Tiket Museum Jepang Naik
image

Foto tokyo national museum (Image by: soranews24.com)

Badan Urusan Kebudayaan Jepang berencana menerapkan sistem harga tiket dua tingkat di sejumlah museum nasional. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan asing membayar tiket lebih mahal dibandingkan pengunjung domestik. Rencana tersebut muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan mandiri museum sekaligus mengurangi ketergantungan pada dana pemerintah.

Salah satu museum yang akan terdampak adalah Tokyo National Museum yang terletak di Ueno Park. Museum ini dikenal luas sebagai salah satu museum terbaik di Jepang karena koleksi seni dan artefak bersejarahnya yang mencakup berbagai periode penting dalam sejarah Jepang. Bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya dan sejarah Jepang, museum ini menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi.

Museum Nasional Tokyo merupakan bagian dari jaringan museum nasional yang berada di bawah pengelolaan pemerintah Jepang. Badan Urusan Kebudayaan yang berada di bawah Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology ingin agar museum-museum tersebut meningkatkan pendapatan dari sumber mandiri seperti penjualan tiket dan merchandise. Museum yang tidak mampu memenuhi target pendapatan bahkan dapat menghadapi restrukturisasi atau kemungkinan penutupan di masa depan.

image

Foto katana Dojigiri yang berusia seribu tahun, selama pameran khusus di Museum Nasional Tokyo 

(Image by: soranews24.com)

Kebijakan ini akan memengaruhi 12 institusi yang tergabung dalam jaringan museum nasional Jepang. Di antaranya adalah Kyoto National Museum, Nara National Museum, Kyushu National Museum, National Museum of Western Art, serta National Museum of Nature and Science. Beberapa museum tersebut berada di kawasan Ueno, yang merupakan salah satu pusat budaya dan pendidikan di Tokyo.

Pemerintah menargetkan museum-museum tersebut mampu menghasilkan pendapatan setara dengan 65 persen dari biaya operasional mereka pada tahun 2030. Target ini sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan capaian saat ini. Jika pada akhir tahun fiskal 2029 pendapatan museum masih berada di bawah 40 persen dari biaya operasional, maka institusi tersebut dapat menjalani proses restrukturisasi.

Selain mempertimbangkan kenaikan harga tiket, otoritas juga membahas langkah lain untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Beberapa di antaranya adalah memperpanjang jam operasional hingga malam hari serta memperpanjang masa pameran khusus. Namun demikian, pemerintah tetap menilai bahwa sistem harga tiket dua tingkat, yang rencananya paling lambat diterapkan pada Maret 2031, merupakan solusi yang paling realistis di tengah meningkatnya jumlah wisatawan asing dan tekanan ekonomi yang dirasakan penduduk Jepang.