Poketomo “Teman” AI Dari Sharp

image

"Poketomo" Mainan AI menggemaskan dari SHARP (Image by Google)

OSAKA — Produsen elektronik asal Jepang, Sharp Corp, telah memperkenalkan robot canggih berukuran saku yang dinamai Poketomo. Ditenagai dengan kecerdasan buatan (AI), robot ini dirancang untuk dapat berbicara dengan pemiliknya dan secara bertahap mengingat detail kehidupan pribadi mereka. Inovasi ini mencerminkan tren teknologi Jepang yang terus mendorong batas interaksi antara manusia dan mesin, terutama dalam bentuk yang lebih personal dan portabel. Poketomo ditargetkan terutama untuk wanita berusia 20-an hingga 30-an, yang dinilai menjadi segmen pasar yang aktif dan tertarik pada produk-produk teknologi bergaya hidup. Model perdana robot ini hadir dengan desain menyerupai meerkat, hewan mungil yang dikenal ekspresif dan ramah. Sharp berencana merilis perangkat ini secara resmi pada bulan November mendatang.

image

Hadir dengan fitur personalisasi interaksi dengan pemilik (Image by Google)

Salah satu fitur menarik dari Poketomo adalah kemampuannya untuk mempersonalisasi interaksi berdasarkan pengalaman dan data yang dikumpulkan. Robot ini menggunakan rekaman percakapan, informasi lokasi, dan gambar yang diambil melalui kamera internal untuk menyesuaikan respon serta memperkaya hubungan dengan penggunanya dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Poketomo tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga teman digital yang memahami pemiliknya secara unik. Secara fisik, Poketomo memiliki tinggi sekitar 12 sentimeter dan berat sekitar 200 gram, membuatnya cukup ringan dan mudah dibawa ke mana saja. Robot ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk menggerakkan kepala dan lengan, serta cincin bercahaya di bagian perutnya yang memberikan sentuhan visual menarik ketika berinteraksi. Fitur-fitur ini menjadikan Poketomo lebih ekspresif dan hidup.

image

Poketomo hadir sebagai bentuk inovasi masa depan (Image by Google)

Selain itu, Sharp menyediakan aplikasi pendamping di telepon pintar yang memungkinkan pengguna tetap dapat berinteraksi dengan Poketomo meskipun sedang tidak membawanya secara fisik. Hal ini memperluas jangkauan fungsi robot, menjadikannya lebih dari sekadar perangkat rumah, tetapi juga bagian dari kehidupan digital pengguna yang dinamis. Poketomo dijual dengan harga 39.600 yen dan dapat dipesan melalui sejumlah peritel tertentu di Jepang. Sharp juga mengungkapkan rencana untuk menghadirkan lebih banyak variasi desain di masa mendatang, guna menarik lebih banyak pengguna dan menyesuaikan dengan selera yang beragam. Produk ini diharapkan menjadi pionir dalam kategori robot personal portabel, serta membuka babak baru dalam pengalaman pengguna dengan AI yang bersifat lebih emosional dan personal.

 

AI Dalam Layanan Publik Di Iwate

image

Ilustrasi Teknologi AI (Image by Google)

ICHINOSEKI, Jepang – Pemerintah Kota Ichinoseki di Prefektur Iwate, Jepang timur laut, telah memperkenalkan terminal layanan publik berbasis kecerdasan buatan (AI) di kantor kota setempat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi sekaligus mengurangi beban kerja pegawai. Terminal AI ini menampilkan karakter virtual berwujud perempuan yang berinteraksi secara langsung dengan warga. Melalui percakapan suara, sistem dapat memberikan informasi terkait prosedur administrasi, mengarahkan pengunjung ke loket yang tepat, serta membantu dalam pengisian berbagai formulir aplikasi.

image

Ai yang di terapkan di Kota Ichinoseki, Iwate dikembangkan oleh perusahaan penyedia chatbot AI, EasyDialog GK (Image by Google)

 

Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur pemindaian kartu identitas, seperti SIM dan kartu My Number. Setelah dokumen identitas dipindai, sistem secara otomatis mengisi data pribadi, seperti nama dan alamat, ke dalam formulir yang dibutuhkan, sehingga mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan kesalahan input data.

