Kaum Muda Jepang Semakin Banyak yang Menggunakan Aplikasi Perjodohan (Dating Apps)
Survei pemerintah menunjukkan bahwa kaum muda Jepang kini lebih memilih mencari pasangan melalui aplikasi kencan atau aplikasi perjodohan. Hal ini membuat otoritas terkait mulai mempertimbangkan cara agar lebih banyak orang menikah dengan memanfaatkan jejaring sosial.
Badan Anak-Anak dan Keluarga melakukan jajak pendapat terhadap 20.000 orang berusia 15 hingga 39 tahun tentang pernikahan. Ini merupakan survei pertama yang dilakukan oleh badan tersebut.
Salah satu pertanyaan bagi mereka yang sudah menikah adalah bagaimana mereka bertemu dengan pasangannya. Kurang lebih seperempat jawaban menyatakan mereka bertemu pasangannya via aplikasi perjodohan.
Lebih dari 20% responden menyatakan bahwa mereka bertemu pasangannya melalui pekerjaan dan hampir 10% bertemu di sekolah. 9% mengatakan teman atau keluarga yang memperkenalkan mereka dan 5% bertemu di pesta/kegiatan lainnya.
Pemerintah melihat hasil survei tersebut membuktikan bahwa media sosial memainkan peran lebih besar dalam menyatukan pasangan muda.
Mempromosikan perjodohan yang aman melalui media sosial hanya salah satu langkah yang direncanakan untuk dibahas oleh otoritas terkait. Dukungan bagi konseling pernikahan yang dilakukan oleh sektor swasta dan pemerintah daerah juga akan diperluas.
Image by Kompasiana