Setelah berlangsung selama 6 bulan dan berhasil menarik 25 juta pengunjung, World's Expo di Osaka, yang mempertunjukkan teknologi canggih dan berbagai macam budaya, resmi berakhir pada hari Senin. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan operasional, para penyelenggara menyebut acara ini sukses besar. Acara berlangsung di Pulau buatan Yumeshima dengan partisipasi dari 158 negara dan wilayah.
Mengusung tema “Designing Future Society for Our Lives”, Expo ini ditujukan sebagai ajang kolaboratif untuk merancang masa depan yang lebih baik bagi umat manusia. Dalam deklarasi penutupannya, expo disebut telah menegaskan kembali pentingnya eksposisi dunia sebagai "kebaikan publik global" yang mendorong pemahaman bersama, dialog lintas bangsa, dan perubahan positif. Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menyampaikan bahwa kesuksesan acara ini dicapai melalui persatuan dan solidaritas. Sementara itu, Pangeran Mahkota Fumihito menilai expo ini sebagai momentum penting untuk mencari solusi atas tantangan global secara kolektif.
Dari sisi pencapaian, Expo Osaka 2025 mencatatkan 25,29 juta kunjungan, melampaui total pengunjung Expo Aichi 2005 yang mencapai 22,05 juta, meski masih di bawah target ambisius sebesar 28,20 juta. Sebanyak 22,07 juta tiket terjual, dan penjualan merchandise resmi seperti boneka maskot Myaku-Myaku menyumbang pemasukan sekitar 80 miliar yen hingga akhir Agustus. Panitia memperkirakan akan mencatat surplus operasional hingga 28 miliar yen.
Namun, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Persiapan Expo sempat terkendala oleh lonjakan biaya pembangunan, keterlambatan penyelesaian paviliun, serta minimnya antusiasme publik di awal pembukaan. Sistem reservasi digital yang dirancang untuk menghindari antrean panjang pun tidak berjalan mulus, memicu keluhan dari pengunjung yang kesulitan mendapatkan akses masuk ke beberapa paviliun meskipun telah membeli tiket.
Pasca penutupan, proses pembongkaran dan pemulihan area Expo di pulau buatan Yumeshima akan dimulai pekan depan. Pemerintah berencana mengembalikan lahan tersebut ke kota Osaka pada Februari 2028. Meski demikian, sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran atas pembayaran yang belum diselesaikan kepada subkontraktor pembangunan paviliun internasional, yang dikhawatirkan dapat menghambat proses pembongkaran.
Salah satu warisan fisik dari Expo ini adalah struktur ikonik Grand Ring—atap kayu sepanjang dua kilometer yang mengelilingi area utama pameran. Sekitar 200 meter dari struktur ini akan dipertahankan sebagai monumen arsitektur, sementara sisanya dibongkar dan sebagian materialnya akan digunakan kembali. Grand Ring juga telah tercatat dalam Guinness World Records sebagai struktur kayu arsitektural terbesar di dunia.
source: https://japantoday.com/category/national/Osaka-Expo-wraps-up-6-month-run-after-drawing-over-25-million-visitors