Kebakaran Hutan di Ofunato, Iwate

image

Image by NHK News

Upaya pemadaman kebakaran hutan yang melanda Kota Ofunato, Prefektur Iwate, masih terus berlangsung pada hari keenam, yaitu tanggal 24 Februari. Meskipun tim pemadam kebakaran telah bekerja keras sejak kebakaran pertama kali terjadi pada 19 Februari, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa api dapat dikendalikan. Kebakaran yang terjadi di pegunungan sekitar Kota Sanriku, Ofunato, memicu upaya pemadaman besar-besaran, termasuk menggunakan helikopter dan peralatan canggih lainnya. Namun, meskipun api mulai melemah, asap masih terlihat mengepul dari beberapa titik di lokasi kebakaran, terutama di sisi timur desa, pada pagi hari tanggal 24. Pemerintah Kota Ofunato telah mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di daerah yang terancam kebakaran. Hingga pagi tanggal 24, sebanyak 157 orang dari 62 rumah tangga di distrik Tahama telah diperintahkan untuk mengungsi ke pusat-pusat evakuasi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran api lebih lanjut, mengingat kebakaran yang belum padam sepenuhnya. Menurut laporan dari Pemerintah Prefektur Iwate, kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 324 hektar hutan. Meskipun kebakaran belum menimbulkan korban jiwa atau kerusakan pada bangunan, ancaman terhadap lingkungan dan keselamatan warga tetap tinggi. Untuk mencegah bahaya lebih lanjut, pasokan listrik di distrik Tahama terputus sementara, mengingat risiko kebakaran dapat menyebar ke peralatan listrik yang ada.

image

Image by NHK News

Pemerintah kota juga menyampaikan bahwa hingga pukul 7 pagi pada tanggal 24, sekitar 32 orang dari 24 rumah tangga sudah mengungsi di pusat-pusat evakuasi yang disediakan. Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak. Warga yang mengungsi diberi akses ke fasilitas sementara yang dilengkapi dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, wilayah pesisir selatan Prefektur Iwate masih berada dalam kondisi cuaca kering, yang memicu peringatan cuaca kering yang telah dikeluarkan untuk hari ketujuh berturut-turut. Kondisi ini menyebabkan tanah dan vegetasi sangat rentan terhadap kebakaran, yang memperburuk situasi. Peringatan tersebut mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi kebakaran lainnya yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem ini. Pemerintah Kota Ofunato dan pihak terkait terus berusaha maksimal untuk memadamkan api dan mengurangi dampak dari kebakaran ini. Sementara itu, warga diimbau untuk mengikuti petunjuk evakuasi dan memperhatikan informasi yang dikeluarkan oleh otoritas setempat untuk memastikan keselamatan mereka.

Boneka Hina di Kuil Susanoo

batch2jpg_2024-12-26-11-22-58

Image By NHK World Japan

Di Jepang, tanggal 3 Maret diperingati sebagai "Hari Anak Perempuan" yang dikenal dengan nama "Hinamatsuri" atau Festival Anak Perempuan. Hari ini merupakan salah satu perayaan tradisional yang sangat dihargai oleh masyarakat Jepang, di mana keluarga-keluarga memanjangkan perhatian kepada anak perempuan dengan harapan mereka tumbuh sehat, bahagia, dan terhindar dari segala kesulitan. Salah satu tradisi utama pada perayaan ini adalah memajang boneka Hina, yang melambangkan kaisar, permaisuri, dan pengiring mereka, yang diletakkan di atas papan berundak. Di Kota Higashi Izu, Prefektur Shizuoka, tradisi ini diadaptasi dengan cara yang unik dan menarik. Setiap tahunnya, pada perayaan "Hinamatsuri", boneka Hina dipajang di tangga batu yang mengarah ke Kuil Susanoo, salah satu kuil yang bersejarah di daerah tersebut. Pemandangan indah boneka-boneka Hina yang beraneka warna, lengkap dengan pakaian tradisional Jepang, memberikan nuansa yang khas dan menarik perhatian pengunjung yang datang untuk menikmati suasana perayaan tersebut. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Permandian Air Panas Higashi Izu, yang mengorganisir dan mendukung acara tahunan ini. Setiap tahun, lebih dari seratus boneka Hina dipajang dengan indah di sepanjang tangga batu yang menuju kuil. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk merayakan "Hinamatsuri" dan juga untuk menarik perhatian wisatawan serta memperkenalkan keindahan tradisi Jepang kepada dunia luar.

