Maskapai ANA menjadi yang pertama di dunia menerapkan teknologi turbulensi berbasis AI (Image by Google)
TOKYO – All Nippon Airways (ANA) resmi menjadi maskapai pertama di dunia yang mengimplementasikan layanan prediksi turbulensi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh BlueWX Company Limited. Teknologi canggih ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, kenyamanan penumpang, serta efisiensi operasional dengan mengandalkan kemampuan prediksi cuaca berbasis data dan pembelajaran mesin. Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap turbulensi akibat perubahan iklim. Sistem ini dikembangkan sejak tahun 2019 melalui kerja sama antara ANA dan Universitas Keio. Setelah menjalani uji coba ekstensif selama beberapa tahun, termasuk pengujian operasional yang melibatkan 2.500 pilot ANA, teknologi prediksi ini berhasil mencapai akurasi hingga 86%. Keberhasilan ini mendorong ANA untuk mengintegrasikannya secara resmi ke dalam infrastruktur data cuaca internal maskapai.
Teknologi ini menjadi jawaban dari tantangan masalah prediksi turbulensi (Image by Google)
Menurut Hiroyuki Kometani, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Operasi ANA, teknologi ini merupakan terobosan dalam menjawab tantangan jangka panjang maskapai dalam memprediksi turbulensi. “Implementasi sistem baru ini akan memastikan pengalaman perjalanan udara yang lebih andal dan nyaman bagi seluruh penumpang kami,” ujarnya. Teknologi ini memungkinkan awak pesawat untuk merespons turbulensi secara proaktif dan efisien, sehingga meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan.
Kaz Watanabe, CEO BlueWX, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini merupakan langkah besar bagi industri penerbangan global. Ia menyebut bahwa meningkatnya intensitas turbulensi sebagai dampak dari pemanasan global menjadikan teknologi prediksi ini semakin relevan. “Keputusan ANA menggunakan layanan kami menunjukkan keakuratan dan keandalan sistem kami, dan kami berharap teknologi ini dapat berkontribusi bagi industri penerbangan secara luas,” kata Watanabe.
Data dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menunjukkan bahwa turbulensi menyumbang hingga 50% dari insiden penerbangan, menjadikannya salah satu faktor risiko utama dalam dunia aviasi. Selain risiko keselamatan, turbulensi juga menyebabkan kerugian ekonomi, mulai dari kerusakan peralatan dan kargo, hingga penundaan dan pembatalan penerbangan karena pemeriksaan teknis tambahan yang dibutuhkan.
BlueWX merupakan hasil kolaborasi ANA dan Universitas Keio (Image by Google)
Didirikan pada Juli 2023, BlueWX lahir dari kolaborasi industri-akademisi antara ANA dan Universitas Keio. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam solusi prakiraan cuaca berbasis AI dan tengah memperluas distribusi teknologi prediksi turbulensinya ke maskapai-maskapai lain di seluruh dunia. Ke depannya, BlueWX juga tengah mengembangkan model prakiraan arah dan kecepatan angin untuk mengoptimalkan rute penerbangan serta mendukung pencapaian target netral karbon industri penerbangan pada tahun 2050.