Image by JapanToday.com
Hujan salju yang memecahkan rekor pada bulan Januari telah menyebabkan kerusakan parah pada perkebunan apel di Prefektur Aomori, Jepang, yang merupakan penghasil apel terbesar di negara itu. Pihak berwenang setempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa kerugian akibat cuaca buruk ini dapat melebihi 10 miliar yen. Salju yang turun sangat lebat, dengan kota Hirosaki melaporkan rekor akumulasi salju setinggi 126 sentimeter, menurut observatorium meteorologi setempat. Berat salju yang menumpuk telah merusak pohon-pohon apel di Hirosaki dan 10 kotamadya lainnya. Lebih banyak salju diperkirakan akan turun bulan ini, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap panen apel musim gugur tahun ini di Aomori. Daerah ini menghasilkan sekitar 60 persen dari total produksi apel di Jepang, sehingga kerusakan ini dapat memengaruhi pasokan apel secara signifikan di seluruh negeri. Yoshimoto Kudo, seorang petani berusia 85 tahun yang menanam sekitar 150 pohon apel di kebun seluas 4.000 meter persegi, melaporkan banyak cabang pohon yang patah akibat beban salju. Beberapa batang pohon yang berusia 50 hingga 60 tahun bahkan rusak parah. Kudo, yang telah lama mengelola kebun apel ini, berupaya mengurangi kerusakan dengan menyebarkan agen pencairan salju dan memperkuat cabang-cabang pohon. Namun, jalan pertanian yang rusak membuat tiga dari lima kebun buah miliknya tidak dapat diakses, sehingga mempersulit upaya perbaikan.
Image by JapanToday.com
"Saya tidak akan tahu seberapa besar kerusakan yang sebenarnya sampai salju mencair, tetapi saya memperkirakan sekitar seperempat pohon saya telah terkena dampaknya," ujar Kudo. Kondisi ini menambah beban psikologis bagi para petani yang bergantung pada hasil panen apel setiap tahun. Mereka harus menghadapi ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup pohon-pohon yang telah lama mereka rawat. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Prefektur Aomori telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk mendanai penggunaan helikopter tak berawak dalam distribusi agen pencairan salju di kebun-kebun apel. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pencairan salju yang berat dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada pohon-pohon apel. Meskipun demikian, para pejabat setempat mengatakan bahwa penilaian kerusakan penuh akan dilakukan setelah cuaca menghangat dan salju mulai mencair. Namun, para pejabat juga memperingatkan bahwa jika salju terus turun pada bulan Februari, situasi ini dapat semakin memburuk. Ketidakpastian cuaca dan dampaknya pada panen apel akan terus dipantau dengan seksama, karena hasil panen di Aomori sangat penting bagi industri apel di Jepang. Dalam menghadapi tantangan besar ini, petani apel dan pihak berwenang bekerja sama untuk memitigasi kerusakan dan memastikan keberlanjutan industri apel yang vital ini.