Lima pekerja Migran Indonesia menerima penghargaan dari kepolisian Kumamoto setelah menolong seorang lansia Jepang berusia 80 thn yang hampir mengalami hipotermia. (Image by: lihkg.com)
KUMAMOTO — Kabar membanggakan kembali datang dari diaspora Indonesia di Jepang. Lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan menerima apresiasi dari Kepolisian Kumamoto setelah menolong seorang lansia Jepang yang hampir mengalami hipotermia di tengah suhu dingin ekstrem.
Kelima PMI tersebut adalah Puji Atun dan Widyawati Firda Saputri asal Cilacap, Novita Rohmah Danti dari Banyumas, Nira Nur Marisa asal Purwakarta, serta Elly Widyawati dari Ponorogo. Mereka bekerja di sektor pertanian di Kota Kumamoto dan sehari-hari bertugas di fasilitas sortir sayuran.
Lima pekerja Migran Indonesia menerima penghargaan dari kepolisian Kumamoto setelah menolong seorang lansia Jepang berusia 80 thn yang hampir mengalami hipotermia. (Image by: Google)
Peristiwa itu terjadi di wilayah Minami-ku pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Saat itu, suhu udara berada di kisaran 10–11 derajat Celsius. Seorang wanita lanjut usia berusia sekitar 80 tahun terlihat berdiri mematung di dalam parit, tanpa sarung tangan maupun penutup kepala, dan diduga tidak mampu keluar sendiri.
Kejadian bermula ketika Puji Atun, Widyawati, dan Novita Rohmah sedang bersepeda sepulang kerja. Mereka mendengar teriakan minta tolong dari arah parit. “Sang nenek terdengar minta tolong, ‘tasukete, tasukete’. Lalu kami berhenti dan langsung membantu,” tutur Novita, seperti dikutip Tribunnews, Minggu (1/2).
Menyadari situasi darurat, ketiganya kemudian memanggil dua rekan mereka yang lebih fasih berbahasa Jepang, yakni Nira Nur Marisa dan Elly Widyawati. Keduanya berlari menuju koban terdekat yang berjarak sekitar 10 menit, namun pos tersebut sedang kosong dan hanya terdapat petunjuk untuk menghubungi nomor darurat 110.
Lima pekerja Migran Indonesia menerima penghargaan dari kepolisian Kumamoto setelah menolong seorang lansia Jepang berusia 80 thn yang hampir mengalami hipotermia. (Image by: lihkg.com)
Sambil menunggu bantuan, kelima PMI berupaya mencegah kondisi hipotermia pada korban. Mereka menyelimuti tubuh sang lansia dengan jas hujan, memberikan topi dan sarung tangan milik mereka sendiri, serta menutup bagian kaki agar tetap hangat. “Kami kasih sarung tangan dan topi supaya tidak kedinginan. Kakinya juga kami tutupi dengan jas hujan,” ungkap mereka.
Sekitar 30 menit kemudian, petugas kepolisian tiba di lokasi. Karena sang lansia tidak mengingat alamat rumahnya, polisi memintanya menuliskan nama dalam aksara Kanji untuk proses identifikasi sebelum akhirnya dibawa ambulans ke fasilitas kesehatan.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaporkan kepolisian kepada perusahaan tempat para PMI bekerja, yakni Fasilitas Sortir Sayuran Kota Kumamoto JA (Japan Agricultural Cooperatives). Pada 29 Januari 2026, kelimanya diundang ke Kantor Kepolisian Kumamoto Minami dan menerima sertifikat penghargaan Kansha-jo. Pimpinan perusahaan, Uchida, menyampaikan kebanggaannya atas sikap para pekerja Indonesia yang dinilai rajin dan berdedikasi sejak perekrutan PMI dimulai pada 2023. Saat ini, kelimanya berstatus Tokutei Ginou 1 dan menargetkan peningkatan ke Tokutei Ginou 2 agar dapat bekerja lebih lama serta membawa keluarga ke Jepang.