Shinkansen Berhenti Darurat Akibat Insiden Kereta Terlepas
Kereta Peluru Berhenti Darurat Akibat adanya Insiden Kereta Terlepas dalam Perjalanan Menuju Tokyo

Shinkansen melakukan pemberhentian darurat antara Jepang Timur Laut dengan Tokyo pada Kamis setelah dua kereta api yang terhubung terlepas, kata operator JR East, tetapi untungnya tidak ada korban luka dari 320 orang didalamnya.

Insiden ini melibatkan kereta cepat Komachi dan Hayabusa di Jalur Kereta Peluru Tohoku menandai pertama kalinya kereta tersebut terlepas saat sedang melaju.

Masalah tersebut terjadi pada pukul 08:10 pagi antara stasiun Furukawa dan Sendai di Prefektur Miyagi. Sebanyak 72 kereta di Jalur Tohoku, Yamagat, dan Akita Kereta Peluru dibatalkan dan 35 ditunda, yang mempengaruhi 45.000 penumpang.

Tidak ada gerbong yang tergelincir, JR East menghentikan sementara semua layanan kereta peluru antara Tokyo dan Shin-Aomori di Prefektur Aomori untuk keperluan pemeriksaan. Layanan kereta kembali beroperasi sekitar pukul 13:10 siang setelah penyelesaian pemeriksaan kereta Hayabusa dan Komachi di lokasi dan memindahkannya ke stasiun Sendai.

Penyebab insiden sedang diselidiki namun tidak ada kelianan eksternal yang ditemukan pada coupler, menurut JR East.

Kereta tersebut terhubung di stasiun Morioka dan sedang menuju Tokyo dengan kecepatan 315 km/jam saat kereta tersebut terpisah. Komachi sekitar 300 m dari Hayabusa setelah pemberhentian darurat dilakukan.

JR East adalah satu-satunya operator di Jepang yang memasangkan kereta dengan komposisi berbeda untuk layanan Kereta Peluru, dan penyambungan dan pemisahan kereta merah Komachi dan hijau Hayabusa di Morioka menarik banyak penggemar kereta api.


Follow IG kami untuk update tercepat!

X
× How can I help you?