2ed208fea6f5b5016014b75f68fb437a

Image By NHK World Japan

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya Jepang secara lebih mendalam kepada pengunjung lokal dan mancanegara. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk menyaksikan keindahan boneka Hina, tetapi juga untuk merasakan suasana sakral dan penuh kedamaian di sekitar Kuil Susanoo. Di sepanjang acara, terdapat berbagai aktivitas yang dapat dinikmati, seperti menikmati hidangan khas, berpartisipasi dalam permainan tradisional, dan berfoto dengan latar belakang boneka Hina yang indah. Perayaan "Hinamatsuri" di Higashi Izu ini menjadi sebuah daya tarik wisata yang unik dan memperkaya pengalaman bagi siapa saja yang hadir. Pemandangan boneka Hina yang dipajang dengan rapi di tangga batu kuil semakin memperkaya makna dari tradisi ini. Setiap detail dari boneka-boneka tersebut mencerminkan keterampilan seni dan budaya Jepang yang telah diwariskan turun-temurun. Secara keseluruhan, acara perayaan "Hinamatsuri" di Kuil Susanoo, Higashi Izu, menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi Jepang tetap hidup dan berkembang, serta bagaimana masyarakat setempat berupaya untuk menjaga dan melestarikan budaya mereka dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan elemen sejarah, budaya, dan keindahan alam, perayaan ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi semua orang yang mengunjunginya.

Guru TK Di Nagoya Serang 2 Anak

image

Image by JapanToday.com

Polisi di Nagoya, Jepang, telah menangkap seorang guru taman kanak-kanak berusia 55 tahun yang diduga melakukan penyerangan terhadap dua anak kecil di sebuah fasilitas kesejahteraan anak. Guru tersebut, Kiriko Ito, ditangkap pada hari Rabu setelah penyelidikan dilakukan terkait insiden yang terjadi pada bulan Desember lalu. Kejadian tersebut berlangsung di sebuah pusat penitipan anak yang terletak di Nagoya. Menurut pihak kepolisian, Ito dituduh memukul kepala seorang gadis berusia satu tahun dan menendang seorang gadis berusia dua tahun. Tindak kekerasan itu terjadi setelah anak-anak tersebut menolak untuk tidur, yang membuat Ito merasa kesal dan marah. Dalam pengakuannya, Ito mengatakan, "Anak-anak tidak mau tidur. Saya kesal dan memukul mereka." Polisi menyatakan bahwa meskipun tindakan tersebut kasar, tidak ada anak yang mengalami cedera serius atau luka parah akibat serangan tersebut. Keberanian seorang anggota staf lain di fasilitas itu menjadi titik terang dalam kasus ini. Setelah menyaksikan peristiwa tersebut, staf tersebut melaporkan kejadian itu kepada orangtua kedua anak yang terlibat. Orangtua kemudian memberi tahu polisi mengenai dugaan kekerasan yang dilakukan oleh guru tersebut. Berkat laporan tersebut, pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dan menangkap Kiriko Ito.

image

Image by JapanToday.com

Meskipun tidak ada laporan mengenai cedera serius, kejadian ini menimbulkan kecemasan tentang keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di fasilitas penitipan anak. Polisi telah menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan bahwa tidak ada tindakan kekerasan lain yang dilakukan oleh Ito atau pihak lain di fasilitas tersebut. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya perlindungan anak-anak di lingkungan penitipan anak dan akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Masyarakat di Nagoya, terutama para orangtua, merasa cemas dengan insiden ini dan berharap ada tindakan tegas yang diambil terhadap pelaku kekerasan terhadap anak-anak. Kiriko Ito, yang telah mengakui perbuatannya, kini harus menghadapi proses hukum atas tindakannya. Pihak berwenang terus melanjutkan penyelidikan untuk memastikan bahwa setiap fakta terkait kejadian tersebut dapat diungkap sepenuhnya dan agar keadilan dapat ditegakkan.

Surabi Tokyo Hadirkan Serabi Solo di Jepang

image

Image by SurabiTokyo.com

Serabi Solo, jajanan tradisional Indonesia yang sudah terkenal di tanah air, kini hadir di Jepang melalui sebuah toko yang bernama "Surabi Tokyo." Toko ini menyajikan serabi dengan cita rasa autentik khas Indonesia, yang dihadirkan dalam bentuk yang praktis dan mudah dinikmati oleh masyarakat Jepang dan wisatawan asing. Kehadiran toko ini semakin memperkenalkan kuliner Indonesia yang kaya akan rasa dan budaya ke negeri sakura. "Surabi Tokyo" didirikan oleh Adi Nurwan, seorang pria asal Sumatera Selatan yang memiliki keinginan untuk memperkenalkan kelezatan serabi kepada masyarakat Jepang. Toko ini berlokasi di kawasan yang sangat strategis, dekat dengan Stasiun Kichioji dan Museum Ghibli, Tokyo, yang menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung. Lokasi yang mudah dijangkau membuat toko ini semakin menarik bagi warga lokal maupun turis asing yang tengah berkunjung ke Tokyo. Keunikan utama dari serabi yang ditawarkan oleh "Surabi Tokyo" terletak pada metode memasaknya. Serabi ini dimasak menggunakan panci dan tutup khusus, yang memberikan tekstur lembut di dalam dan renyah di luar. Metode ini memastikan bahwa serabi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari yang lainnya. Selain itu, penggunaan tepung beras berkualitas tinggi yang berasal dari Niigata, Jepang, semakin memperkaya rasa serabi, memberikan nuansa yang lebih otentik dan khas.

image

Image by SurabiTokyo.com

Menu yang ditawarkan oleh "Surabi Tokyo" cukup beragam, memberikan berbagai pilihan sesuai selera pengunjung. Beberapa varian yang bisa dinikmati antara lain Traditional (¥150), Custard (¥300), Matcha Custard (¥350), Mixed Berry (¥430), dan Chocolate Banana (¥430). Setiap varian serabi ini disiapkan dengan bahan-bahan berkualitas, menawarkan perpaduan rasa yang menarik dan menyenangkan bagi lidah. Tidak hanya itu, inovasi rasa pada serabi memberikan pengalaman kuliner yang segar dan baru bagi pengunjung. Dengan konsep yang unik dan pilihan menu yang bervariasi, "Surabi Tokyo" berhasil menarik perhatian banyak pencinta kuliner di Jepang. Selain menawarkan hidangan yang lezat, toko ini juga memperkenalkan budaya kuliner Indonesia yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Jepang. Kehadiran toko ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mencicipi makanan khas Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri. Secara keseluruhan, "Surabi Tokyo" tidak hanya berperan sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkaya pilihan kuliner internasional yang ada di Tokyo. Dengan lokasi yang strategis dan hidangan yang menggugah selera, toko ini semakin dikenal dan dihargai sebagai salah satu tempat kuliner yang wajib dikunjungi di ibu kota Jepang. Serabi Solo yang praktis dan lezat kini telah berhasil menambah warna dalam dunia kuliner Jepang.

