Tokyo Perluas WiFi Gratis
image

Bilik Telepon Di Tokyo menjadi WiFi Gratis (Image by : SoraNews24)

Layanan penting yang perlu Anda ketahui jika terjadi bencana kini semakin berkembang, terutama di Jepang. Meskipun penggunaan telepon umum terus menurun di seluruh dunia karena hampir semua orang memiliki ponsel, pemerintah Jepang tetap mempertahankannya sebagai jalur komunikasi vital saat darurat. Berdasarkan undang-undang telekomunikasi, telepon umum diklasifikasikan sebagai “layanan universal” yang wajib tersedia untuk masyarakat.


Di Tokyo, kondisi ini justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan konektivitas kota. Pemerintah Metropolitan Tokyo mengusung strategi “Tokyo Terhubung”, yaitu menciptakan lingkungan di mana penduduk, wisatawan, dan pelaku bisnis dapat tetap terhubung melalui jaringan 5G dan Wi-Fi publik, terutama saat bencana terjadi.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, banyak bilik telepon umum diubah menjadi hotspot Wi-Fi gratis. Proyek ini dijalankan bekerja sama dengan Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East), yang menargetkan sekitar 1.500 dari total lebih dari 10.000 bilik telepon untuk dilengkapi fitur Wi-Fi berbasis OpenRoaming.

OpenRoaming sendiri merupakan sistem yang memungkinkan pengguna mendapatkan akses Wi-Fi gratis dan aman di lebih dari 3,5 juta lokasi di seluruh dunia, hanya dengan satu kali pendaftaran. Setelah terdaftar, pengguna tidak perlu login ulang dan bisa langsung terhubung secara otomatis di berbagai titik yang mendukung layanan ini.

image

Setiap bilik telepon yang dilengkapi Wi-Fi memiliki poster dengan kode QR (Image by : SoraNews24)


Cara menggunakannya pun cukup mudah. Setiap bilik telepon yang sudah dilengkapi Wi-Fi memiliki poster dengan kode QR. Pengguna hanya perlu mengaktifkan Wi-Fi dan memilih jaringan “START_TOKYO_Wi-Fi”, lalu mengikuti proses pendaftaran. Setelah selesai, perangkat akan otomatis terhubung ke jaringan “TOKYO_FREE_Wi-Fi” di lokasi-lokasi yang tersedia.

Menurut Gubernur Yuriko Koike, proyek ini sangat penting karena komunikasi menjadi prioritas utama saat bencana. Selain membantu warga lokal, fasilitas ini juga memberikan kemudahan bagi wisatawan. Dengan perluasan hingga sekitar 3.600 titik dalam beberapa tahun ke depan, Tokyo memastikan bahwa akses komunikasi tetap terjaga, bahkan dalam situasi darurat.