Image by: NHK World Japan
East Japan Railway (JR East) telah memulai sebuah program pelatihan
untuk tenaga kerja asing sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan
tenaga kerja yang terjadi di industri perkeretaan Jepang. Program ini
menyasar para pekerja dari luar negeri melalui program pekerja dengan
keterampilan khusus yang nantinya akan bertugas di bidang pemeliharaan
kereta, seperti perawatan gerbong. Pada tahun 2024, Pemerintah Jepang
menambahkan bidang industri perkeretaan menjadi bagian dari program
pekerja dengan keterampilan khusus yang memungkinkan perekrutan tenaga
kerja asing untuk bidang ini.
Pelatihan ini terdiri atas 25 peserta pelatihan yang berasal dari Indonesia dan Vietnam dan akan berlangsung selama satu bulan. Rabu, 5 Maret 2025, peserta pelatihan dikenalkan pada cara kerja kereta dan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai berbagai komponen dan struktur kereta. Salah satu aspek utama dalam pelatihan adalah pengenalan terhadap komponen gerbong kereta dan cara merawatnya. Pelatihan ini menggunakan model gerbong dan rel kereta berukuran asli sebagai upaya untuk memastikan bahwa para peserta betu-betul paham dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas pemeliharaan kereta dengan baik dan aman. Selain itu, peserta mampu memenuhi standar tinggi yang diharapkan oleh perusahaan.
Image by: NHK World Japan
Setelah berhasil mengikuti pelatihan, peserta akan dihadapkan untuk mengikuti ujian. Para peserta yang lulus ujian dan memperoleh visa yang diperlukan akan mulai bekerja penuh waktu dengan JR East pada musim panas ini. Dengan demikian, mereka akan menjadi bagian dari tim pemeliharaan kereta yang penting dalam menjaga kelancaran operasional transportasi kereta di Jepang. Hal ini juga menunjukkan komitmen JR East untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di sektor ini.
JR East sendiri berencana untuk memperluas program ini pada tahun 2025 dengan melatih lebih banyak pekerja asing. Mulai April 2025, mereka berencana untuk melatih pekerja asing untuk perusahaan kereta lainnya. JR East berencana untuk membina sekitar 100 tenaga kerja asing setiap tahunnya. Dengan adanya tambahan pekerja terampil dari luar negeri, diharapkan perusahaan-perusahaan atau industri perkeretaan di Jepang dapat terus beroperasi dengan efisien meskipun dihadapkan pada masalah kekurangan tenaga kerja lokal.
Image by: NHK World Japan
Tenaga kerja memang menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Jepang, tak terkecuali dirasakan juga oleh industri perkeretaan. Untuk itu, JR East menyadari pentingnya memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. Sakaguchi Naoyuki, seorang pejabat perusahaan, menyampaikan pada portal berita NHK bahwa untuk mempertahankan bisnis di bidang ini, sumber daya manusia harus dipastikan sembari mendorong mekanisasi serta langkah-langkah penghematan tenaga kerja.
Program pelatihan yang dilaksanakan oleh JR East ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk memperkenalkan lebih banyak tenaga kerja asing terampil yang dapat berkontribusi pada berbagai sektor industri. Selain meningkatkan keterampilan teknis peserta, pelatihan ini juga memberikan mereka peluang untuk berkarir di Jepang, yang pada gilirannya akan membantu mengatasi tantangan demografis yang dihadapi negara tersebut. Ke depannya diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada perusahaan, tetapi juga pada pengembangan hubungan kerja antara Jepang dan negara-negara asal para pekerja.