Image by Google.com
Pada Selasa malam, gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang kawasan Ishikawa dan prefektur lainnya di Jepang bagian tengah, menurut laporan Badan Meteorologi Jepang (JMA). Meskipun gempa ini cukup kuat, pihak berwenang tidak mengeluarkan peringatan tsunami. Kejadian ini menjadi perhatian karena wilayah tersebut sedang dalam proses pemulihan setelah gempa besar yang terjadi pada Hari Tahun Baru.
Gempa terjadi pada pukul 10:47 malam, dengan intensitas yang tercatat 5 pada skala intensitas seismik Jepang. Wilayah yang mengalami guncangan terkuat adalah Wajima dan Shika di Semenanjung Noto, yang keduanya mencatatkan angka tertinggi 7 pada skala tersebut. Noto sendiri adalah kawasan yang saat ini masih memulihkan diri dari dampak gempa besar yang mengguncang kawasan itu pada awal tahun ini. Awalnya, JMA melaporkan gempa tersebut dengan kekuatan 6,4 SR, tetapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, angka tersebut direvisi menjadi 6,6 SR. Kedalaman gempa yang semula diperkirakan 10 km, juga dikoreksi menjadi 7 km dari permukaan laut.
Pemerintah setempat melaporkan bahwa akibat gempa ini, seorang wanita berusia 70-an di Tsubata terluka dan menerima perawatan medis. Di kota Suzu, Keiko Sakamoto, seorang operator izakaya berusia 72 tahun, menyatakan kekhawatirannya akan potensi runtuhnya rumah tua di sekitarnya yang sudah rusak parah akibat gempa pada Tahun Baru dan sedang dalam proses penghancuran. Di Suzu, guncangan tercatat dengan intensitas 4 pada skala Jepang, meskipun kerusakan tidak dilaporkan secara signifikan.
Sebagai langkah pencegahan, layanan kereta peluru di jalur Hokuriku Shinkansen, antara Toyama dan Kanazawa, dihentikan sementara setelah gempa terjadi. Namun, tidak ada laporan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur transportasi maupun fasilitas penting lainnya. Pembangkit listrik tenaga nuklir Shika yang terletak di Prefektur Ishikawa juga tidak mengalami masalah, menurut pernyataan dari Hokuriku Electric Power Co., yang mengonfirmasi bahwa operasi pembangkit berjalan normal setelah kejadian tersebut.
Selama gempa, guncangan dengan intensitas seismik 1 atau lebih tinggi dilaporkan di wilayah yang sangat luas, mencakup daerah dari timur laut hingga barat Jepang. Badan Meteorologi Jepang terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pemerintah daerah dan layanan darurat siap memberikan bantuan jika diperlukan, sementara otoritas setempat bekerja untuk memastikan keselamatan masyarakat.