AniBirth Toei Animate EXPO 2025

image

Image by KyodoNews.net

Toko Pop-Up "AniBirth" Hadir di animate EXPO 2025 STORE hingga 19 Juni!

"animate EXPO 2025 STORE" saat ini sedang berlangsung di lantai pertama Ring Side Marketplace West yang terletak di "West Gate Zone," Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang. Toko ini menjadi destinasi menarik bagi para penggemar budaya pop Jepang, khususnya anime, dengan berbagai pilihan produk resmi dan eksklusif dari berbagai waralaba populer. Salah satu sorotan utama di toko ini adalah kehadiran toko barang resmi Toei Animation, "AniBirth." Toko ini merupakan bagian dari "POP-UP SPACE," yaitu area pameran khusus yang menampilkan tema dan barang dagangan yang berubah secara berkala. Pengunjung dapat menikmati pengalaman berbelanja sambil menyaksikan pameran visual yang menarik hingga tanggal 19 Juni 2025.

image

Image by KyodoNews.net

Dalam kesempatan ini, "AniBirth" membawa pengunjungnya menjelajahi dunia anime melalui koleksi visual bertema luar angkasa dan foto-foto menarik dari berbagai seri. Poster-poster besar dari empat serial utama Toei Animation dipamerkan, menciptakan atmosfer yang penuh nostalgia sekaligus inovatif bagi para penggemar setia dan pendatang baru. Produk yang ditawarkan di toko ini sangat beragam, mulai dari barang dagangan klasik hingga produk sehari-hari yang stylish. Beberapa di antaranya adalah stan logo akrilik dari "Digimon Series," stan akrilik lembut dari "Ojamajo Doremi#" yang baru dirilis pada 23 Mei, serta tas bahu ramah lingkungan dari "Miraculous: Tales of Ladybug & Cat Noir" yang menghadirkan nuansa seolah-olah Tikki dan Plagg berada di sisi Anda.

image

Image by KyodoNews.net

Tak ketinggalan, para pengunjung juga bisa menemukan jam tangan berbahan silikon yang terinspirasi dari karakter-karakter "Girls Band Cry," yang menampilkan desain berduri unik dan enerjik. Seluruh produk ini dipajang dengan tampilan yang menarik, menciptakan pengalaman visual dan belanja yang menyenangkan dalam satu waktu. Acara ini akan berlangsung hingga pukul 18.00 waktu setempat pada tanggal 19 Juni 2025. Jadi, bagi Anda yang sedang berada di Jepang atau berencana mengunjungi Expo 2025 Osaka, jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk merasakan langsung atmosfer toko pop-up "AniBirth" dan membawa pulang kenang-kenangan spesial dari dunia anime!

 

Ribuan Iris Mekar di Taman Tochigi

image

Image by NHK World Japan

Sekitar 200.000 bunga iris Jepang, yang dikenal dengan sebutan hana shobu, tengah mekar penuh di Taman Bunga Ashikaga, Prefektur Tochigi, yang terletak di utara Tokyo. Hamparan bunga berwarna ungu dan putih ini menciptakan pemandangan menakjubkan yang menarik perhatian para pengunjung. Mekarnya bunga iris menandai datangnya musim hujan di Jepang dan menjadi salah satu daya tarik utama taman tersebut pada bulan Juni. Pihak pengelola taman menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, bunga iris cenderung mekar lebih awal akibat suhu yang lebih tinggi. Namun, tahun ini, mekarnya kembali berlangsung pada waktu normal. Hal ini dipengaruhi oleh cuaca yang lebih dingin di awal musim semi, yang memperlambat pertumbuhan tanaman dan mengembalikan pola mekarnya seperti biasa.

image

Image by NHK World Japan

Pada Minggu, 15 Juni 2025, para pengunjung memadati taman untuk menikmati keindahan bunga-bunga yang sedang berada pada puncak mekarnya. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk mengambil foto atau sekadar berjalan-jalan di antara barisan bunga. Seorang wanita berusia 60-an tahun asal Prefektur Gunma mengaku terkesan dengan jumlah bunga yang jauh melebihi harapannya. Ia menyebut pemandangan tersebut sebagai sesuatu yang elegan dan memesona. Koike Tomoko, salah satu pejabat taman, mengatakan bahwa bunga iris Jepang memang sangat cocok tumbuh saat musim hujan, sehingga menjadi simbol khas bulan Juni. Ia berharap semakin banyak orang datang untuk melihat keindahan alam ini secara langsung. Pihak taman memperkirakan bunga iris akan tetap mekar penuh hingga sekitar akhir Juni, memberikan waktu yang cukup bagi pengunjung untuk menikmatinya.

