Tsukuba Rekrut Anjing Pekerja
image

Seekor anjing pekerja terlihat di Rumah Sakit Universitas Tsukuba (Image by : Yomiuri Shimbun)

Rumah Sakit Universitas Tsukuba di Tsukuba, Prefektur Ibaraki, berencana mempekerjakan seekor anjing pekerja mulai April tahun depan untuk menemani anak-anak yang dirawat, agar mereka merasa lebih tenang selama perawatan dan pemeriksaan. Ini akan menjadi kali pertama di Jepang sebuah rumah sakit yang berafiliasi dengan universitas negeri menggunakan anjing pekerja sebagai anggota tim medis.

Direktur rumah sakit, Yuji Hiramatsu, memperkenalkan anjing tersebut pada konferensi pers di Universitas Tsukuba. Anjing itu mendemonstrasikan kemampuannya dengan meletakkan wajah di pangkuan seseorang, sebuah pemandangan yang membuat semua orang di ruangan merasa nyaman. Hiramatsu mengatakan, “Kami telah memutuskan untuk merekrut anggota staf baru yang cakap.”

Menurut Shine On! Kids, organisasi nirlaba di Tokyo yang melatih anjing pekerja, hewan-hewan ini pertama kali diperkenalkan di ruang sidang AS dan sejak itu menyebar ke rumah sakit dan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Di Jepang, anjing-anjing pekerja mulai digunakan di Rumah Sakit Anak Shizuoka pada 2010, serta di beberapa rumah sakit di Tokyo dan Prefektur Kanagawa.

Rumah Sakit Universitas Tsukuba menyediakan perawatan medis tingkat lanjut, dengan bangsal anak sekitar 50 tempat tidur dan unit perawatan intensif neonatal bagi anak-anak dengan penyakit serius, seperti kanker dan penyakit sulit disembuhkan, dari seluruh negeri. Hiramatsu percaya bahwa dukungan emosional dari anjing pendamping dapat membantu anak-anak memiliki kekuatan lebih besar untuk menghadapi penyakit mereka.

Rumah sakit berencana mempekerjakan satu anjing baik Labrador Retriever, Golden Retriever, atau campuran kedua ras yang dikenal tenang dan cerdas. Seekor kandidat anjing saat ini sedang menjalani pelatihan di rumah sakit lain. Namun, tantangan finansial cukup besar, dengan biaya awal sekitar ¥7 juta untuk persiapan fasilitas dan pelatihan pawang, serta biaya tahunan sekitar ¥12 juta untuk personel, vaksinasi, dan pelatihan.Untuk membantu pendanaan, Rumah Sakit Universitas Tsukuba akan mengumpulkan ¥22 juta melalui crowdfunding di situs web rumah sakit mulai 4 Maret hingga 1 Mei, dengan dukungan dari Sekisho Corp. dan pihak lain. Hiramatsu menegaskan, “Kita tidak boleh melupakan pentingnya kehangatan dalam memberikan layanan kesehatan, karena itulah yang menyembuhkan hati anak-anak. Kami dengan tulus ingin memohon dukungan dan kerja sama Anda.”