Menurut pihak pemerintah kota, keputusan untuk mengadopsi sistem ini didorong oleh keterbatasan sumber daya manusia yang kerap menghambat pelayanan langsung kepada masyarakat. Sistem ini dikembangkan oleh EasyDialog GK, perusahaan penyedia chatbot AI generatif yang berbasis di Yokohama.

image

Masaharu Sugawara, pejabat yang membawahi digitalisasi administrasi di Kota Ichinoseki (Image by Google)

Kendati demikian, pemerintah kota mengakui masih terdapat tantangan dalam implementasi penuh teknologi ini, khususnya dalam menjangkau kelompok warga lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital. Oleh karena itu, pendekatan bertahap dan edukasi publik akan terus dilakukan untuk mendorong adopsi yang lebih luas. Masaharu Sugawara, pejabat yang membawahi digitalisasi administrasi di Kota Ichinoseki, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membiasakan warga dengan sistem layanan mandiri berbasis AI. “Seiring meningkatnya penggunaan kasir mandiri dalam kehidupan publik, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar warga merasa nyaman menggunakan teknologi ini,” ujarnya.

 

Mi Superkomputer Dari Jepang

image

Sebuah kolaborasi tidak terduga, "Fugaku Somen" (Image by SoraNews24)

Kobe, Jepang – Di tengah dominasi teknologi tinggi Jepang, hadir sebuah produk kuliner yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga menawarkan penghormatan estetis terhadap pencapaian teknik luar biasa negeri sakura. Mi unik bernama "Superkomputer Fugaku Somen" ini terinspirasi langsung dari penampilan internal superkomputer Fugaku, yang dikenal sebagai salah satu superkomputer tercepat dan terkuat di dunia. Mi ini menjadi kolaborasi unik antara teknologi dan kuliner, mempertemukan kecanggihan perangkat keras dengan kelezatan mi tradisional Jepang.

image

Terinspirasi dari Superkomputer Jepang "Fugaku" (Image by SoraNews24)

Fugaku sendiri adalah kebanggaan Jepang, ditempatkan di pusat riset RIKEN di Prefektur Kobe. Superkomputer ini terdiri dari sekitar 160.000 CPU yang terpasang dalam 400 rak komputer, berjajar rapi di ruangan seluas setengah lapangan sepak bola. Keindahan visualnya juga tak kalah memukau: kabel-kabel biru yang dibundel rapi dengan pengikat hitam menyerupai estetika artistik tersendiri. Penataan kabel ini, ternyata, mengingatkan sebagian orang pada seikat mi kering – inspirasi utama di balik lahirnya Fugaku Somen.

image

Dikembangkan oleh Riken Fujitsu berkolaborasi dengan Ritel Felissimo (Image by SoraNews24)

image

Setiap kemasan berisi 6 bundle mie siap saji (Image by SoraNews24)

Kolaborasi menarik ini terjadi antara RIKEN, Fujitsu (perusahaan teknologi yang turut mengembangkan Fugaku), dan perusahaan ritel daring Felissimo. Mi ini diproduksi oleh Miwa Somen, produsen mi ternama dari Prefektur Nara yang telah dikenal luas atas kualitas somennya. Setiap kotak Fugaku Somen berisi enam bundel mi tipis berwarna biru langit, yang dibungkus dengan kertas hitam menyerupai pengikat kabel superkomputer. Semua dikemas dalam kotak kayu elegan bergaya paulownia, yang mereplikasi tampilan rak komputer Fugaku.

image

Desain kemasan pun dibuat semirip mungkin dengan komponen komputer (Image by SoraNews24)

image

Sentuhan warna biru setelah direbus kemudian disajikan dingin dengan Es (Image by SoraNews24)

Sentuhan visual tidak berhenti di situ. Saat membuka kotak, pembeli disambut dengan sisipan kertas mengilap berisi informasi tentang Fugaku dan foto cetakan superkomputernya yang mengilap, menjadikan pengalaman membuka mi ini hampir seperti menjelajahi teknologi tingkat tinggi. Warna biru pada mi akan semakin tampak saat direbus dan kemudian dibilas dengan air dingin, sebuah sajian musim panas yang menyegarkan, terutama jika disajikan dengan es. Warna biru yang menyerupai gletser ini memperkuat kesan dingin, sekaligus menjadikan pengalaman makan lebih menyenangkan secara visual.