 

Pengukur Pusing Anak Dari Jepang

image

Image by en.nagoya-u.ac.jp

Mahasiswa dari sekolah pascasarjana Universitas Nagoya di Jepang telah berhasil mengembangkan perangkat inovatif yang dirancang untuk mengukur gejala disregulasi ortostatik secara mudah. Gangguan ini merupakan kondisi umum yang banyak dialami oleh anak-anak dan remaja, ditandai dengan kesulitan fisik saat bangun di pagi hari serta rasa pusing saat berdiri. Perangkat ini hadir sebagai solusi praktis untuk membantu para penderita mengenali dan memantau gejalanya dari rumah. Tim pengembang berharap alat ini dapat menjadi sarana komunikasi gejala yang efektif, terutama bagi anak-anak yang sering kali mengalami kesulitan menjelaskan kondisi mereka saat terpaksa harus membolos sekolah. Gangguan ini sendiri, yang lebih banyak terjadi pada masa remaja, tergolong umum. Menurut data dari Masyarakat Psikosomatik Pediatri Jepang, sekitar 10 persen siswa sekolah menengah pertama menunjukkan gejala ringan dari kondisi ini.

image

Image by en.nagoya-u.ac.jp

Perangkat yang diberi nama OD Checker ini berbentuk seperti tongkat dan mampu mengukur tingkat keparahan gejala secara mandiri di rumah. Cara kerja alat ini menyerupai fungsi termometer, yang menyajikan hasil pengukuran secara visual dan mudah dipahami. Sensor yang terpasang pada jari pasien akan mencatat perubahan denyut jantung saat pasien berpindah dari posisi berbaring ke berdiri, lalu hasilnya dianalisis berdasarkan kriteria diagnostik tertentu. Inovasi ini sangat membantu mereka yang sering mengalami kesulitan berdiri akibat kondisi tersebut. Selain itu, OD Checker juga mampu mendeteksi gejala pusing yang merupakan keluhan umum penderita. Tim pengembang, yang dibentuk pada tahun 2021, terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang di bidang medis dan teknik elektronik, menciptakan alat ini dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup para penderita.

image

Image by en.nagoya-u.ac.jp

Saat ini, tim berencana untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta guna menyempurnakan prototipe, melakukan uji klinis, dan mempersiapkan langkah-langkah komersialisasi perangkat sebagai alat medis resmi. Harapan mereka adalah agar alat ini tidak hanya membantu individu secara pribadi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan gangguan disregulasi ortostatik. Kensuke Sumida, pemimpin tim berusia 26 tahun, mengaku bahwa motivasinya datang dari pengalaman pribadinya sebagai penderita kondisi tersebut sejak masa sekolah dasar, bahkan hingga pernah pingsan. “Dalam menghadapi gangguan ini, penting untuk membangun pemahaman dari lingkungan sekitar. Kami ingin memulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai kegiatan kami,” ujarnya.

 

Hado Masuk Kurikulum Sekolah Jepang

image

Image by: soranews24.com

Partisipasi dalam olahraga di sekolah-sekolah Jepang dilaporkan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Olahraga tradisional seperti melempar bola dan memanjat tali dianggap kurang menarik dibandingkan aktivitas hiburan digital seperti video game. Selain itu, olahraga konvensional kerap mengucilkan siswa dengan kemampuan fisik dan koordinasi yang kurang, sehingga pengalaman berolahraga menjadi tidak menyenangkan bagi sebagian siswa.

