Gempa 7,7 Guncang Jepang
image

Peta peringatan tsunami dan titik gempa berada (Image by: BBC News)

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah timur laut dan utara Jepang pada Senin, memicu tsunami setinggi hingga 80 sentimeter di sepanjang pantai Pasifik. Badan Meteorologi Jepang segera mengeluarkan peringatan kewaspadaan, mengingat adanya peningkatan risiko gempa besar susulan dalam kurun waktu sepekan ke depan. Guncangan ini menimbulkan kepanikan di berbagai wilayah pesisir, meskipun dampak tsunami yang terjadi tidak sebesar perkiraan awal yang mencapai 3 meter.

Peringatan tsunami sempat diberlakukan untuk sejumlah prefektur seperti Hokkaido, Aomori, dan Iwate, sebelum akhirnya diturunkan menjadi imbauan. Menjelang tengah malam, seluruh imbauan tersebut, termasuk yang mencakup Miyagi dan Fukushima, resmi dicabut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tsunami setinggi 80 sentimeter tercatat mencapai pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate sekitar 40 menit setelah gempa terjadi. Pusat gempa berada di lepas pantai Sanriku dengan kedalaman sekitar 19 kilometer. Getaran gempa juga terasa hingga Tokyo, dengan intensitas mencapai level 5 pada skala seismik Jepang, yang menunjukkan kondisi di mana orang kesulitan berjalan tanpa berpegangan.

image

Ilustrasi tepi laut jepang (Image by:  Deccan Herald)

Sebagai respons terhadap kejadian ini, pemerintah Jepang mengaktifkan sistem peringatan khusus yang mencakup 182 kotamadya di tujuh prefektur, dari Hokkaido hingga Chiba. Sistem yang dikenal sebagai “Peringatan Gempa Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku” ini baru kedua kalinya digunakan sejak diperkenalkan pada Desember 2022. Peringatan tersebut didasarkan pada pengalaman gempa besar tahun 2011, dengan tujuan mengantisipasi kemungkinan gempa berkekuatan minimal 8,0 dalam tujuh hari setelah gempa utama.

Pemerintah melalui Kantor Kabinet juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait prediksi gempa, serta tidak melakukan penimbunan bahan makanan secara berlebihan. Sementara itu, laporan korban menunjukkan beberapa cedera akibat kepanikan saat evakuasi, termasuk warga lanjut usia yang mengalami patah tulang dan seorang wanita muda yang mengalami benturan di kepala.

Di sisi lain, tidak ditemukan adanya anomali pada fasilitas penting seperti pembangkit listrik tenaga nuklir di Higashidori, Onagawa, maupun Fukushima Daiichi dan Daini. Layanan transportasi sempat terganggu, termasuk penghentian sementara Tohoku Shinkansen yang berdampak pada puluhan ribu penumpang, sebelum akhirnya kembali beroperasi normal. Perdana Menteri Jepang pun mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap siaga dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika diperlukan, demi mengantisipasi potensi bencana lanjutan.