Baby Hatch Pertama Rumah Sakit di Tokyo

MAINICHI.JP (2)

Image by: mainichi.jp

Rumah Sakit San-ikukai yang terletak di Distrik Sumida, Tokyo, telah resmi membuka layanan "Baby Hatch" pada 31 Maret 2025. Ini menjadi pertama kalinya rumah sakit tersebut menyelenggarakan program ini, menjadikannya sebagai rumah sakit kedua di Jepang yang mengadopsi layanan serupa setelah Rumah Sakit Jikei di Prefektur Kumamoto, yang lebih dahulu memperkenalkannya pada tahun 2007. Langkah ini menandai komitmen serius San-ikukai dalam menjawab tantangan sosial terkait kasus penelantaran bayi.

Program "Baby Hatch" dirancang sebagai solusi alternatif bagi para orang tua—terutama ibu—yang merasa tidak sanggup membesarkan anaknya karena berbagai alasan, termasuk tekanan ekonomi, sosial, atau psikologis. Sistem ini memungkinkan orang tua meninggalkan bayi mereka secara anonim tanpa harus mengungkapkan identitas diri, dengan harapan bayi tersebut bisa mendapatkan perawatan dan perlindungan yang layak dari negara maupun lembaga terkait.

MAINICHI.JP

Image by: mainichi.jp

San-ikukai menegaskan bahwa mereka ingin menjadi garda terakhir dalam melindungi nyawa bayi-bayi yang rentan ini. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya jumlah kehamilan tidak terencana serta kasus penelantaran bayi yang terjadi di berbagai wilayah. Selain layanan "Baby Hatch", rumah sakit ini juga memperkenalkan sistem "kelahiran rahasia", yaitu layanan di mana wanita dapat melahirkan secara aman tanpa harus menyatakan identitas diri mereka kepada publik, kecuali kepada pihak rumah sakit.

Untuk mendukung pelaksanaan "Baby Hatch", San-ikukai menetapkan ketentuan bahwa bayi yang dapat diterima berusia hingga empat minggu. Rumah sakit juga akan menyediakan informasi dan panduan lengkap bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penitipan, seperti kesehatan bayi dan keamanan prosedur, juga akan dijelaskan dengan transparan kepada para orang tua.

Screenshot 2025-05-01 215642

Image by: japantoday.com

Terkait bayi-bayi yang dititipkan melalui sistem ini, Rumah Sakit San-ikukai akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tokyo yang memiliki otoritas atas pusat kesejahteraan anak. Pemerintah setempat berencana membentuk sebuah komite verifikasi khusus. Komite ini bertugas untuk memastikan bahwa prosedur penitipan dilakukan sesuai standar serta untuk memantau nasib bayi-bayi tersebut setelah mereka diserahkan.

Dengan diluncurkannya kembali layanan ini, Jepang menunjukkan langkah konkret dalam mengatasi masalah sosial yang rumit seperti kehamilan tak diinginkan dan penelantaran bayi. San-ikukai berharap bahwa program ini tidak hanya menjadi tempat perlindungan terakhir bagi bayi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih terbuka membicarakan isu-isu kehamilan dan pengasuhan anak, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat nasional.