Kementerian Pendidikan Jepang berencana memperluas cakupan bantuan keuangan untuk pendidikan universitas untuk pelajar non-Jepang. Dalam rancangan ini, kementerian pendidikan menawarkan program beasiswa, pinjaman, dan pengurangan atau bahakan pengecualian biaya kuliah. Rencana ini akan disalurkan melaui badan Japan Student Services Organization (JASSO). Hal ini tentu sangan disambut antusias karena sebelumnya yang memenuhi syarat hanya terbatas pada warga negara Jepang dan penduduk tetap atau penduduk tetap khusus.
Kementerian kini memutuskan untuk memperluasnya ke pelajar dengan status "dependen", yang mencakup pasangan dan anak-anak pekerja asing di Jepang, mulai bulan April. Hal ini memungkinkan bagi pemilik visa Tokutei Ginou 2 (TG lanjutan) dan Engineering untuk ikut serta dalam program ini.
Jumlah orang yang tinggal di Jepang dengan visa dependen adalah sekitar 228.000 pada tahun 2022, meningkat lebih dari 100.000 dibandingkan satu dekade lalu. Hal ini juga tentu meningkatkan seruan agar pemerintah memberikan lebih banyak bantuan kepada anak-anak non-Jepang yang ingin berkuliah di Jepang.
Menaggapi seruan ini, kementerian mengatakan akan menerapkan program ini bagi mereka yang memenuhi syarat. Syarat tersebut diantaranya adalah harus bersekolah dan sudah lulus dari SD hingga SMA di Jepang, dan berniat untuk bekerja di Jepang setelah lulus dari universitas. Kementerian memperkirakan akan ada sekitar 200 pelajar non-Jepang yang memenuhi syarat untuk mengikuti program ini setiap tahunnya.
Pemerintah berencana menerima pendapat publik selama periode satu bulan hingga pertengahan Maret sebelum merevisi peraturan menteri terkait

Kementrian Pendidikan Jepang Berencana Memberikan Bantuan Pendidkan Universitas bagi Pelajar Non-Jepang
Image by oneinchpunch