Image by Google
Di lepas pantai Prefektur Niigata, Pulau Sado tengah bersiap menyambut salah satu perayaan budaya paling dinanti di Jepang: Earth Celebration 2025. Festival tahunan ini kembali digelar dan menjanjikan pengalaman musik yang menggugah jiwa, dipimpin oleh kelompok taiko legendaris, Kodo. Tiket kini telah tersedia, dan para pengunjung dari dalam maupun luar negeri diundang untuk menjadi bagian dari momen penuh semangat yang menggabungkan musik, budaya, dan kebersamaan di bawah langit musim panas Jepang. Puncak acara Earth Celebration tahun ini akan berlangsung dari 22 hingga 24 Agustus di Pelabuhan Ogi, lokasi utama yang menjadi saksi gelaran Harbour Concerts setiap malam mulai pukul 6 sore. Sebagai acara utama festival, konser ini selalu menjadi daya tarik utama, di mana Kodo akan menampilkan energi luar biasa bersama sejumlah penampil tamu dari Jepang dan mancanegara. Tahun ini dibuka dengan Kodo Synergy, sebuah pertunjukan yang menampilkan keharmonisan dan kekuatan kolektif yang telah menjadi ciri khas grup ini. Penonton tak hanya diajak menonton, tetapi juga terlibat langsung melalui tepukan tangan, hentakan kaki, dan sambutan penuh semangat.
Image by Google
Pada malam kedua, panggung akan menghadirkan kolaborasi spesial antara Kodo dan el tempo, sebuah proyek perkusi improvisasi yang unik asal Jepang yang dipimpin oleh Kavka Shishido, namun berakar dari budaya Buenos Aires, Argentina. Kelompok ini dikenal dengan pendekatan eksperimental menggunakan lebih dari 100 isyarat tangan untuk menciptakan pertunjukan spontan yang penuh kejutan. Diperkuat oleh para pemain perkusi top Jepang, kolaborasi ini dijamin akan menjadi penampilan yang tidak bisa diulang — hanya bisa disaksikan di sini dan saat itu juga. Malam puncak festival akan diisi dengan pertunjukan Earth Beat Groove, di mana Kodo akan bersatu kembali dengan drummer janggu asal Korea, Choi Jaechol, serta menyambut kembali Ben Aylon, musisi perkusi berbakat yang tampil untuk ketiga kalinya di Earth Celebration. Bergabung pula para ahli perkusi asal Senegal: Aly Ndiaye Rose, Dourfal Ndiaye Rose, dan Baye Dame Bou Yaye, yang akan memadukan kekayaan ritme Afrika Barat dengan teknik modern dan dinamis. Perpaduan lintas budaya ini akan menciptakan malam terakhir yang penuh intensitas dan keajaiban musikal.
Image by Google
Di luar konser utama, Earth Celebration 2025 juga menghadirkan berbagai lokakarya dan aktivitas budaya yang tersebar di sekitar Pelabuhan Ogi. Pengunjung dari berbagai usia dapat menikmati kegiatan menarik seperti permainan drum taiko, tarian matsuri khas Jepang, lokakarya alat musik tradisional, hingga merasakan keheningan dan keanggunan dalam upacara minum teh. Semua ini dirancang untuk membawa pengunjung lebih dekat dengan tradisi Jepang dan semangat komunitas Pulau Sado. Tak ketinggalan, berbagai pertunjukan tambahan dan acara gratis juga akan meramaikan suasana festival. Di Panggung Pinggiran Taman Segitiga, pengunjung bisa memulai hari dengan senam pagi khas Jepang atau menyaksikan pertunjukan rakyat seperti Saeki-bayashi, seni pertunjukan yang relatif baru namun sarat makna, yang lahir di tahun 2020. Dengan perpaduan budaya lokal dan internasional, Earth Celebration bukan hanya festival musik, tapi juga sebuah perayaan kehidupan, persatuan, dan ekspresi tanpa batas. Karena tiket cepat habis setiap tahunnya, disarankan untuk segera melakukan pemesanan dan menjadi bagian dari perayaan luar biasa ini.