Sotetsu Jual Gerbang Tiket Asli
image

Barang bekas milik Sotetsu akan menjadi harta karun orang lain (Image by SoraNews24)

Ketika sebuah kereta api berhenti beroperasi di Jepang, operator biasanya tidak membiarkannya begitu saja menjadi rongsokan. Sebaliknya, berbagai bagian kereta tersebut dijual sebagai kenang-kenangan kepada para penggemar. Tradisi ini sudah lama menjadi bagian dari budaya perkeretaapian Jepang, di mana benda sederhana seperti tali tangan, bantalan kursi, hingga plat tujuan dapat memiliki nilai emosional yang besar. Bagi sebagian orang, benda-benda itu menjadi pengingat perjalanan berkesan, sementara bagi yang lain menjadi simbol kedekatan mereka dengan kereta yang menemani rutinitas harian.

Namun, Perusahaan Kereta Api Sagami lebih dikenal sebagai Sotetsu baru-baru ini mengambil langkah yang jauh lebih berani dengan menawarkan suvenir “super premium”. Perusahaan yang mengoperasikan tiga jalur utama di Prefektur Kanagawa, wilayah selatan Tokyo, mengumumkan bahwa mereka menjual gerbang tiket otomatis bekas pakai dari stasiun mereka. Ini bukan suvenir kecil, melainkan peralatan stasiun berukuran besar yang biasanya hanya dilihat penumpang saat tap masuk atau keluar stasiun.

image

Sotetsu menyarankan untuk membeli satu set untuk mendapatkan pengalaman sepenuhnya (Image by SoraNews24)

Gerbang tiket yang dijual adalah dua unit dari seri Omron PG-R, masing-masing dilengkapi panel untuk menerima tiket fisik maupun pembayaran non-tunai. Karena kedua unit tersebut dirancang bekerja sebagai satu lorong dua arah, pembeli disarankan mengambil satu set lengkap untuk menciptakan kembali pengalaman layaknya pintu masuk stasiun sungguhan. Mengingat tingkat kompleksitasnya, harga yang ditetapkan pun tidak main-main: 200.000 yen (sekitar US$1.335) per unit, atau 400.000 yen untuk satu set. Untuk mempermudah pembeli, Sotetsu bahkan menambahkan roda kecil di bagian bawah setiap unit agar gerbang ini bisa dipindahkan di dalam rumah atau lokasi lainnya tanpa terlalu merepotkan.

image

Meski harga yang ditawarkan cukup tinggi tetapi permintaan justru melebihi persediaan (Image by SoraNews24)

Meskipun harganya tergolong tinggi dan ukurannya tidak kecil, penawaran ini justru mendapat sambutan luar biasa dari publik. Dalam periode pendaftaran 14–24 November, Sotetsu menerima setidaknya tujuh permohonan pembelian, jumlah yang melebihi ketersediaan gerbang yang dilepas pada batch kali ini. Karena peminat lebih banyak daripada unit yang tersedia, perusahaan pun memutuskan memilih pembeli melalui undian acak. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya dedikasi para penggemar kereta di Jepang bahkan untuk barang yang tidak lazim ditempatkan di rumah. Sayangnya, banyak penggemar baru mengetahui kabar ini ketika pendaftaran sudah ditutup. Namun, peluang serupa kemungkinan besar akan terbuka lagi. Sotetsu telah merencanakan renovasi besar-besaran terhadap gerbang tiket mereka hingga setidaknya musim semi tahun 2027. Artinya, lebih banyak unit gerbang tiket otomatis kemungkinan akan dinonaktifkan dan dilepas untuk dijual. Bagi para kolektor dan penggemar kereta api, ini bisa menjadi kesempatan langka untuk memiliki bagian asli dari infrastruktur perkeretaapian Jepang dan sekaligus menambah warna pada hobi mereka.