image

Dari segi rasa? Cukup menarik, Berani coba? (Image by SoraNews24)

Secara rasa, Fugaku Somen menawarkan keseimbangan yang khas antara tekstur lembut dengan gigitan yang mantap. Keasinan alaminya memberi sensasi yang unik dan segar, sebuah interpretasi kuliner yang menyenangkan, seolah “menjilati” logam superkomputer yang dingin. Di tengah musim panas, ketika nafsu makan cenderung menurun, rasa ringan dan tekstur halus dari somen ini menjadi solusi sempurna. Bahkan bagi mereka yang tidak tertarik pada teknologi atau komputer, Fugaku Somen tetap menawarkan pengalaman makan yang menarik dan berkesan.

Fugaku Somen kini tersedia untuk dibeli secara daring melalui toko online Felissimo, dengan harga 3.400 yen (sekitar US$23,04) per kotak. Dengan kemasan mewah dan cerita unik di baliknya, mi ini cocok sebagai hadiah atau koleksi bagi pencinta sains, penggemar komputer, maupun penikmat kuliner Jepang. Lebih dari sekadar makanan, Fugaku Somen adalah simbol perpaduan antara inovasi dan tradisi yang hanya bisa ditemukan di Jepang.

 

Maskapai ANA Luncurkan BlueWX

image

Maskapai ANA menjadi yang pertama di dunia menerapkan teknologi turbulensi berbasis AI (Image by Google)

TOKYO – All Nippon Airways (ANA) resmi menjadi maskapai pertama di dunia yang mengimplementasikan layanan prediksi turbulensi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh BlueWX Company Limited. Teknologi canggih ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, kenyamanan penumpang, serta efisiensi operasional dengan mengandalkan kemampuan prediksi cuaca berbasis data dan pembelajaran mesin. Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap turbulensi akibat perubahan iklim. Sistem ini dikembangkan sejak tahun 2019 melalui kerja sama antara ANA dan Universitas Keio. Setelah menjalani uji coba ekstensif selama beberapa tahun, termasuk pengujian operasional yang melibatkan 2.500 pilot ANA, teknologi prediksi ini berhasil mencapai akurasi hingga 86%. Keberhasilan ini mendorong ANA untuk mengintegrasikannya secara resmi ke dalam infrastruktur data cuaca internal maskapai.

image

Teknologi ini menjadi jawaban dari tantangan masalah prediksi turbulensi (Image by Google)

 

Menurut Hiroyuki Kometani, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Operasi ANA, teknologi ini merupakan terobosan dalam menjawab tantangan jangka panjang maskapai dalam memprediksi turbulensi. “Implementasi sistem baru ini akan memastikan pengalaman perjalanan udara yang lebih andal dan nyaman bagi seluruh penumpang kami,” ujarnya. Teknologi ini memungkinkan awak pesawat untuk merespons turbulensi secara proaktif dan efisien, sehingga meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan.

Kaz Watanabe, CEO BlueWX, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini merupakan langkah besar bagi industri penerbangan global. Ia menyebut bahwa meningkatnya intensitas turbulensi sebagai dampak dari pemanasan global menjadikan teknologi prediksi ini semakin relevan. “Keputusan ANA menggunakan layanan kami menunjukkan keakuratan dan keandalan sistem kami, dan kami berharap teknologi ini dapat berkontribusi bagi industri penerbangan secara luas,” kata Watanabe.

