Sistem Baru Kartu MyNumber
image

Pemerintah Jepang Resmi Terapkan Sistem Baru My Number (Image by Google)

Pemerintah Jepang resmi meluncurkan sistem identifikasi asuransi kesehatan berbasis Kartu My Number sebagai langkah besar dalam transformasi digital layanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Sistem baru ini dirancang untuk menyatukan data identitas individu dengan informasi asuransi kesehatan, sehingga proses administrasi di fasilitas medis menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Pemerintah menilai bahwa digitalisasi ini penting untuk menghadapi tantangan demografis Jepang yang semakin menua serta kebutuhan efisiensi dalam sistem kesehatan nasional.

image

Pada Sistem Baru Untuk Klaim Asuransi Wajib Menunjukkan Kartu My Number (Image by Google)

Mulai Selasa (02/12/2025), seluruh peserta asuransi kesehatan diwajibkan menunjukkan Kartu My Number yang telah didaftarkan sebagai sertifikat asuransi ketika berkunjung ke rumah sakit, klinik, atau apotek. Masyarakat dapat mendaftarkan kartu mereka melalui tiga metode, yakni di fasilitas medis atau apotek yang bekerja sama, melalui ATM Seven Bank, atau melalui portal resmi pemerintah, Mynaportal. Opsi pendaftaran yang beragam ini disediakan agar masyarakat dapat beralih ke sistem baru dengan lebih mudah dan cepat.

Bagi warga yang belum melakukan transisi, pemerintah telah mengeluarkan Sertifikat Kelayakan Asuransi Kesehatan sebagai alternatif. Sertifikat ini memiliki masa berlaku hingga lima tahun, memberikan waktu tambahan bagi mereka yang masih beradaptasi. Meskipun kartu asuransi lama sudah kedaluwarsa pada Senin (01/12/2025), pemerintah tetap mengizinkan penggunaannya hingga akhir Maret 2026. Kebijakan transisi ini diambil untuk mencegah kebingungan dan antrean panjang di rumah sakit maupun apotek selama tahap awal implementasi sistem baru.

image

Dengan Adanya Sistem Baru Diharapkan Dapat Memberikan Dampak Yang Baik (Image by Google)

Hingga Oktober 2025, tercatat sekitar 87,3 juta Kartu My Number telah terintegrasi dengan data asuransi kesehatan, setara dengan hampir 87 persen dari seluruh pemegang kartu tersebut. Namun, tingkat penggunaannya di lapangan baru mencapai sekitar 37 persen, menandakan masih adanya kesenjangan antara pendaftaran dan pemanfaatan nyata. Pemerintah dan Kementerian Kesehatan berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat melalui kampanye edukasi serta peningkatan infrastruktur di fasilitas kesehatan.

Salah satu manfaat utama dari integrasi ini adalah kemampuan untuk berbagi informasi resep secara otomatis antar rumah sakit dan apotek, tentunya dengan persetujuan pasien. Fitur ini diyakini dapat mencegah terjadinya duplikasi obat, kesalahan dosis, dan risiko interaksi obat yang berbahaya. Selain itu, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien dengan lebih cepat, sehingga kualitas diagnosis dan perawatan dapat meningkat. Pemerintah berharap implementasi menyeluruh sistem My Number ini akan menciptakan layanan kesehatan publik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jepang.