3 Orang Tewas Keracunan Gas

image

Image by KyodoNews.net

Pada hari Selasa, tiga orang ditemukan pingsan di daerah dengan konsentrasi gas beracun yang tinggi di dekat resor sumber air panas di Fukushima. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ketiganya dipastikan meninggal dunia. Menurut otoritas pemadam kebakaran setempat, mereka ditemukan saat pencarian oleh petugas penyelamat. Korban terdiri dari seorang manajer berusia 60-an dan dua karyawan yang masing-masing berusia 50-an dan 60-an. Mereka terakhir kali terlihat pada malam sebelumnya, setelah memasuki pegunungan di sekitar Takayu Onsen untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan sumber air panas. Ketiganya dilaporkan hilang pada malam hari, dan pencarian baru dilakukan keesokan harinya. Petugas penyelamat akhirnya menemukan mereka di sebuah hotel di daerah tersebut, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Proses penyelamatan dilakukan dengan segera, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan. Penyebab pasti kematian mereka masih dalam penyelidikan, tetapi pihak berwenang mengonfirmasi bahwa daerah tersebut memiliki konsentrasi gas beracun yang sangat tinggi, termasuk hidrogen sulfida, yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Hidrogen sulfida adalah gas berbahaya yang memiliki bau seperti telur busuk. Gas ini dapat terakumulasi di area-area tertentu, terutama di dekat sumber air panas atau geiser. Gas tersebut sangat beracun bila terhirup dalam konsentrasi tinggi dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, bahkan kematian, dalam waktu singkat. Para korban diketahui telah memasuki daerah berisiko tinggi tersebut untuk tujuan pekerjaan pemeliharaan, yang kemungkinan mengharuskan mereka berada di dekat sumber gas berbahaya.

Selain gas beracun, kondisi cuaca di daerah tersebut juga turut memperburuk situasi. Pada pagi hari pencarian, tercatat bahwa salju telah menumpuk hingga mencapai 146 sentimeter. Suhu yang sangat dingin, yaitu minus 7,7 derajat Celsius, juga menjadi tantangan besar bagi petugas yang terlibat dalam upaya penyelamatan. Kondisi cuaca yang ekstrem ini tentu saja menambah kesulitan dalam melaksanakan pencarian dan evakuasi, sehingga menambah risiko bagi semua orang yang terlibat. Meskipun upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa ketiga korban tidak dapat diselamatkan. Kasus ini mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh gas beracun, terutama di daerah-daerah yang memiliki konsentrasi gas tinggi seperti di sekitar sumber air panas dan geiser. Pihak berwenang berencana untuk meningkatkan pengawasan di daerah tersebut guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan apakah ada kelalaian dalam prosedur keselamatan yang diterapkan selama pekerjaan pemeliharaan. Kejadian tragis ini juga mengingatkan pada pentingnya prosedur perlindungan bagi pekerja yang bekerja di area berisiko tinggi. Pemerintah lokal berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan serupa di masa mendatang, guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

Shinkansen Baru Bertema Disney

image

Image by KyodoNews.net

Kereta peluru Shinkansen bertema Disney yang dihiasi dengan karakter-karakter ikonik dari film-film terkenal, seperti "Frozen," telah diperkenalkan kepada media di Jepang tengah pada hari Senin, menjelang peluncurannya. Kereta ini akan mulai beroperasi pada akhir pekan ini di Jalur Shinkansen Tokaido, yang menghubungkan dua kota besar, Tokyo dan Osaka. Para penggemar Disney dan pengunjung yang menaiki kereta ini akan merasakan pengalaman berbeda, menyusuri jalur kereta dengan suasana penuh keajaiban dari dunia Disney. Kereta yang diberi nama "Wonderful Dreams Shinkansen" ini terinspirasi oleh area "Fantasy Springs" di Tokyo DisneySea, yang baru saja dibuka pada bulan Juni. Tema ini membawa pengaruh kuat dari dunia Disney yang menghidupkan berbagai karakter populer yang dikenal di seluruh dunia. Kereta ini akan beroperasi mulai hari Jumat hingga pertengahan September, dengan rute yang menghubungkan stasiun Tokyo dan Shin-Osaka. Momen spesial ini diharapkan dapat memberikan pengalaman unik bagi wisatawan maupun penduduk lokal yang akan menikmati perjalanan dengan sentuhan magis dari Disney. Selain desain kereta yang memukau, penumpang juga akan disambut dengan melodi dari film Disney "Tangled." Lagu-lagu indah dari film tersebut akan menemani perjalanan, menciptakan suasana yang lebih imersif dan membawa penumpang seolah-olah mereka berada dalam kisah dongeng. Pengalaman audio-visual ini tentunya akan menambah daya tarik perjalanan dengan Shinkansen bertema Disney, memberikan sentuhan keajaiban Disney pada setiap detiknya.

