Restoran Mi Tanpa Awak Ueno

image

Mie Tanpa Awak Di Ueno (Image by SoraNews24)

Berjalan hingga ke ujung peron di Stasiun Ueno, Tokyo, ternyata bisa menghadirkan pengalaman kuliner yang tak terduga. Di Jepang, rasa lapar dan perjalanan tidak pernah menjadi masalah, karena hampir setiap stasiun menyediakan berbagai pilihan makanan di dalam area gerbang tiket. Salah satu yang paling ikonik adalah kedai mi soba di peron, tempat juru masak cepat saji menyiapkan semangkuk mi hangat hanya dalam beberapa menit, sempurna bagi para penumpang yang harus buru-buru mengejar kereta.

Salah satu kedai paling terkenal di Ueno adalah Sotei, yang terletak di tengah peron Joban Line, antara jalur 11 dan 12. Dengan sekitar setengah juta orang melintasi stasiun setiap hari, Sotei bukanlah satu-satunya pilihan. Bahkan di peron yang sama, terdapat beberapa kedai soba lainnya, membuktikan bahwa mi soba adalah favorit para penumpang Tokyo yang mencari makan cepat tanpa mengorbankan rasa.

image

Jika Anda bersedia berjalan lebih jauh hingga ujung peron, Anda akan menemukan Self Eki Soba, yang berarti “Soba Stasiun Mandiri”. Kedai ini menawarkan konsep unik: pelayanan yang mandiri dan menu yang sedikit berbeda dari Sotei, meski sama-sama menyajikan soba. Keberadaan dua kedai soba di satu peron mungkin jarang ditemui, tetapi di Ueno, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin mengeksplorasi rasa dan pengalaman makan yang berbeda dalam satu lokasi. Yang membuat Self Eki Soba menonjol adalah sentuhan kreatif pada rasa kuahnya. Salah satu bahan unik yang digunakan adalah yuzu kosho, pasta pedas dari perpaduan jeruk yuzu dan cabai. Aroma citrus yang segar berpadu dengan rasa pedas yang hangat, menghadirkan sensasi berbeda dari soba peron biasa. Setiap tegukan kuahnya terasa menggoda, memberikan pengalaman kuliner yang sederhana namun memikat bagi siapa saja yang lewat. Selain rasa, kebersihan dan kenyamanan kedai juga patut diapresiasi. Interiornya rapi dan bersih, berkat kombinasi petugas yang rutin membersihkan serta kesadaran pelanggan untuk menjaga kerapian. Dengan rasa autentik, konsep unik, dan pengalaman bersantap yang cepat namun menyenangkan, Self Eki Soba menjadi alasan yang sempurna untuk berjalan sampai ke ujung peron dan menikmati sisi lain dari kehidupan stasiun Tokyo yang sibuk.

Jam Stasiun Kereta Jepang Dijual

image

Jam peron JR East kini bisa kamu bawa pulang (Image by SoraNews24)

Dilengkapi dengan alarm bel keberangkatan khas stasiun, jam stasiun kereta Jepang ini menjadi cara unik untuk bangun pagi seolah Anda sedang menunggu kereta berangkat. Jam ini terinspirasi dari jam peron di stasiun-stasiun yang dioperasikan oleh East Japan Railway (JR East), yang terkenal dengan desain pelat jam berwarna kuning-hijau neon yang tampak berpendar. Suara dan tampilannya begitu ikonis sehingga banyak penggemar kereta Jepang menganggapnya sebagai simbol khas perjalanan sehari-hari di negeri tersebut.

image

Jam ikonik tersebut setia menyapa para penumpang setiap harinya (Image by SoraNews24)

Takarajimasha, perusahaan penerbitan asal Tokyo yang dikenal sebagai spesialis “mook” atau “buku majalah”, merilis versi miniatur jam stasiun ini sebagai bagian dari produk eksklusif mereka. Berbeda dengan majalah biasa, mook hadir dalam bentuk paket kardus yang berisi produk premium, disertai selebaran mengilap yang memuat informasi lengkap seputar barang tersebut. Untuk rilisan kali ini, mereka mereproduksi jam stasiun JR East dengan ketelitian yang luar biasa tinggi.

image

Hadir dengan desain yang akurat, persis seperti aslinya (Image by SoraNews24)

Jam ini hadir dengan berbagai detail autentik, mulai dari logo JR East yang familiar, pelat jam yang tampak berpendar, hingga jarum jam dengan bentuk khas yang identik dengan jam peron aslinya. Bahkan bingkai jam direplikasi sedemikian rupa agar sesuai dengan desain aslinya. Dengan lebar 13,4 sentimeter, tinggi 10 sentimeter, dan ketebalan 4,1 sentimeter, jam ini berukuran ideal untuk ditempatkan di meja kerja maupun meja samping tempat tidur.

image

Takarajima, sebagai produsen benar benar memperhatikan detail produk rilisan terbarunya (Image by SoraNews24)

Tidak hanya tampilannya yang memukau, kualitas suaranya juga diperhatikan dengan serius. Alarm jam ini dibuat oleh Eiraku Electric, perusahaan Jepang yang telah beroperasi selama 75 tahun. Terdapat dua jenis nada alarm tinggi dan rendah yang bisa dipilih. Selain itu, tersedia pula dua pilihan “suara bel keberangkatan kereta sungguhan” yang dapat diaktifkan dengan menekan tombol, memberikan sensasi seolah-olah Anda benar-benar berada di peron JR East.

image

Siap dirilis pada 14 Januari mendatang, persiapkan dirimu dan jangan sampai kehabisan ya (Image by SoraNews24)

Jam ini juga dilengkapi dengan lubang pengait di bagian belakang, sehingga dapat digantung di dinding. Ketika dipasang sedikit lebih tinggi dari pandangan mata, jam ini memberikan ilusi visual yang membuat Anda merasa sedang menatap jam peron di stasiun sebenarnya. Perpaduan desain autentik dan suara khas stasiun menjadikannya koleksi sempurna bagi para penggemar kereta api Jepang. "Buku Jam Stasiun Hijau JR East" akan dirilis pada 14 Januari dengan harga 3.422 yen (sekitar US$21,88). Mengingat tingginya minat dan kemungkinan pre-order yang cepat habis, pembeli disarankan untuk segera mengamankan pesanan melalui situs ritel seperti Takarajimasha, Rakuten Books, Amazon Jepang, dan Yodobashi sebelum stoknya lenyap dari pasaran.