Tukar Kursi Shinkansen Dilarang

image

Foto shinkansen dengan background Gunung Fuji (Image by: JapanTravel.Navitime.com)

Bertukar tempat duduk di Shinkansen kerap dianggap sebagai area abu-abu dalam etiket perjalanan. Banyak penumpang merasa hal ini soal sopan santun, bukan aturan. Namun, bagi Japan Railways (JR), posisinya cukup jelas dan tegas.

Jepang dikenal menjunjung tinggi sikap saling menghormati di ruang publik, termasuk di transportasi umum. Prinsip “tidak merepotkan orang lain” sering kali membuat penumpang ragu menolak permintaan, meski itu berarti mengorbankan kenyamanan sendiri. Perdebatan soal tukar kursi di Shinkansen pun muncul secara berkala.

image

Foto Shinkansen (Image by: SoraNews 24.com)

Sebagian gerbong Shinkansen menggunakan sistem kursi reservasi, mirip dengan pesawat. Masalah muncul ketika penumpang bepergian berkelompok tetapi tidak mendapat kursi berdampingan. Ada pasangan yang ingin duduk bersama, orang tua yang ingin anaknya duduk dekat jendela, atau lansia yang lebih nyaman di kursi lorong.

Situasi ini memunculkan dua pandangan berbeda. Pihak pertama menilai kursi reservasi adalah hak pemegang tiket karena telah dibayar lebih mahal, sehingga tidak ada kewajiban untuk menyerahkannya. Di sisi lain, ada anggapan bahwa karena harga kursi dalam satu gerbong sama, bertukar tempat tidak merugikan siapa pun selama sama-sama memegang tiket reservasi.

image

Tempat duduk shinkansen (Image by: SoraNews24.com)

Japan Railways Group, khususnya JR Central selaku operator Tokaido Shinkansen, memiliki sikap resmi terkait hal ini. Mereka menyatakan bahwa kursi Shinkansen yang telah dipesan hanya boleh digunakan oleh pemegang tiket yang tertera, dan tidak dapat dialihkan ke penumpang lain.

Aturan ini berkaitan dengan sistem operasional Shinkansen yang berbeda dari pesawat. Kereta cepat berhenti di banyak stasiun, dan satu kursi bisa dipesan oleh penumpang berbeda di segmen perjalanan yang berbeda pula. Jika kursi ditukar sembarangan, penumpang yang naik di stasiun berikutnya berpotensi mendapati kursinya sudah ditempati orang lain.

image

Foto Nozomi Shinkansen (Image by: Tourjapan.co.id)

JR juga melarang penumpang kursi reservasi bertukar tempat dengan penumpang tanpa reservasi. Selain perbedaan harga tiket, hal ini menyulitkan pemeriksaan oleh petugas. Penumpang yang duduk di kursi reservasi tanpa tiket yang sesuai bisa dianggap menempati kursi orang lain, meski sebenarnya ada kesepakatan pribadi.

Meski demikian, JR mengakui bahwa dalam praktiknya, pertukaran kursi antarpenumpang dengan tiket reservasi di rute yang sama bisa saja terjadi tanpa masalah. Namun, penumpang tidak memiliki kewajiban untuk menyetujui permintaan tersebut. Jika merasa tertekan atau tidak nyaman, JR menyarankan penumpang untuk melapor kepada petugas agar perjalanan tetap aman dan nyaman.