Di Jepang bagian barat, terjadi hujan deras akibat ketidakstabilan atmosfer. Sementara di Jepang bagian timur dan wilayah Tohoku, diperkirakan akan mengalami badai dan gelombang tinggi. Fenomena ini disebabkan karena pengaruh dari siklon rendah yang disertai dengan sebuah front. Kondisi atmosfer di Jepang bagian barat menjadi sangat tidak stabil, dengan hujan deras terjadi di wilayah Shikoku.
Hujan diperkirakan akan meluas ke arah timur, dan meluas hingga sisi Pasifik Jepang bagian timur dan Tohoku. Diperkirakan akan mengalami angin kencang yang sangat kuat dan gelombang tinggi hingga tanggal 13 Maret. Badan Meteorologi memperingatkan untuk waspada terhadap badai dan gelombang tinggi, serta untuk memperhatikan kemungkinan bencana longsor dan genangan air di daerah rendah.
Menurut Badan Meteorologi, siklon rendah yang disertai dengan front ini cepat berkembang saat bergerak ke arah timur dari pantai selatan Jepang. Hujan terjadi di wilayah luas Jepang bagian barat dan timur akibat pengaruh udara hangat dan lembab. Hujan deras terjadi di prefektur Kochi. Hujan diperkirakan akan meluas ke arah timur. Selanjutnya, atmosfer diperkirakan akan menjadi sangat tidak stabil hingga tanggal 13 Maret, dengan potensi hujan lebat disertai petir. Berikut perkiraan cuaca:
Perkiraan curah hujan dalam 24 jam hingga pagi tanggal 13 Maret adalah:
- Di wilayah Tokai sekitar 100 milimeter
- Di wilayah Kanto-Koshin sekitar 80 milimeter
Selain itu, di sisi Pasifik Jepang bagian timur dan Tohoku, diperkirakan akan terjadi angin kencang yang sangat kuat hingga tanggal 13 Maret. Kecepatan angin maksimum pada tanggal 12 Maret adalah:
- Di wilayah Kanto sekitar 25 meter per detik
- Di wilayah Tohoku sekitar 23 meter per detik Kecepatan angin maksimum dalam sekejap diperkirakan mencapai 35 meter per detik.
Di perairan, gelombang tinggi dan cuaca buruk diperkirakan akan berlanjut, dengan potensi gelombang tinggi di Kanto dan Kepulauan Izu hingga tanggal 13 Maret. Badan Meteorologi memperingatkan untuk waspada terhadap badai dan gelombang tinggi, serta memperhatikan dengan cukup tentang kemungkinan bencana longsor dan genangan air di daerah rendah, peningkatan air sungai, angin kencang, petir, puting beliung, dan hujan es. Jika ada tanda-tanda awan kumulonimbus yang berkembang dengan cepat dan lingkungan sekitar menjadi gelap, pastikan untuk memastikan keselamatan dengan bergerak ke dalam bangunan yang kokoh.

Ilustrasi Hujan dan Angin Kencang yang melanda Jepang bagian Barat.
Image by Marcus Millo (Getty Image)