Jepang akan segera memperkenalkan visa digital nomad bulan depan. Hal ini memungkinkan warga dari 49 negara termasuk Uni Eropa untuk tinggal di negara tersebut selama enam bulan. Langkah ini diambil untuk menarik para profesional yang berpengalaman, terutama di bidang TI, serta individu yang ingin bekerja jarak jauh untuk perusahaan di luar Jepang atau sebagai wiraswasta lepas. Visa ini juga berpotensi untuk YouTuber yang menghasilkan pendapatan dari pengiklan luar negeri. Hal ini seiring dengan rekor pekerja asing di Jepang yang capai 2 juta jiwa, rekor tertinggi selama ini.
Dengan kota-kota yang ramai, pemandangan alam yang beragam, dan budaya pop yang terkenal di dunia, Jepang adalah tempat yang tepat untuk menggabungkan pekerjaan dan perjalanan. Jepang semakin terbuka terhadap orang asing dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian dan daya saing internasional, di mana negara ini mulai terancam oleh populasi yang menua.
Kriteria pengajuan visa digital nomaden Jepang mencakup warga negara dari berbagai negara yang memiliki perjanjian pajak atau bebas visa ketika berkunjung ke Jepang. Misalnya Semua negara Uni Eropa disertakan, bersama dengan Armenia, Belarus, Georgia,Islandia, Liechtenstein, Moldova, Monako, Makedonia Utara, Norwegia, Serbia, Swiss, Turki, dan Inggris Raya. Indonesia pun termasuk di dalamnya. Persyaratan pendapatan minimum untuk visa ini adalah 10 juta Yen atau sekitar Rp1 miliar per tahun.
Visa ini memperbolehkan tinggal selama enam bulan, 2 kali lipat dari 90 hari yang saat ini diperbolehkan bagi 'pengunjung jangka pendek' bebas visa, yang secara teknik tidak diizinkan untuk bekerja selama di Jepang. Visa Nomad ini juga memungkinkan perpanjangan sekali, namun masa tinggal berturut-turut tidak diizinkan. Pasangan dan anak-anak dapat mendampingi, tetapi tidak diizinkan untuk menyewa akomodasi jangka panjang dan harus memiliki asusansi kesehatan swasta. Proposal visa ini sedang dalam proses peninjauan publik di Jepang dan dijadwalkan untuk diluncurkan pada akhir Maret 2024.

Pemandangan Shibuya Cross yang ramai dilewati orang
Image by Hafeisi (Pexels)