Data dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menunjukkan bahwa turbulensi menyumbang hingga 50% dari insiden penerbangan, menjadikannya salah satu faktor risiko utama dalam dunia aviasi. Selain risiko keselamatan, turbulensi juga menyebabkan kerugian ekonomi, mulai dari kerusakan peralatan dan kargo, hingga penundaan dan pembatalan penerbangan karena pemeriksaan teknis tambahan yang dibutuhkan. 

image

BlueWX merupakan hasil kolaborasi ANA dan Universitas Keio (Image by Google)

Didirikan pada Juli 2023, BlueWX lahir dari kolaborasi industri-akademisi antara ANA dan Universitas Keio. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam solusi prakiraan cuaca berbasis AI dan tengah memperluas distribusi teknologi prediksi turbulensinya ke maskapai-maskapai lain di seluruh dunia. Ke depannya, BlueWX juga tengah mengembangkan model prakiraan arah dan kecepatan angin untuk mengoptimalkan rute penerbangan serta mendukung pencapaian target netral karbon industri penerbangan pada tahun 2050.

 

“Bola Api” Melintas Di Langit Kyushu Dan Shikoku

image

Sebuah bola api nampak dari kamera pengawas di Bandara Kagoshima (Image by NHK)

Pada larut malam tanggal 19 Agustus, sebuah bola cahaya terang terlihat melayang di langit berbagai wilayah Kyushu dan Shikoku. Fenomena ini menarik perhatian masyarakat dan langsung menjadi perbincangan di media sosial, terutama di Prefektur Kagoshima dan Miyazaki. Unggahan-unggahan bermunculan tak lama setelah pukul 23.00, menyebut adanya benda bercahaya yang melintas di langit malam. Kamera NHK yang terpasang di Bandara Kagoshima dan Bandara Matsuyama berhasil merekam bola cahaya terang yang tampak mengalir di langit sekitar pukul 23.08. Penampakan ini juga terekam oleh sejumlah kamera lainnya di berbagai lokasi, memberikan bukti visual dari fenomena langka tersebut.

image

Bola api tersebut juga terekam sebuah kamera dasbor mobil yang melintas (Image by NHK)

 

Menurut Toshihisa Maeda, Direktur Museum Luar Angkasa Sendai di Kota Satsumasendai, Prefektur Kagoshima, benda bercahaya itu adalah "bola api", yaitu sejenis bintang jatuh yang bersinar sangat terang. Fenomena ini terjadi ketika partikel debu atau pecahan asteroid dari luar angkasa memasuki atmosfer bumi dan terbakar, menghasilkan cahaya yang sangat terang. Maeda menyebut bahwa saat bola api tersebut melintas, langit kemungkinan menjadi seterang siang hari untuk sesaat. Ia juga memperkirakan bahwa bola tersebut bisa saja jatuh ke laut sebagai meteorit. Peristiwa ini menunjukkan betapa dramatisnya efek dari benda langit yang memasuki atmosfer bumi.

image

Fenomena tersebut juga terekam kamera pengawas di Bandara Matsuyama (Image by NHK)

 

Sebuah kamera dasbor mobil di Otsuka-cho, Kota Miyazaki, juga menangkap momen bola cahaya tersebut. Dalam rekaman itu, terlihat bola cahaya biru pucat yang semakin terang dan jatuh lurus dari langit. Yoshihiko Hamabata, yang merekam kejadian itu saat dalam perjalanan pulang bersama istrinya, mengatakan bahwa cahaya putih itu begitu terang hingga mereka bisa melihat jelas bentuk rumah-rumah di sekitarnya. Ia menggambarkan momen itu seperti siang hari dan mengaku sangat terkejut. Fenomena serupa juga terekam di beberapa wilayah Shikoku, termasuk Kota Susaki di Prefektur Kochi, Kota Takamatsu, dan Kota Kochi. Rekaman dari kamera NHK menunjukkan bola cahaya biru yang jatuh dari langit, menerangi langit malam hingga garis pegunungan dan bangunan tampak jelas. Peristiwa langka ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi warga yang menyaksikannya secara langsung.

