Image by: google.com
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang, jaringan minimarket besar di negara tersebut mulai merancang berbagai strategi untuk menarik minat belanja turis internasional. Salah satu langkah utama adalah penggunaan bahasa Inggris pada label produk guna mempermudah pemahaman konsumen asing.
Seven-Eleven Jepang, misalnya, tengah mengembangkan produk yang secara khusus menyasar wisatawan. Produk-produk seperti onigiri (nasi kepal) serta makanan manis berbahan wasabi dan matcha, yang populer di kalangan turis, kini diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan diberi label berbahasa Inggris agar lebih mudah dikenali.
Image by: google.com
Melihat kebiasaan turis asing yang cenderung membeli produk dalam jumlah besar sebagai oleh-oleh, Seven-Eleven juga merancang metode penjualan baru. Salah satunya adalah dengan menjual produk dalam bentuk paket, seperti tas berisi berbagai jenis manisan khas Jepang.
Langkah serupa juga diambil oleh beberapa minimarket lain. FamilyMart kini menyediakan laman khusus di situs resminya yang memperkenalkan produk-produk populer dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan bahasa asing lainnya.
Image by: google.com
Sementara itu, Lawson mengenakan lencana pada seragam staf yang menunjukkan bahasa asing yang dikuasai, guna meningkatkan kualitas layanan pelanggan.
Upaya ini mencerminkan strategi ritel Jepang dalam mencari peluang bisnis baru melalui konsumsi wisatawan asing, di tengah tantangan domestik seperti penurunan populasi dan konsumsi dalam negeri yang stagnan.