Image by: East Japan Railway
East Japan Railway Company (JR East) telah meluncurkan layanan pengangkutan kargo menggunakan kereta Shinkansen dalam gerbong penumpang, sebagai langkah inovatif untuk memaksimalkan pemanfaatan moda transportasi cepat ini. Layanan tersebut mulai dioperasikan sejak minggu lalu, menggunakan jalur Shinkansen Tohoku yang menghubungkan Tokyo dengan berbagai destinasi di wilayah timur laut Jepang. Dalam perjalanan perdananya, kereta membawa muatan berupa produk hasil laut serta furnitur milik sebuah keluarga yang tengah dalam proses pindahan rumah.
Kereta pengangkut kargo ini menempuh rute sepanjang 700 kilometer dari Stasiun Shin-Aomori menuju Stasiun Tokyo hanya dalam waktu tiga jam. Dengan kecepatan dan efisiensi tinggi tersebut, JR East berupaya menjawab kebutuhan logistik yang semakin menuntut kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman, khususnya untuk produk-produk segar seperti makanan laut. Layanan ini menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah keterbatasan moda transportasi barang konvensional yang lebih lambat.
Image by: East Japan Railway
Jadwal layanan pengiriman kargo Shinkansen ini ditetapkan setiap hari Jumat, dengan memanfaatkan dua dari sepuluh gerbong penumpang di setiap rangkaian kereta. Masing-masing gerbong tersebut memiliki kapasitas sekitar 200 kotak kardus dengan ukuran standar 120 sentimeter. Dengan sistem ini, JR East tidak hanya memaksimalkan ruang kosong pada gerbong penumpang, tetapi juga membuka peluang baru dalam distribusi barang antardaerah dengan efisiensi tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis JR East di tengah tantangan demografis yang dihadapi Jepang. Dengan populasi yang terus menyusut, potensi pertumbuhan pada sektor transportasi penumpang diperkirakan tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan ini mulai mengamati sektor lain yang masih memiliki prospek menjanjikan, salah satunya adalah layanan logistik berbasis kereta cepat.
Image by: The Japan News
Dalam jangka menengah, JR East juga merencanakan perluasan layanan pengiriman kargo ke jalur Shinkansen Joetsu dan Yamagata. Tidak hanya itu, perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk mengubah kereta penumpang Shinkansen yang sudah tidak digunakan menjadi kereta kargo murni dengan kapasitas angkut yang jauh lebih besar, yaitu hingga 1000 kotak barang. Hal ini menunjukkan keseriusan JR East dalam menjadikan layanan kargo sebagai salah satu pilar bisnis masa depan.
JR East telah menetapkan target pendapatan dari layanan angkutan barang Shinkansen ini sebesar 10 miliar yen per tahun, yang setara dengan sekitar 70 juta dolar AS. Target ambisius ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap peluang besar yang ditawarkan oleh sektor logistik berbasis kereta cepat. Dengan memadukan kecepatan, ketepatan waktu, dan efisiensi pengangkutan, layanan kargo Shinkansen diproyeksikan menjadi solusi logistik modern yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman.