Penyebaran Serbuk Sari Meluas
image

Peta peningkatan persebaran serbuk sari di bagian barat dan timur jepang (Image by: NHK)

Penyebaran serbuk sari tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1,3 kali rata-rata. Kondisi ini dipengaruhi oleh gelombang panas ekstrem pada musim panas tahun lalu. Perusahaan cuaca swasta mengimbau masyarakat untuk bersiap, karena area penyebaran diprediksi meluas dengan cepat mulai akhir Februari seiring kenaikan suhu, terutama di wilayah Jepang timur dan barat.

Menurut Weathernews, serbuk sari sudah mulai terdeteksi di Tokyo serta sembilan prefektur lainnya, termasuk Miyagi dan Fukuoka. Seiring cuaca yang menghangat pada akhir bulan ini, wilayah terdampak diperkirakan akan bertambah luas dan memasuki puncak musim penyebaran.

Jumlah serbuk sari yang dilepaskan diperkirakan sekitar 1,3 kali rata-rata. Beberapa daerah diprediksi mencatat angka di atas normal, antara lain Toyama (166%), Akita (152%), Gifu (144%), Osaka (137%), Fukuoka (122%), dan Tokyo (107%). Peningkatan ini diduga berkaitan dengan pertumbuhan bunga jantan penghasil serbuk sari yang berkembang pesat akibat suhu tinggi pada musim panas lalu.

Perusahaan cuaca mengingatkan bahwa pada hari-hari ketika suhu melampaui 15 derajat Celsius dan angin bertiup kencang, risiko konsentrasi serbuk sari tinggi akan meningkat. Masyarakat dianjurkan mengambil langkah pencegahan seperti memakai masker dan obat tetes mata, serta menepuk futon dan cucian yang dijemur di luar sebelum dibawa masuk ke dalam rumah.

image

Ilustrasi klinik yang meneriima keluhan demam hay (Image by: NHK)

Di sebuah klinik di Minato, Tokyo, jumlah pasien dengan keluhan demam hay seperti hidung berair dan mata gatal mulai meningkat sejak pekan lalu. Pada tanggal 17, pasien terus berdatangan untuk mendapatkan penanganan. Seorang perempuan berusia 60-an yang datang berobat mengaku batuknya memburuk dan memutuskan mencari obat karena sering bermain golf di luar ruangan.

Dokter Kumiko Kishimoto dari klinik tersebut menyampaikan bahwa gejala demam hay dapat diringankan dengan penanganan yang tepat, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri. Ia juga menjelaskan bahwa kondisi alergi bisa semakin parah jika kesehatan usus terganggu, sehingga menjaga kondisi tubuh dan meningkatkan daya tahan menjadi hal yang penting.

image

Yoshio Kuramoto, Direktur Riset Regional, Lembaga Penelitian Kehutanan dan Produk Hutan, Cabang Kansai, Organisasi Penelitian dan Manajemen Kehutanan (Image by: NHK

Terkait prospek ke depan, Keisei Kuramoto, Direktur Riset Regional Cabang Kansai dari Forestry and Forest Products Research Institute yang juga anggota Komite Peninjauan Penanggulangan Demam Hay Pemerintah Metropolitan Tokyo, menjelaskan bahwa dalam sekitar 10 tahun terakhir, periode dari awal penyebaran hingga mencapai puncak menjadi semakin singkat. Selain itu, jumlah serbuk sari cenderung tetap tinggi tanpa cepat menurun, meski penyebab pastinya belum diketahui. Ada risiko musim ini akan cepat mencapai puncak dan berlangsung lama.

Ia juga menambahkan bahwa pola perbedaan tajam antara tahun dengan serbuk sari tinggi dan rendah yang dulu terlihat jelas hingga 1990-an kini semakin melemah. Perubahan iklim, termasuk gelombang panas ekstrem, diduga menjadi salah satu faktor. Cuaca kering dalam waktu dekat juga berpotensi mempercepat penyebaran. Bahkan bagi yang belum bergejala, paparan dalam jumlah besar dapat memicu keluhan, sehingga masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dan tetap mengenakan masker sebagai langkah pencegahan.