Cuaca Panas Hancurkan Buah Ceri Terkenal di Yamagata

Suhu Panas yang Tinggi Sebabkan Hancurnya Ceri Terkenal di Yamagata

Yamagata - Cuaca Panas telah menghancurkan panen ceri di Prefektur Yamagata musim ini, yang menyebabkan menurunnya panen buah khas lokal Yamagata tersebut semenjak Era Heisei dimulai (1989-2019).

Hasil panen musim ini diperkirakan turun hingga dibawah angka 9.000 ton untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Pemerintah Prefektur Yamagata melaporkan keadaan produksi dan penjualan ceri musim ini pada pertemuan dewan tanggal 29 Agustus yang mempromosikan nilai merek ceri Yamagata.

Dewan ini berisikan anggota dari kelompok petani, pedagang buah, dan pemerintah prefektur.

Perkiraan hasil panen tahun ini adalah sebanyak 8.700 ton, turun 33% dari tahun ke tahun dan 35% lebih kecil dari panen tahunan rata-rata.

Hasil tahunan dibawah 10.000 ton pertama kali terjadi pada 2021 dimana hanya panen sebanyak 9.160 ton. Sementara pada tahun 1994 pernah tidak mencapai 9.000 ton, hanya 8.570 ton saja.

Penjualan ceri dari Yamagata turun sebanyak 53% dalam volume dan 38% dalam nilai tahun ke tahun.

Pada pertengahan Mei, sebuah komite investigasi tanaman memperkirakan hasil panen ceri musim ini sebesar 12.100 ton, sedeikit lebih kecil dari panen tahunan rata-rata

Namun, pada pertengahan Juni, suhu di prefektur Yamagata mencapai diatas 30 derajat, sehingga menyebabkan buah cepat matang.

Cuaca ekstrim juga memperpendek waktu panen, dan tenaga kerja yang tersedia tidak dapat mengumpulkan semua ceri matang pada periode tersebut.

Perwakilan pedagang buah mengatakan pada pertemuan 29 Agustus bahwa mereka terpaksa menolak permintaan pengiriman buah ceri Yamagata ke luar prefektur. Mereka khawatir pembeli mungkin mulai mencari buah ceri di tempat lain mulai tahun depan.