 

Kebakaran Dotonbori Telan Korban

image

Kebakaran Hebat terjadi di daerah padat Dotonbori (Image by Google)

OSAKA – Dua petugas pemadam kebakaran tewas dan empat orang lainnya terluka dalam kebakaran gedung yang terjadi pada hari Senin di distrik perbelanjaan dan wisata terkenal Dotombori, Osaka. Informasi tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian dan pemadam kebakaran setempat. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.50 waktu setempat dan bermula dari sebuah gedung di kawasan padat pengunjung tersebut. Api kemudian menyebar ke bangunan di sebelahnya. Saat berusaha memadamkan api, sejumlah petugas terjebak di dalam gedung dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

image

Kebakaran berhasil dipadamkan setelah 9 jam berlalu (Image by Google)

 

Menurut Kepolisian Prefektur Osaka, tiga petugas pemadam kebakaran lainnya serta seorang wanita mengalami luka-luka. Meski demikian, luka yang diderita tidak membahayakan nyawa mereka. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai asal mula api maupun kondisi bangunan tempat kebakaran terjadi.

image

Untuk penyebab Kebakaran sedang dalam penyelidikan (Image by Google)

 

Saksi mata melaporkan melihat asap hitam pekat mengepul dari lokasi kebakaran. Gedung yang terbakar berada dekat dengan papan reklame neon Glico yang terkenal, sehingga menarik perhatian kerumunan pejalan kaki dan wisatawan yang berhenti untuk menyaksikan proses pemadaman. Seorang pria yang bekerja di toko ramen di dekat lokasi mengatakan bahwa dirinya langsung bergegas keluar dari tempat kerja setelah mendapat peringatan dari polisi. Ia melihat langsung bagaimana kobaran api membesar dan para petugas berupaya memadamkannya di tengah kepanikan pengunjung sekitar.

 

Pembangkit Osmotik Pertama Jepang

image

Pembangkit Listrik Osmotik Pertama Di Jepang (Image by Google)

FUKUOKA – Pembangkit listrik osmotik pertama di Jepang resmi mulai beroperasi pada awal Agustus 2025 di Prefektur Fukuoka, wilayah barat daya negara tersebut. Teknologi ini memanfaatkan perbedaan konsentrasi garam antara air laut dan air tawar untuk menghasilkan listrik, menjadikannya sebagai salah satu bentuk energi terbarukan yang inovatif. Pembangkit ini dioperasikan oleh Badan Pengelolaan Air Distrik Fukuoka, dan menjadikan Jepang sebagai negara kedua di dunia yang mengadopsi teknologi pembangkit listrik osmotik, setelah Denmark yang telah mengimplementasikannya pada tahun 2023. Pihak operator menyebut teknologi ini sebagai "sumber energi terbarukan generasi mendatang" karena tidak dipengaruhi oleh cuaca, waktu, dan tidak menghasilkan emisi karbon dioksida.

 

Teknologi pembangkit ini bekerja dengan prinsip daya gradien salinitas, di mana listrik dihasilkan melalui proses osmotik. Air laut pekat yang merupakan hasil ekstraksi air tawar dipisahkan oleh membran semi-permeabel dari air hasil olahan limbah. Membran ini memungkinkan hanya molekul air yang melaluinya, sehingga mencegah masuknya pengotor lainnya. Proses osmotik tersebut menciptakan perbedaan tekanan yang cukup besar, memaksa air untuk bergerak dari reservoir air tawar ke reservoir air asin. Pergerakan air ini memutar turbin, dan energi mekanik dari perputaran turbin kemudian diubah menjadi energi listrik oleh generator.

 

Pembangkit listrik osmotik ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 880.000 kilowatt-jam listrik per tahun. Energi listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mengoperasikan fasilitas desalinasi yang menyuplai air bersih ke kota Fukuoka dan wilayah sekitarnya, memperkuat integrasi antara teknologi air bersih dan energi terbarukan. Akihiko Tanioka, seorang pakar daya osmotik dan profesor emeritus dari Institut Sains Tokyo, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Saya merasa terharu karena kami telah mampu menerapkannya secara praktis. Saya berharap teknologi ini dapat menyebar tidak hanya di Jepang, tetapi juga ke seluruh dunia,” ujarnya.

 

Apresiasi Peserta Magang Indonesia

image

2 Peserta indonesia (Abi dan Ahmad) menerima Surat penghargaan dari Kepolisian Kamo, Prefektur Gifu. (Image by Eco.coop)

Pada tanggal 5 Agustus 2025, dua peserta magang teknis asal Indonesia, ABI SETIAWAN (Peserta Magang Teknis No. 3) dan AHMAD MIFTAH AL HILMI (Peserta Magang Teknis No. 2), yang berafiliasi dengan anggota serikat pekerja Tokai Corporation di Kota Seki, Prefektur Gifu, menerima surat penghargaan dari Kepala Kantor Polisi Kamo, Prefektur Gifu. Penghargaan ini diberikan atas keberanian dan kepedulian mereka dalam menyelamatkan seorang anak perempuan yang ditemukan sendirian di jalan pada malam hari.

