Pemerintah Kyoto Pangkas Bambu di Arashiyama
image

Image by: google.com

Pemerintah Kota Kyoto tengah menguji cara untuk mencegah wisatawan mengukir grafiti pada hutan bambu Chikurin no Komichi di Arashiyama dengan memangkas batang-batang yang berada dalam jangkauan. Pemangkasan dilakukan pada batang yang tercoret maupun yang masih utuh agar tidak dapat disentuh pengunjung.

Rencana ini disepakati dalam pertemuan antara pemerintah kota dan organisasi pelestarian Arashiyama pada 5 November. Keesokan harinya, staf pemerintah meninjau area di pintu masuk jalur tersebut dan memilih 22 batang bambu untuk dipangkas di area sepanjang 30 meter.

Pengerjaan pemangkasan akan dilakukan oleh perusahaan jasa becak lokal serta organisasi nonprofit Kyoto Hatsu Take Ryuiki Kankyo Net, yang fokus pada isu kehutanan terlantar. Keterlibatan pihak lokal ini diharapkan membantu menjaga kelestarian kawasan.

image

Image by: asahi.com

Dalam pertemuan itu, warga setempat menyampaikan pendapat, termasuk kekhawatiran bahwa membiarkan grafiti akan memicu pelaku peniru. Mereka meminta pemerintah memperkuat upaya edukasi etika berwisata. Ada pula saran untuk mengambil langkah hukum lebih tegas, seperti yang dilakukan Singapura.

image

Image by: google.com

Chikurin no Komichi dan area sekitarnya merupakan bagian dari “Zona Konservasi Khusus Ogurayama untuk Lanskap Bersejarah” yang dilindungi berdasarkan undang-undang pelestarian ibu kota kuno. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga keindahan dan suasana khas Arashiyama.

Kasus grafiti meningkat pesat sejak musim semi. Investigasi pemerintah kota pada Oktober menemukan sekitar 350 batang bambu telah dicoret, sebagian besar menggunakan huruf Romawi, serta beberapa dalam bahasa Jepang, Mandarin, dan Hangul.