image

Image by KyodoNews.net

Upacara peluncuran kereta tersebut diselenggarakan di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, dengan penampilan karakter ikonik Mickey Mouse. Dalam kesempatan tersebut, Presiden JR Central Shunsuke Niwa menyampaikan harapannya bahwa para penumpang dapat menikmati kunjungan mereka ke taman hiburan Disney dan merasakan sensasi seperti berada dalam sebuah mimpi yang menakjubkan. Suasana penuh kegembiraan ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman perjalanan para penumpang. Kenji Yoshida, Presiden Oriental Land Co., yang mengelola taman hiburan Tokyo DisneySea dan Tokyo Disneyland, turut memberikan pernyataan yang penuh semangat. Ia menyampaikan, "Kami ingin pengunjung yang menaiki kereta khusus ini memiliki kenangan yang lebih fantastis dari perjalanan mereka." Harapannya adalah agar setiap penumpang merasa seperti memasuki dunia fantastis Disney, seakan merasakan sendiri keajaiban yang ada di taman hiburan tersebut. Kereta Shinkansen bertema Disney ini menjadi kolaborasi luar biasa antara JR Central dan Oriental Land Co., yang membawa dua dunia berbeda—kereta cepat dan hiburan Disney—ke dalam satu pengalaman yang menyenangkan. Dengan adanya peluncuran kereta ini, diharapkan dapat semakin menarik wisatawan untuk menikmati perjalanan unik sambil merasakan keajaiban Disney di sepanjang perjalanan Shinkansen yang ikonik ini.

Kapal Penangkap Kerang Terbalik di Hokkaido

image

Image by NHK

Pada sore hari tanggal 16 Februari, sebuah kapal penangkap kerang yang bernama "Dai-28 Sanbo Maru" terbalik di lepas pantai Kota Tomamae, Hokkaido. Kapal seberat 9,7 ton tersebut milik Cabang Tomamae dari Asosiasi Koperasi Perikanan Kita Rumoi. Kejadian tersebut berlangsung sekitar 10 kilometer di sebelah barat Pelabuhan Perikanan Tomamae. Di dalam kapal tersebut terdapat lima awak yang berusia antara 20-an hingga 50-an tahun. Kapal tersebut dilaporkan tengah berupaya menyelamatkan keramba budidaya kerang yang terombang-ambing di laut ketika peristiwa terbaliknya kapal terjadi. Sekitar pukul 3:00 sore pada tanggal 16 Februari, kapal tersebut terbalik, dan tiga dari lima awak kapal berhasil diselamatkan oleh kapal yang berada di dekatnya. Tiga orang yang berhasil diselamatkan, termasuk kapten kapal, berhasil keluar dari situasi berbahaya tersebut. Namun, dua orang awak kapal, yang berusia 29 dan 48 tahun, masih belum ditemukan dan dilaporkan hilang. Mereka terperangkap di laut yang luas, dan tim penyelamat segera dikerahkan untuk mencari kedua korban tersebut. Setelah kapal tersebut terbalik kemudian ditemukan mengapung di permukaan laut dengan bagian dasar menghadap ke atas. Begitu mendengar laporan mengenai kejadian tersebut, kapal patroli dari Penjaga Pantai Jepang segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Meskipun tim penyelamat telah bekerja sepanjang malam, kedua orang yang hilang masih belum ditemukan, dan pencarian pun terus dilanjutkan keesokan harinya.

image

Image by NHK

Pada tanggal 17 Februari, sekitar pukul 7 pagi, upaya pencarian diperluas dengan melibatkan sekitar 20 kapal. Kapal-kapal tersebut termasuk kapal penangkap ikan dari koperasi nelayan tempat para awak kapal tersebut tergabung. Para nelayan tersebut bekerja sama dengan tim penyelamat dalam upaya menemukan kedua orang yang hilang. Meskipun pencarian melibatkan banyak kapal, kondisi laut yang tidak bersahabat membuat pencarian menjadi lebih sulit dan menantang. Cuaca buruk dan kondisi laut yang tidak bersahabat memperberat pencarian para korban. Meskipun begitu, tim Penjaga Pantai dan penyelamat lainnya tetap berusaha keras untuk memperluas area pencarian. Mereka terus mencari petunjuk lebih lanjut mengenai posisi kedua korban yang masih hilang. Pencarian yang intensif ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kapal dari koperasi nelayan dan pihak terkait lainnya. Hingga saat ini, meskipun upaya pencarian terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak, kedua korban yang hilang masih belum ditemukan. Pencarian terus berlanjut dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan dan upaya penyelamatan dapat membuahkan hasil. Namun, cuaca buruk dan kondisi laut yang tidak bersahabat terus menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat yang terlibat dalam operasi ini.

Upacara Teh Keliling di Bandara Haneda

HT-2

Image By SoraNews24.com

Acara dwibahasa yang diadakan di Bandara Haneda ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya tradisional Jepang kepada dunia internasional, khususnya melalui upacara minum teh. Sebagai gerbang utama perjalanan udara internasional di wilayah Tokyo, Bandara Haneda menyambut banyak pelancong yang baru tiba di Jepang atau yang akan kembali ke negara asal mereka. Banyak di antara mereka yang ingin merasakan pengalaman budaya Jepang yang otentik sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam hal ini, upacara minum teh menjadi pilihan yang sangat relevan, karena tradisi tersebut merupakan bagian integral dari budaya Jepang yang telah dikenal luas di dunia. Pada awal Maret, pelancong yang melewati Haneda akan memiliki kesempatan langka untuk menikmati upacara minum teh yang dipandu oleh ahli teh Machiko Hoshina. Acara ini akan berlangsung di Haneda Airport Garden, sebuah kompleks hiburan yang terletak dekat dengan bandara. Meskipun Haneda Airport Garden tidak memiliki ruang khusus untuk upacara minum teh, hal itu bukanlah halangan. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Hoshina dan perusahaan konstruksi kayu tradisional, Hanamasa Mokko, yang menciptakan konsep "Chashitsu Bergerak" atau ruang upacara minum teh yang dapat dipindahkan. Chashitsu, yang secara harfiah berarti "ruang minum teh," adalah ruang khusus yang digunakan untuk upacara minum teh. Di masa lalu, bangsawan Jepang membangun chashitsu di lahan mereka sebagai tempat untuk mengadakan upacara teh yang sakral. Namun, dengan berkembangnya konsep chashitsu bergerak ini, Hanamasa Mokko mampu menciptakan sebuah ruang upacara minum teh yang terbuat dari bahan kayu berkelanjutan. Ruang ini dapat dirakit dan dibongkar dalam waktu sekitar satu jam, memungkinkan upacara minum teh dilaksanakan di tempat-tempat yang lebih fleksibel, baik di dalam ruangan yang sudah ada atau bahkan di luar ruangan di alam terbuka.

