AI Dalam Layanan Publik Di Iwate
image

Ilustrasi Teknologi AI (Image by Google)

ICHINOSEKI, Jepang – Pemerintah Kota Ichinoseki di Prefektur Iwate, Jepang timur laut, telah memperkenalkan terminal layanan publik berbasis kecerdasan buatan (AI) di kantor kota setempat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi sekaligus mengurangi beban kerja pegawai. Terminal AI ini menampilkan karakter virtual berwujud perempuan yang berinteraksi secara langsung dengan warga. Melalui percakapan suara, sistem dapat memberikan informasi terkait prosedur administrasi, mengarahkan pengunjung ke loket yang tepat, serta membantu dalam pengisian berbagai formulir aplikasi.

image

Ai yang di terapkan di Kota Ichinoseki, Iwate dikembangkan oleh perusahaan penyedia chatbot AI, EasyDialog GK (Image by Google)

 

Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur pemindaian kartu identitas, seperti SIM dan kartu My Number. Setelah dokumen identitas dipindai, sistem secara otomatis mengisi data pribadi, seperti nama dan alamat, ke dalam formulir yang dibutuhkan, sehingga mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan kesalahan input data.

Menurut pihak pemerintah kota, keputusan untuk mengadopsi sistem ini didorong oleh keterbatasan sumber daya manusia yang kerap menghambat pelayanan langsung kepada masyarakat. Sistem ini dikembangkan oleh EasyDialog GK, perusahaan penyedia chatbot AI generatif yang berbasis di Yokohama.

image

Masaharu Sugawara, pejabat yang membawahi digitalisasi administrasi di Kota Ichinoseki (Image by Google)

Kendati demikian, pemerintah kota mengakui masih terdapat tantangan dalam implementasi penuh teknologi ini, khususnya dalam menjangkau kelompok warga lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital. Oleh karena itu, pendekatan bertahap dan edukasi publik akan terus dilakukan untuk mendorong adopsi yang lebih luas. Masaharu Sugawara, pejabat yang membawahi digitalisasi administrasi di Kota Ichinoseki, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membiasakan warga dengan sistem layanan mandiri berbasis AI. “Seiring meningkatnya penggunaan kasir mandiri dalam kehidupan publik, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar warga merasa nyaman menggunakan teknologi ini,” ujarnya.