Tornado terkuat dalam sejarah Jepang telah melanda Shizuoka (Image by KyodeNews)
Tornado yang melanda kota Makinohara dan wilayah lain di Prefektur Shizuoka pada Jumat lalu, bertepatan dengan datangnya Topan Peipah, tercatat sebagai salah satu tornado terkuat di Jepang. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengklasifikasikan tornado tersebut pada peringkat ketiga tertinggi, yakni level 3 pada Skala Fujita Jepang yang Ditingkatkan (JEF), dengan kecepatan angin mencapai sekitar 270 kilometer per jam. Skala ini telah digunakan sejak 2016 untuk mengukur intensitas tornado di negara tersebut.
Dampak bencana ini cukup besar. Hingga pukul 2 siang pada hari Senin, sebanyak 89 orang dilaporkan terluka, dan sekitar 1.900 properti mengalami kerusakan atau terendam banjir, menurut laporan pemerintah prefektur. Di sisi lain, Perusahaan Listrik Chubu mengonfirmasi bahwa aliran listrik telah pulih sepenuhnya di seluruh wilayah terdampak, termasuk rumah-rumah di Makinohara yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman listrik. Seorang warga bernama Yoshihiro Nishitani (72), mengungkapkan rasa leganya karena kini dapat kembali tidur nyenyak setelah listrik di rumahnya menyala kembali.
Gubernur Shizuoka, Yasutomo Suzuki, dalam pertemuan bersama stafnya, menekankan pentingnya upaya pencegahan kematian akibat bencana, mengingat proses pemulihan dan rekonstruksi dapat berlangsung lama. JMA juga mencatat bahwa hembusan angin kencang terjadi ketika topan ke-15 tahun ini mendarat dan bergerak ke arah timur di sepanjang pantai Pasifik Jepang. Tornado ini memiliki kekuatan setara dengan tornado JEF 3 yang sebelumnya pernah melanda Pulau Ie di Prefektur Okinawa pada tahun 2018.