Panda Terakhir Tinggalkan Jepang

image

Xiao Xiao dan Lei Lei dari Kebun Binatang Ueno Tokyo (image by: Asahi news)

Dua panda raksasa terakhir yang tersisa di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei dari Kebun Binatang Ueno di Tokyo, berangkat ke China pada Selasa sore. Kepergian keduanya menandai momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya dalam sekitar setengah abad Jepang tidak lagi memiliki panda raksasa.

Panda kembar berusia empat tahun tersebut—masing-masing satu jantan dan satu betina—meninggalkan kebun binatang menggunakan truk khusus. Mereka kemudian diberangkatkan dengan pesawat dari Bandara Narita di Prefektur Chiba menuju Provinsi Sichuan, Tiongkok.

image

Xiao Xiao dan Lei Lei dari Kebun Binatang Ueno Tokyo (Image by: BBC news)

Di Jepang, muncul seruan kuat dari publik agar pemerintah mengupayakan pengganti panda raksasa. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah China akan menyetujui peminjaman panda baru, terutama di tengah memburuknya hubungan kedua negara setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai potensi keadaan darurat di Taiwan.

Para ahli menilai Jepang kemungkinan akan mengalami periode panjang tanpa kehadiran panda. Padahal, selama puluhan tahun, panda raksasa dipandang sebagai simbol persahabatan dan diplomasi antara Jepang dan China.

image

Staf melepas truk yang membawa panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei dari Kebun Binatang Ueno, Tokyo, menuju Tiongkok pada Selasa. (image by: Reuters)

Panda raksasa pertama kali datang ke Jepang pada 1972, ketika sepasang panda bernama Kang Kang dan Lan Lan dihadiahkan oleh China kepada Kebun Binatang Ueno untuk memperingati normalisasi hubungan diplomatik kedua negara. Sejak itu, panda juga dibesarkan di Adventure World di Shirahama, Prefektur Wakayama, serta di Kebun Binatang Kobe Oji di Kota Kobe.

Seluruh panda raksasa yang pernah berada di Jepang dipinjamkan dari China untuk tujuan penelitian dan pengembangbiakan, sehingga status kepemilikannya tetap berada di China, termasuk panda yang lahir di Jepang. Xiao Xiao dan Lei Lei dijadwalkan tiba di China pada Rabu dan akan menjalani karantina di pusat konservasi Ya’an Bifengxia di Sichuan, tempat ibu mereka, Shin Shin, serta kakak perempuannya, Xiang Xiang, saat ini tinggal.