HT-3

Image By SoraNews24.com

Chashitsu Bergerak ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat Jepang untuk merasakan pengalaman upacara minum teh, tetapi juga membuka peluang bagi dunia internasional untuk mengenal tradisi Jepang. Dengan memasang chashitsu bergerak, acara budaya dapat diselenggarakan di berbagai tempat di luar negeri tanpa perlu membangun bangunan permanen. Konsep ini sangat cocok untuk meningkatkan apresiasi global terhadap upacara minum teh, karena memudahkan penyebaran budaya Jepang tanpa memerlukan investasi infrastruktur besar. Machiko Hoshina, yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang dan Inggris, berbagi visi untuk mengenalkan upacara minum teh ke dunia internasional. Ia telah melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengadakan upacara minum teh, dan acara di Haneda ini juga akan diselenggarakan dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris. Hal ini memastikan bahwa pelancong dari berbagai negara dapat dengan mudah memahami dan menikmati upacara minum teh, bahkan bagi mereka yang belum pernah mengalaminya sebelumnya. Acara ini disebut "Chashitsu Keliling Dunia" dan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret, dengan sesi selama 45 menit yang dapat dipilih antara pukul 11.00 hingga 16.00. Sebanyak 45 tiket akan tersedia untuk acara ini, masing-masing seharga 15.000 yen (sekitar 99 dolar AS), dan tiket dapat dipesan secara online. Meskipun acara ini direncanakan hanya untuk satu hari, keuntungan utama dari konsep Chashitsu Bergerak adalah kemudahan pemasangannya. Dengan waktu pemasangan yang cepat dan fleksibel, ada kemungkinan bahwa upacara minum teh ini akan diadakan lebih sering di Bandara Haneda atau bahkan di bandara lain di Jepang, jika permintaan peserta cukup besar. Inisiatif ini menjadi peluang penting untuk memperkenalkan budaya Jepang dengan cara yang mudah diakses dan berkesan, sekaligus memberikan pengalaman budaya yang unik bagi pelancong internasional.

Panen Apel Aomori Terancam Akibat Salju Tebal

Å@ê·ÇÃèdÇ›Ç≈ä≤Ç©ÇÁäÑÇÍÅAîºï™Ç…ǻǡÇΩé˜óÓÇTÇOÅ`ÇUÇOîNÇÃÉäÉìÉSÇÃñÿÅÅÇPåéÅAê¬êXés

Image by JapanToday.com

Hujan salju yang memecahkan rekor pada bulan Januari telah menyebabkan kerusakan parah pada perkebunan apel di Prefektur Aomori, Jepang, yang merupakan penghasil apel terbesar di negara itu. Pihak berwenang setempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa kerugian akibat cuaca buruk ini dapat melebihi 10 miliar yen. Salju yang turun sangat lebat, dengan kota Hirosaki melaporkan rekor akumulasi salju setinggi 126 sentimeter, menurut observatorium meteorologi setempat. Berat salju yang menumpuk telah merusak pohon-pohon apel di Hirosaki dan 10 kotamadya lainnya. Lebih banyak salju diperkirakan akan turun bulan ini, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap panen apel musim gugur tahun ini di Aomori. Daerah ini menghasilkan sekitar 60 persen dari total produksi apel di Jepang, sehingga kerusakan ini dapat memengaruhi pasokan apel secara signifikan di seluruh negeri. Yoshimoto Kudo, seorang petani berusia 85 tahun yang menanam sekitar 150 pohon apel di kebun seluas 4.000 meter persegi, melaporkan banyak cabang pohon yang patah akibat beban salju. Beberapa batang pohon yang berusia 50 hingga 60 tahun bahkan rusak parah. Kudo, yang telah lama mengelola kebun apel ini, berupaya mengurangi kerusakan dengan menyebarkan agen pencairan salju dan memperkuat cabang-cabang pohon. Namun, jalan pertanian yang rusak membuat tiga dari lima kebun buah miliknya tidak dapat diakses, sehingga mempersulit upaya perbaikan.

Snow-Apples-Sayuran-Salju

Image by JapanToday.com

"Saya tidak akan tahu seberapa besar kerusakan yang sebenarnya sampai salju mencair, tetapi saya memperkirakan sekitar seperempat pohon saya telah terkena dampaknya," ujar Kudo. Kondisi ini menambah beban psikologis bagi para petani yang bergantung pada hasil panen apel setiap tahun. Mereka harus menghadapi ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup pohon-pohon yang telah lama mereka rawat. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Prefektur Aomori telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk mendanai penggunaan helikopter tak berawak dalam distribusi agen pencairan salju di kebun-kebun apel. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pencairan salju yang berat dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada pohon-pohon apel. Meskipun demikian, para pejabat setempat mengatakan bahwa penilaian kerusakan penuh akan dilakukan setelah cuaca menghangat dan salju mulai mencair. Namun, para pejabat juga memperingatkan bahwa jika salju terus turun pada bulan Februari, situasi ini dapat semakin memburuk. Ketidakpastian cuaca dan dampaknya pada panen apel akan terus dipantau dengan seksama, karena hasil panen di Aomori sangat penting bagi industri apel di Jepang. Dalam menghadapi tantangan besar ini, petani apel dan pihak berwenang bekerja sama untuk memitigasi kerusakan dan memastikan keberlanjutan industri apel yang vital ini.