Untuk mengatasi tantangan tersebut dan membuat pelajaran jasmani lebih inklusif serta menarik, SMA Shizuoka Nishi di Prefektur Shizuoka mengadopsi olahraga berbasis Augmented Reality (AR) bernama Hado ke dalam kurikulum mereka mulai bulan Juni. Inisiatif ini diharapkan mampu menarik minat siswa dan membangkitkan kembali semangat olahraga di kalangan pelajar.

image

Image by: soranews24.com

Hado adalah permainan kompetitif tiga lawan tiga yang dikembangkan oleh perusahaan Meleap Inc., di mana pemain menggunakan headset AR dan perangkat pergelangan tangan. Salah satu tangan digunakan untuk menembakkan bola energi, sementara tangan lainnya dapat mengaktifkan perisai. Pertandingan berlangsung selama 80 detik dan poin diberikan berdasarkan jumlah target yang berhasil dikenai.

Sebelum permainan dimulai, setiap pemain dapat mengatur statistik karakter mereka dengan membagi 10 poin ke empat atribut: kecepatan peluru, ukuran peluru, kecepatan pengisian daya, dan jumlah perisai. Sistem ini memungkinkan pemain menyesuaikan kekuatan mereka, baik dengan menyeimbangkan atau memaksimalkan keunggulan tertentu, sehingga memberikan ruang untuk strategi dan permainan yang lebih adil.

image

Image by: google.com

Dengan sistem ini, lapangan permainan menjadi lebih setara bagi siswa dari berbagai latar belakang fisik. Anak-anak dari berbagai bentuk tubuh dan tingkat kemampuan dapat menikmati permainan sambil tetap memperoleh latihan fisik serta koordinasi mata dan tangan. Pendekatan ini menjadikan olahraga tidak hanya lebih inklusif, tetapi juga lebih menyenangkan dan futuristik.

Saat ini, Hado telah diterapkan di lebih dari 100 sekolah di Jepang dan 300 sekolah di seluruh dunia. Tidak hanya populer di kalangan pelajar, olahraga ini juga diminati oleh orang dewasa. Bahkan, turnamen Hado World Cup telah diselenggarakan di Shanghai pada 24 Mei lalu dengan partisipasi dari 18 negara, dan pertandingan ini disiarkan secara daring melalui YouTube.

Earth Celebration 2025

image

Image by Google

Di lepas pantai Prefektur Niigata, Pulau Sado tengah bersiap menyambut salah satu perayaan budaya paling dinanti di Jepang: Earth Celebration 2025. Festival tahunan ini kembali digelar dan menjanjikan pengalaman musik yang menggugah jiwa, dipimpin oleh kelompok taiko legendaris, Kodo. Tiket kini telah tersedia, dan para pengunjung dari dalam maupun luar negeri diundang untuk menjadi bagian dari momen penuh semangat yang menggabungkan musik, budaya, dan kebersamaan di bawah langit musim panas Jepang. Puncak acara Earth Celebration tahun ini akan berlangsung dari 22 hingga 24 Agustus di Pelabuhan Ogi, lokasi utama yang menjadi saksi gelaran Harbour Concerts setiap malam mulai pukul 6 sore. Sebagai acara utama festival, konser ini selalu menjadi daya tarik utama, di mana Kodo akan menampilkan energi luar biasa bersama sejumlah penampil tamu dari Jepang dan mancanegara. Tahun ini dibuka dengan Kodo Synergy, sebuah pertunjukan yang menampilkan keharmonisan dan kekuatan kolektif yang telah menjadi ciri khas grup ini. Penonton tak hanya diajak menonton, tetapi juga terlibat langsung melalui tepukan tangan, hentakan kaki, dan sambutan penuh semangat.

image

Image by Google

Pada malam kedua, panggung akan menghadirkan kolaborasi spesial antara Kodo dan el tempo, sebuah proyek perkusi improvisasi yang unik asal Jepang yang dipimpin oleh Kavka Shishido, namun berakar dari budaya Buenos Aires, Argentina. Kelompok ini dikenal dengan pendekatan eksperimental menggunakan lebih dari 100 isyarat tangan untuk menciptakan pertunjukan spontan yang penuh kejutan. Diperkuat oleh para pemain perkusi top Jepang, kolaborasi ini dijamin akan menjadi penampilan yang tidak bisa diulang — hanya bisa disaksikan di sini dan saat itu juga. Malam puncak festival akan diisi dengan pertunjukan Earth Beat Groove, di mana Kodo akan bersatu kembali dengan drummer janggu asal Korea, Choi Jaechol, serta menyambut kembali Ben Aylon, musisi perkusi berbakat yang tampil untuk ketiga kalinya di Earth Celebration. Bergabung pula para ahli perkusi asal Senegal: Aly Ndiaye Rose, Dourfal Ndiaye Rose, dan Baye Dame Bou Yaye, yang akan memadukan kekayaan ritme Afrika Barat dengan teknik modern dan dinamis. Perpaduan lintas budaya ini akan menciptakan malam terakhir yang penuh intensitas dan keajaiban musikal.

