Jepang Waspada Lonjakan Kasus STSS

Otoritas Kesehatan di Jepang mengimbau warganya untuk mewaspadai peningkatan infeksi bakteri strep (streptococcus) A. Penyakit dari strep a ini dikenal sebagai STSS (streptococcal toxic shock syndrome). Pasalnya, kasus infeksi bakteri yang menyebabkan STSS dengan tingkat kematian mencapai 30% ini meningkat dibandingkan tahun 2023. Peningkatan kasusnya dilaporkan mencapai tiga kali lipat. Jumlah kasus STSS yang dilaporrkan tahun lalu baik di tokyo maupun Jepang adalah yang tertinggi yang pernah tercatat. Pada 17 maret 2024, jumlah pasien meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Untuk saat ini laporan sebagian besar tejadi pada orang lanjut usia. Namun tahun lalu jumlah laporan pada orang muda berusia 40-an juga mulai meningkat.

Meski begitu, ahli menyatakan hal ini tidak akan menyebabkan pandemi. Prof. Hitoshi Honda, merespons terkait lonjakan kasus infeksi bakteri strep A di Jepang. Prof. Hitoshi menyebut kasus ini tak akan menyebabkan status pandemi seperti Covid-19. Prof. Hitoshi menyatakan penyakit strep a ini bukanlah penyakit pernapasan seperti pneumonia, covid-19, atau tuberkulosis. Meskipun sama-sama infeksi melalui droplet, cara penularannya cukup berbeda dengan infeksi saluran pernafasan. Prof. Hiroshi menyatakan penyakit ini tidak menginvasi streptococcus, sehingga tidak akan menyebakan pandemi besar seperti kasus covid-19. Apalagi sejak covid-19 orang-orang seharusnya sudah mawas tentang pengendalian penyakit menular. Orang-orang hanya perlu melaksanakan praktik pengendalian infeksi seperti biasanya. Cuci tangan yang teratur dapat mencegah penularan streptococcus.

otoritas kesehatan jepang himbau untuk waspadai penyakit menular stss akibat lonjakan kasus sebesar 3 kali lipat dibanding tahun lalu
Jepang himbau untuk waspadai penyakit menular bakteri strep A
Image by RyanKing999

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *