papan informasi dalam bahasa Jepang dan Inggris di beberapa titik area kuil. Selain itu, sekitar 30 staf dan biksu juga membagikan selebaran kepada wisatawan sejak awal Mei. Langkah ini dilakukan agar pengunjung memahami etika berpakaian saat berada di lokasi religius. Salah satu area yang menjadi perhatian utama adalah Okunoin, kawasan suci tempat makam Kukai berada.
Kukai dikenal sebagai pendiri aliran Buddha Shingon pada abad ke-9 dan diyakini masih berada dalam meditasi abadi menurut ajaran tersebut. Karena nilai spiritualnya yang tinggi, pihak kuil ingin menjaga suasana sakral tetap dihormati oleh semua pengunjung. Pihak kuil menyatakan bahwa staf dapat menegur wisatawan yang dianggap mengenakan pakaian kurang pantas.

(Image by: www.japan-guide.com)
Pengunjung juga bisa diminta mengikuti aturan berpakaian atau disarankan membeli pakaian luar tambahan sebelum memasuki area tertentu. Menurut pihak kuil, tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga rasa hormat terhadap tempat ibadah dan budaya lokal Jepang. Pihak Kongobuji berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran wisatawan untuk berpakaian lebih sopan saat mengunjungi tempat suci di Jepang.
Mereka juga berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi destinasi wisata religius lainnya di seluruh negeri. Dengan menjaga etika berpakaian, pengunjung dinilai turut membantu melestarikan nilai budaya dan tradisi yang telah dijaga selama ratusan tahun.