image

Image by Google

Di luar konser utama, Earth Celebration 2025 juga menghadirkan berbagai lokakarya dan aktivitas budaya yang tersebar di sekitar Pelabuhan Ogi. Pengunjung dari berbagai usia dapat menikmati kegiatan menarik seperti permainan drum taiko, tarian matsuri khas Jepang, lokakarya alat musik tradisional, hingga merasakan keheningan dan keanggunan dalam upacara minum teh. Semua ini dirancang untuk membawa pengunjung lebih dekat dengan tradisi Jepang dan semangat komunitas Pulau Sado. Tak ketinggalan, berbagai pertunjukan tambahan dan acara gratis juga akan meramaikan suasana festival. Di Panggung Pinggiran Taman Segitiga, pengunjung bisa memulai hari dengan senam pagi khas Jepang atau menyaksikan pertunjukan rakyat seperti Saeki-bayashi, seni pertunjukan yang relatif baru namun sarat makna, yang lahir di tahun 2020. Dengan perpaduan budaya lokal dan internasional, Earth Celebration bukan hanya festival musik, tapi juga sebuah perayaan kehidupan, persatuan, dan ekspresi tanpa batas. Karena tiket cepat habis setiap tahunnya, disarankan untuk segera melakukan pemesanan dan menjadi bagian dari perayaan luar biasa ini.

 

Jepang Menang Telak Atas Indonesia

image

Image by KyodoNews.net

Daichi Kamada mencetak dua gol, sementara Takefusa Kubo yang dipercaya sebagai kapten tim pada hari pertandingan juga turut menyumbang satu gol saat Jepang menutup fase kualifikasi Piala Dunia Asia dengan kemenangan meyakinkan 6-0 atas Indonesia pada hari Selasa. Pertandingan berlangsung di bawah hujan deras di Stadion Panasonic, Suita, Prefektur Osaka, namun cuaca tidak menghalangi dominasi penuh Samurai Biru.

image

Image by KyodoNews.net

Tim nasional Jepang, yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan tiga pertandingan tersisa, menuntaskan kampanye kualifikasi dengan finis di puncak Grup C. Mereka mencatatkan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Manajer Hajime Moriyasu terus melakukan eksperimen terhadap komposisi timnya. Dalam laga sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan 1-0 melawan Australia, ia menurunkan formasi yang belum teruji. Kali ini, ia mempercayakan ban kapten kepada Takefusa Kubo yang masih berusia 24 tahun.

image

Image by KyodoNews.net

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari tim tuan rumah. Daichi Kamada, gelandang yang bermain untuk Crystal Palace, membuka keunggulan Jepang pada menit ke-15 melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari Shunsuke Mito. Hanya empat menit berselang, Kubo menggandakan keunggulan lewat penyelesaian cerdik, memanfaatkan bola liar yang memantul dan mencungkilnya ke dalam gawang dari jarak dekat.

image

Image by KyodoNews.net

Menjelang akhir babak pertama, kerja sama apik antara Kubo dan Kamada kembali membuahkan hasil. Kali ini Kubo memberikan assist yang diselesaikan Kamada dengan tenang di masa injury time, menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 untuk Jepang. Permainan cepat dan terorganisir dari Jepang membuat lini pertahanan Indonesia kewalahan sepanjang 45 menit pertama.

Memasuki babak kedua, Ryoya Morishita yang bermain sebagai sayap kanan mencetak gol keempat Jepang. Pemain yang memperkuat klub Polandia, Legia Warszawa, ini mencetak gol internasional pertamanya. Hanya beberapa menit kemudian, giliran Shuto Machino yang mencatatkan namanya di papan skor, menjadikan kedudukan 5-0. Mao Hosoya yang masuk sebagai pemain pengganti melengkapi pesta gol Jepang lewat golnya pada menit ke-80. Manajer Hajime Moriyasu mengapresiasi kerja keras para pemainnya dalam pertandingan ini. "Usaha para pemain membuahkan hasil ini," ujarnya seusai pertandingan. Meski puas dengan kemenangan besar tersebut, Moriyasu menekankan bahwa masih banyak yang harus diperbaiki. Ia menegaskan bahwa target Jepang adalah memenangkan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Di sisi lain, Indonesia yang kini diasuh oleh mantan striker timnas Belanda, Patrick Kluivert, menutup fase grup di posisi keempat dengan tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan.