 

Cahaya Fantasi Lilin di Yokote

20250210_12_1490661_L

Image by NHK World Japan

Warga Saruhannai, Kota Yokote di Prefektur Akita, Jepang utara, kembali menggelar acara yang menakjubkan dengan menyalakan ribuan lilin yang dipasang di dinding salju. Lilin-lilin tersebut menciptakan suasana dunia fantasi dengan cahaya jingga lembut yang memancar dari dalam salju. Acara ini dikenal dengan nama "Cahaya Fantasi" dan telah menjadi tradisi selama dua dekade. Penyalaan lilin ini berlangsung selama dua hari di akhir pekan, memberikan kesempatan bagi warga dan pengunjung untuk merasakan keindahan malam musim dingin yang menawan. Acara ini dilaksanakan pada saat yang istimewa, yaitu ketika sebagian besar wilayah Jepang dilanda salju yang memecahkan rekor. Di Saruhannai, para warga setempat bekerja keras untuk membersihkan salju di sepanjang 10 kilometer jalan yang menghubungkan enam wilayah. Dinding salju yang terbentuk dari hasil pembersihan ini kemudian dibentuk dengan lubang-lubang di dalamnya, yang akan menjadi tempat untuk meletakkan lilin-lilin tersebut. Saat senja tiba, sekitar 2.500 lilin dinyalakan, menciptakan suasana yang mistis dan menakjubkan bagi semua yang melintasi jalan tersebut. Pengunjung yang datang dapat menikmati suasana romantis dan menenangkan sambil berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi dengan cahaya lilin. Pemandangan yang indah ini tak hanya memikat para wisatawan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi warga setempat. Selain itu, beberapa wilayah di sekitar jalan tersebut menampilkan patung-patung salju berbentuk hewan besar dan iglo yang menambah daya tarik acara ini. Keluarga-keluarga dapat menikmati tamasya malam musim dingin dengan santai, menjadikan acara ini sebagai momen yang penuh kebersamaan.

dd5488de-d8fb-4db2-b3e5-2d485ee49ade-w768

Image by NHK World Japan

Selama dua dekade penyelenggaraan, acara "Cahaya Fantasi" ini telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan komunitas Saruhannai. Meskipun demikian, tradisi ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah menurunnya jumlah orang yang dapat terlibat dalam persiapan acara tersebut. Hal ini disebabkan oleh semakin menurunnya jumlah penduduk yang cukup signifikan akibat penuaan populasi di daerah tersebut. Ketua kelompok warga yang menjadi penyelenggara acara ini mengungkapkan harapan mereka agar tradisi ini dapat terus berlanjut meskipun ada kesulitan dalam menemukan sukarelawan yang cukup. Mereka percaya bahwa acara ini tidak hanya penting untuk memelihara ikatan sosial di komunitas tersebut, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan keindahan alam dan budaya lokal kepada pengunjung dari luar. Oleh karena itu, mereka berharap semangat komunitas dan dukungan dari generasi muda akan terus hidup untuk memastikan bahwa acara ini tetap berlangsung di masa depan. Di tengah tantangan yang dihadapi, warga Saruhannai tetap bersemangat dalam menjaga acara ini sebagai warisan budaya yang berharga. Dengan keindahan salju yang membalut desa mereka dan cahaya lilin yang bersinar lembut di malam hari, "Cahaya Fantasi" telah menjadi simbol ketahanan dan kekompakan komunitas dalam merayakan musim dingin. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong bagi generasi mendatang.