Di kalangan bisnis Jepang yang didominasi laki-laki, perempuan sering kali kurang mendapat empati dari atasan dan kolega mengenai perlunya mengambil cuti menstruasi. Namun, survei terkini oleh Kantor Kabinet menunjukkan bahwa memberikan cuti semacam itu dapat meningkatkan kondisi tempat kerja bagi perempuan. Beberapa perusahaan mulai mengambil langkah perbaikan dengan mengadakan program pelatihan, di mana pekerja pria dapat "merasakan" nyeri haid dengan menggunakan bantalan elektroda yang ditempelkan di perut bagian bawah. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi wanita, sekaligus mengamankan sumber daya manusia. Melalui program ini, penyelenggara berharap dapat meningkatkan pemahaman dan simpati di tempat kerja dengan membiarkan para pria merasakan sensasi nyeri haid. Pada tanggal 7 Oktober, sekitar 20 karyawan, baik pria maupun wanita, berpartisipasi dalam pelatihan yang diadakan di Kantor Pusat Global Nissan Motor Co. di Yokohama. Para peserta menempelkan bantalan elektroda dan menggunakan perangkat realitas virtual bernama "Perionoid," yang mereproduksi tiga tingkat rasa sakit: lemah, sedang, dan kuat. Tingkat yang kuat dikatakan mirip dengan rasa sakit yang dialami oleh 80 persen wanita saat menstruasi. Saat tombol "kuat" dinyalakan, peserta pria mengungkapkan ketidakmampuan mereka untuk bekerja dengan rasa sakit yang terus-menerus. Seorang karyawan laki-laki berusia 30 tahun berpartisipasi karena ingin memahami pengalaman istrinya yang menderita kram menstruasi. "Saya benar-benar bisa memahami rasa sakitnya," ujarnya. "Saya ingin membayangkan rasa sakit orang lain dan memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang." Pada tanggal 16 Oktober, Panasonic Connect Co. mengadakan acara pelatihan serupa dengan sekitar 50 karyawan berpartisipasi. CEO perusahaan, Yasuyuki Higuchi, yang juga merasakan penderitaan tersebut, menyatakan pentingnya memahami perasaan perempuan, yang jumlahnya masih minoritas di banyak perusahaan. Meskipun karyawan di perusahaan tersebut diizinkan mengambil cuti karena kram menstruasi, Higuchi menekankan pentingnya menciptakan budaya kerja yang memudahkan pengambilan cuti. Menurut Linkage, perusahaan berbasis di Tokyo yang menyediakan program pelatihan, dalam setahun terakhir, sesi pelatihan menggunakan Perionoid telah dilakukan di lebih dari 100 perusahaan, tanpa memandang jenis industri atau ukuran, termasuk di tempat kerja yang didominasi laki-laki. Survei yang dilakukan oleh Kantor Kabinet pada tahun fiskal 2023 tentang kesadaran kesehatan pria dan wanita menanyakan kepada 20.000 responden, “Pertimbangan seperti apa terhadap masalah kesehatan khusus wanita yang akan memudahkan Anda bekerja?” Di antara responden perempuan berusia 20 hingga 39 tahun, 28 persen menyatakan bahwa menciptakan lingkungan yang memudahkan pengambilan cuti menstruasi adalah faktor penting.
Image by Akihiro Nishiyama