 

Kasshayaki, Si Takoyaki Ayam

image

Image by SoraNews24

Di Jepang, takoyaki sudah menjadi ikon kuliner yang dikenal luas: bola-bola kecil berisi potongan gurita, dimasak di atas wajan cetakan bulat, lalu disajikan dengan saus gurih dan taburan katsuobushi. Namun, di Prefektur Kagawa, Pulau Shikoku, terdapat jajanan serupa namun berbeda yang dikenal dengan nama kasshayaki. Sekilas tampak identik dengan takoyaki, tetapi kasshayaki menyimpan kejutan: isian ayam berbumbu kari menggantikan peran gurita. Nama kasshayaki sendiri berasal dari kata “kashiwa,” yang dalam bahasa Jepang tradisional berarti ayam, sedangkan “yaki” berarti dipanggang atau dibakar.

image

Image by SoraNews24

Kasshayaki menjadi ciri khas kuliner lokal Kagawa yang tidak ditemukan di daerah lain di Jepang. Meskipun belum sepopuler takoyaki, keberadaan spanduk bertuliskan “ganso kasshayaki” (kasshayaki asli atau jadul) di beberapa warung kaki lima menunjukkan bahwa hidangan ini memiliki sejarah dan penggemarnya sendiri. Banyak wisatawan yang awalnya mengira sedang membeli takoyaki, hanya untuk terkejut saat menggigit dan menemukan isian ayam yang kaya rasa di dalamnya. Perbedaan ini bukan hanya menarik, tetapi juga menyajikan pengalaman kuliner yang baru dan menggoda.

image

Image by SoraNews24

Dari segi bahan dan cara pembuatan, kasshayaki memang mirip dengan takoyaki. Adonan dasarnya terbuat dari campuran tepung, telur, dan kaldu. Perbedaannya terletak pada isiannya: potongan ayam yang sudah direbus atau ditumis dalam bumbu kari aromatik. Proses memasaknya pun sama, yaitu dituangkan ke dalam wajan cetakan bulat, diberi isian ayam, lalu diputar dengan sumpit hingga membentuk bola yang matang merata. Setelah matang, kasshayaki disajikan dengan saus khas, katsuobushi, dan tambahan seperti daun bawang atau mayones sesuai selera.

image

Image by SoraNews24

Dari segi rasa dan tekstur, kasshayaki menawarkan sensasi yang berbeda. Lapisan luarnya sedikit renyah, sementara bagian dalamnya kenyal dan hangat. Ayam berbumbu kari di tengahnya memberikan rasa gurih yang kaya dan mengenyangkan, berbeda dengan tekstur kenyal gurita dalam takoyaki. Kombinasi ini menciptakan harmoni rasa yang unik—sangat cocok dinikmati sebagai camilan sore atau teman minum bir dingin. Bagi mereka yang tidak terlalu menyukai seafood, kasshayaki bisa menjadi alternatif yang lebih ramah di lidah.

image

Image by SoraNews24

Sayangnya, kasshayaki masih sangat terbatas penyebarannya dan hampir eksklusif hanya bisa ditemukan di Kagawa. Inilah yang menjadikannya sebagai hidden gem kuliner yang layak diburu oleh para pelancong pencinta makanan lokal otentik. Jika dipromosikan lebih luas melalui festival makanan, media sosial, atau kemitraan dengan restoran modern, kasshayaki punya potensi besar untuk meraih popularitas seperti halnya takoyaki dari Osaka atau okonomiyaki dari Hiroshima. Kasshayaki membuktikan bahwa inovasi dalam kuliner Jepang tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Jajanan lokal ini merupakan contoh bagaimana tradisi, kreativitas, dan cita rasa bisa menyatu dalam sebuah hidangan sederhana. Jika suatu hari kamu berkunjung ke Shikoku, terutama ke Prefektur Kagawa, jangan lupa mencicipi kasshayaki langsung dari warung kaki lima setempat. Siapa tahu, kamu akan menemukan favorit baru yang tak kalah lezat dari takoyaki.

