Kereta Bawah Tanah Tertua Di Buka Untuk Umum

Setiap hari, enam setengah juta orang menggunakan sembilan jalur Tokyo Metro, yang merupakan bagian dari jaringan transportasi kompleks di Tokyo dan sekitarnya. Pada hari Rabu, Tokyo Metro akan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) terbesar Jepang dalam enam tahun, dengan tujuan mengumpulkan lebih dari $2 miliar untuk melunasi utang pemerintah akibat gempa bumi dan tsunami besar pada 2011. Didirikan pada 2004, Tokyo Metro mengoperasikan 195 kilometer jalur kereta bawah tanah yang terhubung dengan sistem kereta lainnya di wilayah Tokyo Raya. Kereta bawah tanah Tokyo, yang pertama di Asia sejak 1927, dikenal dengan kereta ber-AC yang tepat waktu dan bersih. Sistem ini mengintegrasikan empat jalur kereta bawah tanah yang dikelola pemerintah Tokyo dan jalur kereta atas tanah seperti Jalur Yamanote. Setiap stasiun Tokyo Metro juga memiliki jingle unik yang dimainkan ketika kereta tiba. Pada IPO ini, sebagian besar saham masih dimiliki oleh pemerintah Jepang dan Tokyo, dengan rencana untuk mengurangi kepemilikan menjadi sekitar 50 persen. Investor tampaknya antusias terhadap IPO ini, yang menawarkan potensi investasi stabil karena "volatilitas rendah." Dana yang terkumpul dari IPO ini akan digunakan untuk membayar kembali obligasi rekonstruksi pasca-bencana. Selain itu, Tokyo Metro dilengkapi dengan sistem canggih yang memungkinkan kereta berhenti sebelum terjadi gempa besar, dan mengoperasikan tangki banjir bawah tanah untuk melindungi kota dari bencana alam.


_w850 (2)

Image by AFP