Waspada Beruang di Hutan Hokkaido

image

Pihak berwenang di Hokkaido, wilayah paling utara Jepang, mengeluarkan peringatan kepada masyarakat yang memasuki hutan untuk mencari tanaman liar yang dapat dimakan. Mereka meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman beruang cokelat serta risiko tersesat di daerah pegunungan yang dipenuhi vegetasi lebat.

Aktivitas mencari tanaman liar biasanya meningkat pada musim semi hingga awal musim panas.Sebagai bagian dari kampanye keselamatan, sekitar 20 petugas, termasuk anggota kepolisian, turun langsung ke Kota Kitahiroshima pada Minggu, 10 Mei 2026.

Mereka membagikan selebaran kepada para pengunjung yang melewati jalur pegunungan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi bahaya saat memasuki kawasan hutan.Dalam selebaran tersebut dijelaskan bahwa area hutan di Hokkaido memiliki banyak rumpun bambu yang tumbuh rapat sehingga jarak pandang menjadi terbatas.

Kondisi tersebut membuat orang mudah kehilangan arah ketika berada jauh di dalam hutan. Karena itu, masyarakat diminta memberi tahu keluarga atau kerabat mengenai waktu keberangkatan dan perkiraan kepulangan mereka.Selain itu, warga juga dianjurkan mengenakan pakaian berwarna mencolok seperti merah agar lebih mudah terlihat apabila terjadi keadaan darurat.

Petugas turut menyarankan masyarakat membawa peluit sebagai alat untuk meminta pertolongan ketika tersesat. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses pencarian jika terjadi kecelakaan.Tidak hanya membagikan selebaran, pihak berwenang juga menggunakan helikopter untuk memberikan pengumuman dari udara.

Dalam pengumuman itu, masyarakat diimbau membawa lonceng pengusir beruang, semprotan anti beruang, dan radio komunikasi saat memasuki daerah pegunungan. Perlengkapan tersebut dianggap penting untuk mengurangi risiko serangan satwa liar.

Menurut data kepolisian, terdapat sekitar 300 kasus orang tersesat di hutan Hokkaido dalam lima tahun terakhir hingga tahun lalu. Sekitar 70 persen kasus tersebut terjadi pada bulan Mei dan Juni, saat aktivitas mencari tanaman liar sedang ramai dilakukan. Polisi berharap masyarakat lebih memperhatikan keselamatan agar kecelakaan serupa dapat dicegah.