 

Inovasi Unik Ramen Instan Jepang

image

Image by Google

Ramen instan telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Jepang. Dianggap sebagai makanan cepat saji yang praktis, murah, dan mudah disiapkan, ramen instan kerap menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang ingin menyantap makanan hangat dalam waktu singkat. Namun, meski terkesan sederhana, ramen instan juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya. Banyak pecinta ramen yang justru mencari cara-cara kreatif untuk meningkatkan cita rasa dan tampilan dari semangkuk mi instan mereka. Salah satu cara paling populer adalah dengan menambahkan telur mentah saat memasak. Penambahan telur ke dalam ramen instan sering disebut sebagai shirotama, sebuah teknik sederhana namun memerlukan ketelitian. Tujuannya adalah agar putih telur matang sempurna, sementara kuning telurnya tetap lembut dan meleleh saat dipecahkan, berpadu dengan kaldu untuk menciptakan rasa yang lebih kaya. Namun, teknik ini sering kali sulit dilakukan dengan sempurna. Proses menuangkan air panas dan meletakkan telur di posisi yang tepat membutuhkan keterampilan tersendiri. Tidak jarang hasil akhirnya mengecewakan—baik karena putih telur belum matang sepenuhnya, atau karena kuning telur menjadi terlalu keras.

image

Image by JapanToday

Menjawab tantangan ini, Nissin—perusahaan di balik produk legendaris seperti Cup Noodle dan Chicken Ramen—memperkenalkan sebuah inovasi menarik bernama Shirotama Maker. Perangkat dapur ini dirancang khusus untuk memastikan telur dalam ramen instan dapat dimasak sempurna setiap kali. Mengambil bentuk menyerupai penanak nasi berukuran kecil, alat ini terinspirasi dari maskot Chicken Ramen dan menggabungkan desain fungsional dengan sentuhan karakter khas Jepang yang menggemaskan.

image

Image by JapanToday

image

Image by JapanToday

Secara teknis, Shirotama Maker terdiri dari tiga komponen utama: Port Mi Horizontal, Pancuran Tetesan Panas Omnidirectional, dan Tutup Termal Ultimate Convectional Lo-Tech Totemo e-Desu yo Steam Manbennaku—sebuah nama panjang yang secara harfiah berarti “penutup termal penguapan merata yang sangat baik dengan teknologi sederhana”. Fungsinya sangat praktis: pengguna cukup meletakkan ramen instan yang sudah diseduh di dalam wadahnya, membuat cekungan kecil di bagian tengah mi, dan memecahkan telur di atasnya. Ketika air panas dituangkan ke dalam lubang khusus di bagian atas, air tersebut akan mengalir dalam pola pancuran yang mengenai putih telur dan mi tanpa menyentuh kuning telur secara langsung. Tutup termal kemudian menahan panas sehingga telur matang merata dengan hasil yang ideal.

Yang membuat alat ini semakin praktis adalah kenyataan bahwa Anda bisa langsung menyantap ramen dari wadah Shirotama Maker, karena desain dasarnya memang berupa mangkuk. Proses memasak tetap sesuai standar—hanya tiga menit—namun hasilnya jauh lebih memuaskan. Telur akan matang dengan tampilan dan tekstur yang menggugah selera, seperti yang telah ditunjukkan dalam berbagai demonstrasi oleh pihak Nissin.

image

Image by Google

image

Image by Google

Meskipun Shirotama Maker belum tersedia secara komersial di toko-toko, Nissin memastikan bahwa ini bukan hanya sekadar alat promosi. Sebanyak 1.000 unit Shirotama Maker akan dibagikan secara gratis kepada para penggemar Chicken Ramen yang mengirimkan foto struk pembelian mereka. Promosi ini dibagi menjadi dua periode: 500 unit untuk periode pertama antara sekarang hingga 31 Juli, dan 500 unit sisanya untuk periode kedua antara 1 Agustus hingga 31 September. Pemenang akan dipilih secara acak dari mereka yang mengikuti program ini. Melalui inisiatif ini, Nissin tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap inovasi, tetapi juga terhadap kepuasan dan kesenangan konsumen dalam menikmati ramen instan yang sempurna.