Kejadian bermula sekitar pukul 23.50 pada tanggal 16 Juli 2025. Saat dalam perjalanan menuju tempat kerja, Abi melihat seorang gadis kecil berjalan tanpa alas kaki di dekat persimpangan jalan di Kota Sakahogi, Prefektur Gifu. Merasa khawatir, Abi segera menghubungi temannya, Ahmad, yang fasih berbahasa Jepang, untuk membantu berkomunikasi dengan gadis tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian, Ahmad tiba di lokasi dan mencoba berinteraksi dengan gadis itu menggunakan bahasa Jepang dan Inggris, menanyakan "Siapa namamu?" dan "Di mana kamu tinggal?". Namun, sang gadis tidak menjawab dan tampak ketakutan. Menyadari situasi yang tidak biasa, Abi dan Ahmad memutuskan untuk segera membawa gadis tersebut ke kantor polisi terdekat, yaitu Kantor Polisi Sakaiwai di bawah naungan Kantor Polisi Kamo.

Sesampainya di kantor polisi, keduanya menjelaskan situasi melalui telepon dan menunggu hingga petugas tiba di lokasi. Selama menunggu, mereka dengan sabar mendampingi dan menenangkan gadis tersebut. Berkat tindakan cepat dan kepedulian mereka, anak itu akhirnya dapat dikembalikan dengan selamat ke keluarganya, tanpa mengalami luka atau masalah lebih lanjut.

image

2 Pemuda tersebut telah menolong seorang anak yang hilang (Image by Eco.coop)

image

Kepolisian Kamo mengapresiasi keberanian mereka (Image by Eco.coop)

Dalam upacara penghargaan, seorang petugas polisi memberikan apresiasi tinggi kepada keduanya, menyampaikan bahwa tindakan seperti ini sangat langka dilakukan oleh warga asing di Jepang. Ia menambahkan bahwa meskipun kemampuan bahasa penting, keberanian dan kepedulian yang ditunjukkan Abi dan Ahmad adalah hal yang utama. Sementara itu, konselor kehidupan perusahaan menyatakan bahwa perusahaan terus berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para peserta magang, termasuk akses konsultasi dan komunikasi yang terbuka dengan senior dan kolega.

Abi dan Ahmad sendiri menyampaikan rasa bahagia karena dapat membantu orang lain. Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Jepang yang telah bersikap baik kepada mereka. Melalui kejadian ini, perusahaan menyatakan kebanggaannya terhadap tindakan berani dan penuh belas kasih kedua peserta magang tersebut. Perusahaan berharap kisah ini menjadi contoh nyata semangat saling mendukung dan mendorong terciptanya hubungan yang penuh empati dan saling percaya antara masyarakat Jepang dan warga asing, terlepas dari perbedaan kebangsaan maupun budaya.

 

Dunia Sihir Harajuku

image

Tokyo Bertema Harry Potter di Tokyo (Images by SoraNews24)

Dunia Sihir Hadir di Distrik Mode Harajuku

Omotesando, jalan utama di kawasan Harajuku yang dikenal sebagai pusat mode trendi di Tokyo, kini menghadirkan kejutan istimewa bagi para penggemar dunia sihir. Di antara deretan butik mewah dan label fesyen ternama dunia, telah hadir sebuah destinasi magis: Harry Potter Shop Harajuku. Toko resmi yang baru dibuka ini bukan sekadar toko biasa, melainkan sebuah pengalaman menyeluruh yang membawa pengunjung seakan-akan masuk ke dalam dunia sihir ciptaan J.K. Rowling.

image

Patung Buckbeak (Images by SoraNews24)

image

Detail Patung Buckbeak (Images by SoraNews24)

image

Ada juga Pickett "BowTruckle" (Images by SoraNews24)

image

Para burung hantu pun hadir (Images by SoraNews24)

