Image by: kyodonews.net
Kamis, 5 Maret 2025, sebuah peristiwa darurat terjadi pada kereta cepat jalur Tohoku Shinkansen ketika dua kereta yang saling terpaut (Hayabusa dan Komachi) sedang melaju di antara Stasiun Ueno dan Stasiun Omiya. Insiden ini menyebabkan pemberhentian mendadak untuk memastikan keselamatan penumpang dan menghindari potensi bahaya. Sebagai akibat dari kejadian tersebut, layanan Shinkansen pada tiga jalur utama—Tohoku, Joetsu, dan Hokuriku—terhenti sementara waktu.
Kereta Hayabusa, yang membawa sekitar 450 penumpang terpaksa berhenti di tengah perjalanan. Sementara itu, di Kereta Komachi, sebanyak 200 penumpang juga terdampak oleh pemberhentian mendadak ini. Meskipun peristiwa ini cukup mengejutkan, East Japan Railway (JR East) melaporkan bahwa tidak ada penumpang yang terluka dalam insiden tersebut. Keamanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama meskipun terjadi gangguan pada perjalanan.
Image by: japantimes.co.jp
Pihak operator Shinkansen juga menyampaikan bahwa meskipun terjadi kejadian yang mengganggu perjalanan tersebut, penghangat dalam kereta tetap berfungsi dengan normal. Ini memberikan rasa tenang bagi penumpang, terutama karena kejadian tersebut terjadi pada musim dingin, di mana suhu di luar bisa sangat dingin. Tetap berfungsinya penghangat di dalam kereta cepat ini menunjukkan bahwa fasilitas di dalam kereta tetap memenuhi standar kenyamanan, meskipun ada masalah teknis yang harus segera ditangani.
Peristiwa terlepasnya kereta yang saling terpaut ini bukanlah yang pertama kali terjadi pada jalur Tohoku Shinkansen. Insiden serupa juga terjadi pada 19 September 2025, di mana Kereta Hayabusa dan Kereta Komachi terpisah saat kereta melaju dengan kecepatan 315 km/jam antara Stasiun Furukawa dan Stasiun Sendai di Prefektur Miyagi. Kejadian ini juga menyebabkan pemberhentian darurat untuk memastikan keselamatan semua penumpang yang berada di dalam kereta pada saat itu.
Image by: kyodonews.net
Kejadian ini membuat pihak JR East segera menangani situasi dengan cepat dan mengatur prosedur evakuasi yang aman. Namun, kejadian ini mengungkapkan adanya potensi masalah yang memerlukan perhatian lebih dari pihak operator dalam memastikan keamanan setiap kereta Shinkansen selama perjalanan.
Pihak operator Tohoku Shinkansen dan otoritas transportasi terkait terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat diterapkan di masa depan guna menghindari kejadian serupa. Meskipun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa atau cedera serius, tetap saja ini menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga standar keselamatan yang tinggi dalam operasional kereta cepat yang melayani ribuan penumpang setiap harinya.