Image by: japannews.yomiuri.co.jp
Pada 11 Maret 2025, sekitar pukul 09:50 pagi, petugas Kantor Polisi
Totsuka dari Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, menerima
panggilan darurat yang melaporkan terjadinya insiden penusukan yang di
daerah di Takadanobaba, Kota Shinjuku, Tokyo. Laporan tersebut
menyebutkan bahwa seorang wanita berusia 22 tahun menjadi korban
penusukan oleh seorang pria yang tidak dikenal. Kejadian ini berlangsung
di jalanan sekitar area perumahan dan pertokoan, sekitar 350 meter di
selatan Stasiun Takadanobaba, yang merupakan salah satu kawasan padat di
Tokyo. Setelah polisi sampai ditempat kejadian, korban ditemukan masih
tergeletak bersimbah darah. Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka
tusukan di kepala, leher, dan dada. Korban sempat dilarikan ke rumah
sakit, namun sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pelaku penusukan diketahui seorang pria berusia 42 tahun yang berasal dari Kota Oyama, Prefektur Tochigi. Pihak kepolisisan awalnya menangkap pelaku atas dugaan percobaan pembunuhan, namun kini telah diubah menjadi pembunuhan. Saat diinvestigasi oleh pihak kepolisian, pelaku mengaku bahwa ia datang ke Tokyo untuk mencari keberadaan korban ketika korban sedang melakukan video live-streaming. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, pelaku mengaku bahwa ia mengenal korban. Hal ini membuka fakta bahwa insiden tersebut bukanlah suatu aksi acak, melainkan terkait dengan masalah pribadi antara pelaku dan korban.
Image by: japannews.yomiuri.co.jp
Seorang pejabat senior polisi yang terlibat dalam penanganan kasus ini menjelaskan bahwa pelaku menggunakan senjata tajam jenis survival knife sepanjang 13 cm untuk menyerang korban. Pisau yang digunakan untuk melakukan penusukan tersebut ditemukan berlumuran darah dan telah diamankan sebagai barang bukti penting dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan pelaku, ia juga mengakui juga membawa pisau yang lainnya. Penusukan itu ia lakukan dengan tiba-tiba dari arah samping korban, namun ia tidak berniat untuk membunuh korban.
Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pelaku dan korban telah memiliki hubungan yang tegang, dan insiden penusukan ini dipicu oleh masalah keuangan, yakni uang pelaku sebesar kurang lebih Rp. 223.000.000,- yang dipinjamkan kepada korban tidak kunjung dikembalikan. Polisi masih terus menggali informasi lebih mendalam terkait latar belakang masalah yang memperburuk hubungan mereka. Meskipun pelaku telah mengakui mengenal korban, pihak kepolisian masih mencari tahu lebih banyak mengenai motif di balik serangan tersebut.
Image by: japannews.yomiuri.co.jp
Kawasan tempat kejadian berada di sekitar lingkungan yang ramai dengan penduduk dan aktivitas bisnis. Area ini juga memiliki banyak pertokoan dan jalan-jalan sempit yang sering dilewati orang, terutama di pagi hari. Hal ini menambah kompleksitas situasi saat kejadian, mengingat banyaknya orang yang berada di sekitar lokasi, meskipun tidak ada saksi yang langsung melihat penusukan tersebut. Kejadian ini tentu menambah kekhawatiran di kalangan warga sekitar mengenai masalah keamanan di kawasan padat tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian Totsuka terus melakukan investigasi terhadap kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak berwenang lainnya untuk mengungkap lebih jauh motif dan latar belakang pelaku. Mereka juga tengah berusaha mencari bukti-bukti lain yang mungkin dapat membantu mengungkap alasan di balik tindakan kejam ini. Sementara itu, masyarakat di sekitar Takadanobaba dihimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi yang relevan jika memiliki petunjuk lebih lanjut mengenai insiden tersebut.