Memasuki toko, pengunjung langsung disambut oleh patung Buckbeak sang Hippogriff dalam ukuran asli di area bertema Hutan Terlarang. Patung ini dibuat oleh seniman efek visual yang terlibat dalam pembuatan film Harry Potter, sehingga detail bulu dan ekspresinya tampak sangat hidup dan akurat. Tak heran jika banyak pengunjung terdorong untuk membungkuk hormat kepadanya, sebagaimana yang diajarkan dalam kisah aslinya. Selain Buckbeak, makhluk ajaib lain seperti Pickett si Bowtruckle dan burung hantu yang bertengger atau beterbangan di langit-langit turut memperkuat suasana dunia sihir.

image

Pernak pernik Harry Potter (Images by SoraNews24)

image

Awasi dompetmu "Potterhead" (Images by SoraNews24)

Pengalaman ajaib tak berhenti di sana. Toko ini juga menjual berbagai barang dagangan bertema Harry Potter yang memikat, mulai dari kaus, topi, cangkir, hingga jubah dari keempat asrama Hogwarts yang dapat ditemukan di sudut House Pride. Tersedia pula koleksi eksklusif bertema Harajuku yang dirancang dengan warna-warna unik dan lebih modern, serta dihiasi kanji "Harajuku" (原宿), menjadikannya cenderamata khas yang sangat cocok dibawa pulang.

image

Permen Dari Dunia Harry potter (Image by SoraNews24)

Salah satu daya tarik utama lainnya adalah Honeydukes versi Harajuku. Di sini, pengunjung bisa menemukan permen-permen khas dunia Harry Potter yang telah diadaptasi ke dalam bentuk nyata, termasuk varian rasa khas Jepang seperti matcha. Tak ketinggalan, berbagai tongkat sihir dipajang rapi, mulai dari replika karakter terkenal hingga desain orisinal. Dengan bantuan staf ahli, pengunjung bisa menemukan tongkat sihir yang paling cocok bagi mereka, lengkap dengan pengalaman memilih tongkat layaknya di Ollivanders.

image

Toko "Tongkat Sihir" (Image by SoraNews24)

image

Pilih Tongkat Favoritmu (Image by SoraNews24)

image

Jangan lupa, ganti kostum dulu (Image by SoraNews24)

Untuk menambah kesan mendalam, toko ini juga menyediakan ruang ganti jubah Hogwarts dengan opsi sulaman nama khusus. Suasana yang tercipta membuat bagian toko ini seolah membawa pengunjung langsung ke Diagon Alley, tempat para penyihir berbelanja perlengkapan sekolah sihir mereka. Kombinasi desain interior, atmosfer, dan perhatian terhadap detail menjadikan toko ini lebih dari sekadar tempat belanja, ia adalah petualangan tematik yang memikat.

image

Haus? Tenang, ada Butterbeer (Image by SoraNews24)

image

Dijamin nyegerin banget (Image by SoraNews24)

image

Cobain Es krimnya juga ya (Image by SoraNews24)

Sebagai pelengkap sempurna, Butterbeer Bar hadir sebagai kafe pertama di Jepang di luar taman hiburan dan museum resmi yang menyajikan minuman ikonik ini. Dengan harga 800 yen, pengunjung bisa menikmati butterbeer berkarbonasi dingin bercita rasa butterscotch dan krim, atau mencicipi es krim butterbeer karamel asin seharga 600 yen. Menu gurih seperti Buckbeak Bun berisi saus pizza keju (800 yen) dan kue icing bertema sihir (3 buah seharga 2.000 yen) juga tersedia. Harry Potter Shop Harajuku resmi dibuka untuk umum pada 14 Agustus, dan sejak saat itu, distrik mode Harajuku pun berubah menjadi surga bagi para penyihir dan Muggle sekaligus.

 

Wajah Masyarakat Jepang Berubah

image

Kota Metropolitan Jepang (Image by Google)

Wajah masyarakat Jepang tengah mengalami perubahan yang signifikan. Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang baru-baru ini merilis hasil survei demografi tahunan yang menunjukkan tren penurunan populasi penduduk Jepang secara konsisten. Per 1 Januari tahun ini, populasi Jepang tercatat sebanyak 120.653.227 jiwa, mengalami penurunan sebesar 908.000 jiwa atau sekitar 0,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak survei ini pertama kali dilakukan pada tahun 1968, dengan 46 dari 47 prefektur mengalami penyusutan penduduk — Tokyo menjadi satu-satunya pengecualian yang mencatatkan pertumbuhan. Survei yang menggunakan data dari Daftar Penduduk Dasar ini menunjukkan bahwa populasi Jepang telah menurun selama 16 tahun berturut-turut. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh jumlah kematian yang mencapai rekor tertinggi sekitar 1,59 juta jiwa, sementara jumlah kelahiran berada pada titik terendah sepanjang sejarah, yaitu sekitar 680.000 jiwa. Jika tren ini terus berlanjut, populasi Jepang diperkirakan akan turun di bawah angka 120 juta jiwa pada tahun 2026. Fenomena ini menjadi sinyal peringatan serius akan tantangan demografi yang dihadapi Jepang di masa mendatang.

image

Prefektur Akita (Image by Google)

 

Secara geografis, hanya Tokyo yang mengalami peningkatan jumlah penduduk Jepang sebesar 0,13 persen, sementara prefektur seperti Akita mencatat penurunan tajam hingga 1,91 persen. Sebaliknya, jumlah warga negara asing di Jepang menunjukkan tren sebaliknya, yakni meningkat sekitar 354.000 jiwa atau 10,65 persen, sehingga total menjadi 3.677.463 jiwa — angka tertinggi sejak survei dimulai pada 2013. Peningkatan ini tercatat terjadi secara merata di seluruh prefektur selama tiga tahun berturut-turut, menunjukkan peran penting penduduk asing dalam mengimbangi penurunan populasi domestik. Warga negara asing kini menyumbang sekitar 2,96 persen dari total populasi Jepang, meningkat dari 2,66 persen pada tahun sebelumnya. Di antara warga asing, tercatat 22.738 kelahiran dan 9.073 kematian — keduanya merupakan angka tertinggi yang pernah dicatat. Menariknya, penduduk asing tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga mulai tersebar ke wilayah pedesaan. Sekitar 94 persen tinggal di kota dan kelurahan, sedangkan 6 persen lainnya menetap di kota kecil atau desa, mencerminkan adanya penyebaran ke komunitas yang lebih kecil dan mungkin mengalami kekurangan penduduk.

image

Desa Akaiwa (Image by Google)

 

Tokyo tetap menjadi wilayah dengan konsentrasi warga asing tertinggi, yaitu sebanyak 721.223 jiwa atau 5,15 persen dari total populasi kota tersebut, disusul oleh Osaka dan Yokohama. Namun, beberapa kota kecil menunjukkan rasio penduduk asing yang jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Salah satu contohnya adalah Oizumi-machi di Prefektur Gunma, di mana sekitar 20 persen dari 42.000 penduduknya adalah warga asing. Wilayah lain yang mengalami peningkatan signifikan antara lain Hokkaido, dengan pertumbuhan 19,37 persen, dan Desa Akaiwa di Prefektur Gunma dengan kenaikan 10,86 persen. Mayoritas warga negara asing yang tinggal di Jepang berada dalam usia produktif. Data menunjukkan bahwa 85,77 persen dari penduduk asing berusia 15–64 tahun, dibandingkan dengan hanya 59,04 persen pada penduduk Jepang. Sementara itu, hanya 6,08 persen warga asing yang berusia 65 tahun ke atas, jauh di bawah proporsi 29,58 persen pada populasi Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa populasi asing cenderung lebih muda dan lebih siap memasuki pasar kerja. Saat ini, Jepang memiliki lebih dari 2,3 juta pekerja asing — meningkat 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya — dan diperkirakan akan membutuhkan hingga 7 juta pekerja asing pada tahun 2040. Dengan demikian, kehadiran warga asing menjadi semakin penting, tidak hanya untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja, tetapi juga untuk mempertahankan vitalitas komunitas lokal di seluruh Jepang.