 

Kereta Thomas Beroperasi di Oigawa Railway

image

Image by: google.com

Kereta "Thomas the Tank Engine" kembali hadir di Oigawa Railway, Prefektur Shizuoka, dan akan beroperasi secara reguler pada akhir pekan serta hari libur hingga Desember 2025. Layanan ini sangat populer sejak diperkenalkan pada tahun 2014 dan menjadi salah satu daya tarik wisata utama di wilayah tersebut.

Kereta Thomas beroperasi di jalur antara Stasiun Shin-Kanaya di kota Shimada hingga Stasiun Kawaneonsen-Sasamado. Selama perjalanan, kereta hanya berhenti di Stasiun Ieyama. Penumpang dapat memilih untuk melakukan perjalanan pulang pergi atau berhenti di Kawaneonsen-Sasamado untuk menikmati pemandian air panas Kawane Onsen sebelum kembali.

image

Image by: google.com

Harga tiket pulang pergi adalah ¥6.000 untuk orang dewasa dan ¥3.000 yen untuk anak-anak, sedangkan tiket sekali jalan seharga ¥3.000 untuk dewasa dan ¥1.500 untuk anak-anak. Tiket pulang-pergi sudah mencakup akses ke “Thomas Fair”, sebuah pameran bertema Thomas yang berlangsung di Stasiun Shin-Kanaya.

Di “Thomas Fair”, pengunjung dapat melihat karakter-karakter populer lainnya seperti Bertie si Bus, Bulgy si Bus Tingkat, Winston si Mobil Inspeksi, dan Flynn si Mobil Pemadam Kebakaran. Bagi yang tidak memiliki tiket pulang-pergi, biaya masuk ke pameran ini adalah ¥500 per orang.

image

Image by: google.com

Tiket untuk naik Thomas the Tank Engine tidak dapat dibeli langsung dari Oigawa Railway. Tiket hanya tersedia melalui situs web berbahasa Jepang seperti Asoview, Lawson Ticket, situs pemesanan EX milik JR Central, atau sebagai bagian dari paket tur dari Daitetsu Kanko.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal perjalanan Thomas the Tank Engine tahun 2025 dan detail lainnya, pengunjung disarankan untuk mengakses situs web resmi Oigawa Railway versi bahasa Inggris. Situs ini menyediakan panduan lengkap bagi wisatawan mancanegara.

 

Pameran Film “Mobile Suit Gundam”

image

Image by: japantoday.com

Anime Tokyo Station tengah mengadakan pameran spesial bertajuk “Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX -Beginning-” yang berlangsung hingga 11 Agustus. Pameran ini menjadi sorotan utama bagi para penggemar anime, terutama karena film ini merupakan bagian dari waralaba Gundam yang legendaris.

Film terbaru ini disutradarai oleh Kazuya Tsurumaki, sosok yang dikenal lewat keterlibatannya dalam seri Evangelion. Kolaborasi unik antara Studio Khara dan Sunrise ini menjadi pusat perhatian, mengingat keduanya adalah studio besar dengan gaya dan pendekatan yang khas dalam dunia anime.

image

Image by: google.com

Pameran ini menawarkan beragam konten menarik yang dirancang untuk menghidupkan kembali pengalaman menonton film. Pengunjung dapat menikmati gambar adegan yang menampilkan momen-momen ikonik dari film “GQuuuuuuX -Beginning-.”

Selain itu, tersedia juga patung karakter dan pakaian bergerak dalam skala asli yang menambah kesan realisme dan kehadiran tokoh-tokoh dalam dunia nyata. Elemen ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin merasakan kehadiran karakter favorit secara langsung.

image

Image by: google.com

Spot foto yang dibuat menyerupai adegan penting dari film juga menjadi salah satu highlight pameran. Area ini memungkinkan pengunjung untuk berpose seolah berada di dalam adegan, memberikan pengalaman interaktif yang unik dan personal.

Pameran ini juga menampilkan materi produksi langka seperti naskah asli, serta pojok foto AR yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara digital dengan karakter. Seluruh elemen ini menjadikan pameran bukan hanya ajang visual, tapi juga pengalaman mendalam bagi para penggemar Gundam dan anime pada umumnya.