Image by: soranews24.com
Mesin penggiling beras otomatis kini semakin populer di kalangan masyarakat. Keputusan untuk membeli beras langsung dari petani dan menggilingnya sendiri menjadi pilihan banyak orang, mengingat harga beras yang semakin mahal di pasaran. Beras yang diperoleh dari petani umumnya masih berupa genmai, yaitu beras yang memiliki warna kemerahan dan lapisan kulit ari yang belum terbuang sepenuhnya. Dengan menggiling beras secara mandiri, konsumen tidak hanya dapat menghemat biaya, tetapi juga memperoleh beras yang lebih segar dan berkualitas. Hal ini menjadikan mesin penggiling beras otomatis sebagai solusi yang praktis dan efisien.
Image by: soranews24.com
Image by: soranews24.com
Mesin penggiling otomatis ini bekerja dengan cara yang mudah dan praktis. Masyarakat cukup memasukkan koin ke dalam lubang koin, lalu tuangkan beras ke tempat yang disediakan, lalu pilih tingkat hasil penggilingan yang diinginkan. Terdapat tiga opsi tingkatan penggilingan, yaitu regular white rice (標準), extra-polished rice (上白), dan 70-percent polished rice (7ぶつき). Tingkat 70-percent polished rice atau yang dikenal dengan nama shichibuzuki dalam bahasa Jepang, memiliki warna yang lebih terang dibandingkan genmai, namun masih sedikit lebih gelap dari beras putih umumnya. Setelah menentukan tingkat hasil gilingan, tekan tombolnya dan proses penggilingan akan langsung dimulai. Setelah penggilingan selesai, injak pedal untuk mengeluarkan beras hasil gilingan dan memasukkannya ke dalam kantong beras anda. Proses penggilingan ini menghasilkan limbah yang disimpan di fasilitas ini dan masayrakat dapat mengambilnya secara gratis untuk digunakan sebagai penghilang bau (deodorizer) atau pupuk. Menariknya, mesin penggiling beras otomatis ini juga dapat ditemui di tempat-tempat seperti supermarket atau bahkan tempat pencucian mobil. Ada juga yang menyediakan mesin ini sebagai fasilitas publik untuk memudahkan masyarakat dalam menggiling beras mereka sendiri. Keberadaan mesin ini di tempat-tempat umum mempermudah masyarakat yang tidak memiliki akses ke mesin penggiling di rumah atau yang ingin menggiling beras dalam jumlah besar.
Image by: soranews24.com
Waktu yang dibutuhkan untuk menggiling 30 kg beras hanya sekitar 4,5 menit, menjadikannya sangat efisien. Mesin ini mampu menggiling beras dalam jumlah yang cukup besar dalam waktu singkat, sehingga sangat menguntungkan bagi mereka yang membutuhkan beras dalam jumlah banyak atau yang ingin menggiling beras dengan cepat. Hal ini juga menjadikan mesin ini sangat diminati oleh pedagang beras atau pengusaha kecil yang ingin memproses beras dalam jumlah besar secara praktis.
Image by: soranews24.com
Image by: soranews24.com
Harga penggilingan yang ditawarkan juga cukup terjangkau, dengan biaya sekitar 100 yen untuk 10 kg beras. Ini menjadikan mesin penggiling otomatis ini menjadi pilihan yang ekonomis bagi masyarakat, mengingat biaya penggilingan yang lebih rendah dibandingkan dengan membeli beras yang sudah digiling di pasar. Dengan harga yang terjangkau dan proses yang cepat, mesin penggiling beras otomatis ini menjadi solusi cerdas untuk mengatasi masalah harga beras yang terus meningkat.
Image by: soranews24.com
Proses menanak nasi menggunakan beras yang digiling dengan tingkat 70% atau shichibuzuki, memerlukan air yang sedikit lebih banyak untuk jumlah beras yang sama dengan beras putih umumnya. Shichibuzuki menghasilkan tekstur yang lebih padat dan rasanya tidak jauh berbeda dari beras putih. Beras dengan tingkat penggilingan ini menjadi pilihan yang populer karena memberikan keseimbangan antara rasa dan kandungan gizi yang lebih baik.