Pemerintah Distrik Chiyoda di Tokyo berencana memperkenalkan teknologi tempat sampah pintar (smart trash cans) di kawasan Akihabara, salah satu pusat wisata dan budaya pop paling terkenal di Jepang. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya masalah sampah di area tersebut, yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara setiap harinya.
Pihak distrik mengungkapkan bahwa mereka menerima banyak keluhan dari warga lokal mengenai sampah yang dibiarkan berserakan di jalan, trotoar, dan sekitar fasilitas umum. Meskipun masyarakat setempat dan relawan kebersihan telah melakukan berbagai upaya, jumlah wisatawan yang terus meningkat membuat pengelolaan sampah menjadi semakin sulit.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah distrik berencana memasang sekitar 10 unit tempat sampah pintar di berbagai titik strategis di Akihabara. Perangkat ini dilengkapi teknologi pemadatan otomatis yang mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar seperlima dari ukuran aslinya. Setiap unit dapat menampung hingga 600 liter sampah, sehingga lebih efisien dibandingkan tempat sampah konvensional.
Selain itu, tempat sampah pintar ini terhubung ke internet dan dapat mengirim data secara real-time tentang tingkat kepenuhan wadah. Dengan sistem ini, petugas kebersihan dapat mengatur jadwal pengumpulan sampah secara optimal, mengurangi biaya operasional, dan mencegah tempat sampah meluap.
Pemerintah distrik juga menekankan bahwa Akihabara bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga permukiman bagi penduduk lokal. Mereka menyadari bahwa selama ini ada batasan dalam kemampuan warga dan sukarelawan untuk menangani sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Oleh karena itu, pihak distrik menyatakan tidak lagi berpegang sepenuhnya pada prinsip tradisional Jepang bahwa orang harus membawa pulang sampah mereka sendiri.
Secara umum, Jepang memang dikenal sebagai negara yang minim tempat sampah di ruang publik. Sejak serangan gas sarin pada 1995, banyak tempat sampah umum dihapus karena alasan keamanan. Akibatnya, masyarakat Jepang terbiasa membawa pulang sampah mereka atau membuangnya di tempat khusus seperti di dalam toko atau stasiun. Namun, meningkatnya jumlah wisatawan asing yang tidak terbiasa dengan kebiasaan ini telah memicu masalah baru berupa sampah yang berserakan di area wisata populer.
Langkah pemasangan tempat sampah pintar ini dianggap sebagai bukti bahwa Jepang mulai beradaptasi dengan tantangan pariwisata massal. Pemerintah setempat berharap kebijakan ini dapat menjaga kebersihan kota sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi penduduk dan pengunjung. Mereka berharap inovasi ini menjadi contoh bagi kawasan wisata lain di Jepang dalam menghadapi peningkatan jumlah wisatawan internasional.

Tempat Sampah ini Rencananya akan dipakai di Akihabara