Ancaman Longsor Di Pesisir Jepang

image

Image by NHK News

Pengaruh front stasioner menyebabkan hujan deras mengguyur wilayah pesisir Laut Jepang, mulai dari Kyushu hingga Tohoku. Hujan intens diperkirakan akan terus berlanjut hingga 12 Agustus, dengan potensi hujan sangat lebat disertai badai petir di beberapa wilayah. Tanah yang sudah gembur, khususnya di Kyushu dan Hokuriku, meningkatkan risiko tanah longsor meskipun hujan sempat melemah atau berhenti. Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), aktivitas frontal menjadi sangat aktif pada 11 Agustus, membentuk pita-pita hujan linear di Prefektur Kumamoto dan Nagasaki. Akibat kondisi ini, JMA mengeluarkan peringatan hujan lebat khusus untuk Kota Tamana dan Kota Nagasu. Di Kota Tamana tercatat curah hujan 404,5 mm dan di Kota Kumamoto 365,5 mm dalam 12 jam—keduanya merupakan rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai.

image

Image by NHK News

 

Front hujan bergerak ke utara melintasi Laut Jepang, menyebabkan hujan lebat di Tsushima (Prefektur Nagasaki), wilayah Hokuriku, dan Tohoku. Awan hujan lokal juga terbentuk di Shikoku, dengan intensitas hujan 31 mm dalam satu jam tercatat di Kota Ozu, Prefektur Ehime, menjelang pukul 09.00 waktu setempat. Sejumlah prefektur seperti Fukuoka, Yamaguchi, Ishikawa, dan Niigata telah mengeluarkan peringatan longsor karena tingginya risiko pergerakan tanah. Beberapa sungai di Kumamoto, Yamaguchi, dan Ishikawa juga telah melampaui ambang batas bahaya banjir, memperparah kekhawatiran terhadap potensi bencana skala besar.

image

Image by NHK News

 

Front stasioner diperkirakan akan tetap berada di sisi Laut Jepang, dari Jepang barat hingga wilayah Tohoku, setidaknya hingga 13 Agustus. Ketidakstabilan atmosfer diperkirakan akan terus berlangsung, terutama di wilayah barat hingga utara Jepang, dengan potensi hujan sangat lebat, badai petir, serta hujan lebat terputus-putus. Dalam 24 jam hingga pagi 13 Agustus, curah hujan diperkirakan mencapai 100 mm di wilayah Hokuriku dan Gifu, serta 80 mm di Kyushu utara, San'in, Tohoku, Kanto-Koshin, dan Niigata. JMA terus mengimbau kewaspadaan terhadap tanah longsor, banjir, kenaikan air sungai, serta risiko tambahan seperti sambaran petir, tornado, hembusan angin kencang, dan hujan es.